Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Baturunan Parau: Simbol Gotong Royong

Baturunan Parau: Simbol Gotong Royong

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
  • visibility 566
  • print Cetak

Gunung Tabur – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-71 Kabupaten Berau dan ke-214 Kota Tanjung Redeb, Pemerintah Kabupaten Berau bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Kesultanan Gunung Tabur menggelar prosesi Baturunan Parau pada Senin (16/9/2024) di Museum Kesultanan Gunung Tabur.

Prosesi Baturunan Parau, atau menurunkan perahu, merupakan bagian integral dari adat dan istiadat masyarakat Gunung Tabur. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan tali kebersamaan di Bumi Batiwakkal dan telah menjadi agenda rutin tahunan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Redeb dan Kabupaten Berau.

Tradisi ini pertama kali diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau beberapa tahun lalu dan sejak saat itu berkembang menjadi tradisi yang terus dilestarikan. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat, pemangku adat, serta tokoh agama, yang semuanya turut serta dalam prosesi tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, menjelaskan bahwa Baturunan Parau adalah tradisi yang diwariskan turun-temurun, yang mengajarkan makna semangat gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat. “Tradisi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari adat istiadat kita,” ujarnya.

Menurut Said, prosesi ini mencerminkan simbol kebersamaan di antara masyarakat yang bekerja bersama secara ikhlas untuk membangun kekompakan dan gotong royong. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ilyas Natsir, menambahkan bahwa kegiatan ini melambangkan kesatuan hati masyarakat Gunung Tabur dalam menjalin kesejahteraan dan keharmonisan. “Dengan bersatu padu, kita dapat menghindari perpecahan dan terus membangun secara bergotong royong,” ungkapnya.

Dalam prosesi ini, sebelum perahu diturunkan ke Sungai Segah, dilakukan pembacaan doa oleh sesepuh adat yang dikemas dengan kearifan lokal. Muhammad Said dan anggota Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga turut serta membantu menurunkan perahu ke sungai, menunjukkan partisipasi aktif dalam tradisi ini.

Kegiatan Baturunan Parau menjadi momen penting dalam merayakan sejarah dan budaya lokal serta memperkuat semangat kebersamaan di kalangan masyarakat Gunung Tabur.(yf/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penataan Bantaran Sungai di Tanjung Redeb Masih Tertahan pada Tahap Perencanaan

    Penataan Bantaran Sungai di Tanjung Redeb Masih Tertahan pada Tahap Perencanaan

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    BERAU – Rencana penataan kawasan permukiman di bantaran sungai dan jalur hijau di Kabupaten Berau hingga kini belum memasuki tahap pelaksanaan fisik. Padahal, pemerintah daerah telah menyusun dokumen perencanaan untuk sejumlah kawasan yang dinilai perlu ditata ulang sesuai ketentuan tata ruang. Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperum) Berau, Dahri, mengatakan kawasan […]

  • Bawaslu Berau Siap Tindaklanjuti! 5.000 “DPT Hantu”

    Bawaslu Berau Siap Tindaklanjuti! 5.000 “DPT Hantu”

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 693
    • 0Komentar

    A-News.id, Tanjung Redeb — Pilkada 2024 akan digelar pada 27 November mendatang. Sejumlah persiapan termasuk pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih juga telah dilakukan oleh KPU Berau. Namun belakangan beredar kabar bahwa ada kurang lebih lima ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) tanpa pemilih di daerah pemilihan (dapil ) Tanjung Redeb. Lima ribu “DPT Hantu” ini […]

  • Rusdi Masse Gantikan Sahroni di Komisi III

    Rusdi Masse Gantikan Sahroni di Komisi III

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 980
    • 0Komentar

    JAKARTA — Politikus Partai NasDem, Rusdi Masse Mappasessu, kini resmi menempati kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ia ditunjuk menggantikan Ahmad Sahroni yang sebelumnya menduduki posisi tersebut. Penetapan dilakukan dalam rapat internal Komisi III DPR Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, (4/9/2025). Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad “Dengan ini, dalam […]

  • Isu Pemangkasan Mencuat, Berau Tegaskan Gaji ke-13 Sudah Dianggarkan

    Isu Pemangkasan Mencuat, Berau Tegaskan Gaji ke-13 Sudah Dianggarkan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Berau — Pemerintah Kabupaten Berau memastikan alokasi anggaran untuk gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN) telah disiapkan dalam struktur APBD. Namun, realisasi pencairannya masih menunggu kebijakan final dari pemerintah pusat. Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan gaji ke-13 merupakan komponen rutin yang telah diperhitungkan setiap tahun, terutama untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak ASN. “Anggarannya sudah […]

  • Minimnya SLB di Berau Jadi Sorotan Legislatif, Frans Lewi: Pemerintah Wajib Penuhi Hak Semua Anak

    Minimnya SLB di Berau Jadi Sorotan Legislatif, Frans Lewi: Pemerintah Wajib Penuhi Hak Semua Anak

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 936
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Minimnya jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Saat ini, hanya terdapat satu SLB yang berlokasi di Tanjung Redeb, dan hal ini dinilai sangat membatasi akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari wilayah kecamatan lain di Bumi Batiwakkal. Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menilai […]

  • Nelayan Bunyu Terhimpit Pendangkalan Sungai, Pemprov Akui Keterbatasan dan Tunggu Peran Pusat

    Nelayan Bunyu Terhimpit Pendangkalan Sungai, Pemprov Akui Keterbatasan dan Tunggu Peran Pusat

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Pendangkalan Sungai Buaya di Kecamatan Bunyu Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, hingga kini belum juga mendapat penanganan. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar 15 tahun tanpa adanya pengerukan atau perbaikan berarti. Akibatnya, aktivitas masyarakat yang bergantung pada sungai, terutama nelayan, menjadi terganggu. Mereka mengaku kesulitan melaut, khususnya saat air surut karena perahu tidak […]

expand_less