Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Dinkes Berau Tegaskan SPPG Wajib Patuhi Aturan Pengolahan Makanan

Dinkes Berau Tegaskan SPPG Wajib Patuhi Aturan Pengolahan Makanan

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • visibility 924
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mengingatkan seluruh Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) agar mematuhi standar pengolahan makanan yang telah ditetapkan. Penegasan ini disampaikan menyusul adanya temuan makanan tidak layak konsumsi di salah satu satuan layanan.

 

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Suhartini, menjelaskan bahwa pelatihan dan pembinaan telah dilakukan sebelum SPPG beroperasi. Materi pelatihan mencakup izin sanitasi pangan, prosedur operasional, serta pemahaman tentang bahaya kontaminasi dalam rantai distribusi makanan.

 

“Semua petugas yang terlibat, mulai dari kepala satuan, juru masak, petugas gizi, hingga staf keuangan, telah kami bekali pelatihan intensif selama dua hari. Persoalannya tinggal pada bagaimana hal itu dijalankan di lapangan,” ujar Suhartini, Senin (30/9/2025).

 

Saat ini, terdapat dua unit SPPG aktif di wilayah Berau, masing-masing berada di Karang Mulyo dan Gunung Panjang. Keduanya telah melayani ribuan siswa dari tingkat TK hingga SD secara bertahap.

 

Untuk mencegah potensi munculnya makanan basi atau tidak higienis, Suhartini mendorong sekolah-sekolah agar membentuk tim keamanan pangan internal. Tim ini, menurutnya, dapat melakukan uji organoleptik atau tes rasa setiap hari sebelum makanan disajikan kepada peserta didik.

 

“Pengawasan semestinya tidak hanya datang dari Dinas, tapi juga harus ada pengawasan dari pihak sekolah sendiri,” tambahnya.

 

Rencana sosialisasi lanjutan juga tengah disiapkan, terutama bagi sekolah-sekolah yang belum menjadi penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu wilayah yang telah disasar adalah Tanjung Batu.

 

Selain itu, pengawasan eksternal dari Dinkes akan dilakukan secara berkala, dengan pemeriksaan yang mencakup kebersihan lingkungan luar, gudang penyimpanan bahan mentah, serta dapur pengolahan. Standar penyimpanan juga ditegaskan, seperti meletakkan bahan pokok di atas palet agar terhindar dari kontaminasi.

 

“Penting bagi mereka untuk memahami area risiko, termasuk zona bahaya suhu. Kami sudah menyampaikan semua itu dalam pelatihan,” jelasnya.

 

Setiap dapur SPPG juga diwajibkan memiliki petugas gizi permanen sebagai pengawas internal, sementara Dinkes bertindak sebagai pengawas eksternal dan pembina. Dalam praktiknya, dapur menyajikan makanan dua kali sehari—pukul 09.00 untuk siswa TK dan SD kelas 1–3, serta pukul 12.00 untuk jenjang selanjutnya.

 

Meski kapasitas maksimum produksi ditetapkan pada 4.000 porsi per hari, pendistribusian dilakukan secara bertahap demi menjaga kualitas sajian.

 

“Kami membatasi kapasitas agar distribusi tetap lancar dan kualitas makanan tidak dikorbankan,” kata Suhartini.

 

Ia juga mengapresiasi sumber daya manusia di SPPG yang dinilai berpengalaman. Beberapa di antaranya memiliki latar belakang kerja di sektor perhotelan, kafe, hingga katering profesional, baik di dalam maupun luar negeri.

 

“Dengan latar belakang seperti itu, semestinya standar bisa dijalankan dengan konsisten. Tinggal bagaimana mereka menjaga komitmen terhadap aturan yang berlaku,” tegasnya.

 

Menanggapi upaya pengawasan dan pembinaan tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif Dinkes dalam menjaga kualitas program makanan bergizi untuk pelajar.

 

“Kami sangat mendukung langkah Dinkes Berau. Ini bentuk tanggung jawab nyata dalam memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan makanan yang sehat dan aman setiap hari. Saya berharap semua pihak, termasuk sekolah dan penyedia layanan, dapat terus menjaga standar ini,” ujar Sri Juniarsih.

 

Ia juga menegaskan bahwa program pangan bergizi tak hanya menyangkut nutrisi, tetapi juga menyangkut kesehatan jangka panjang generasi muda Berau. (adv/yf)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Rasa Keadilan, ASN Didorong Tak Gunakan Gas Subsidi

    Jaga Rasa Keadilan, ASN Didorong Tak Gunakan Gas Subsidi

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Berau menemukan titik terang. Dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau pada Rabu (5/8/2025), terungkap bahwa masih banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menggunakan gas bersubsidi, meskipun tidak termasuk dalam kategori penerima. Temuan tersebut diungkap langsung oleh sejumlah pemilik pangkalan gas […]

  • Adipura 2025 Dorong Kota Ramah Lingkungan, Sri Juniarsih Siapkan Strategi

    Adipura 2025 Dorong Kota Ramah Lingkungan, Sri Juniarsih Siapkan Strategi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggulirkan program penghargaan Adipura dengan pendekatan baru. Tahun ini, aspek pengelolaan sampah menjadi indikator utama dalam penilaian. Hal itu ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Pertemuan Kebijakan dan Pelaksanaan Program Adipura 2025 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025. […]

  • Dinkes Berau Wajibkan Penjamah Makanan Ikut Pelatihan Khusus

    Dinkes Berau Wajibkan Penjamah Makanan Ikut Pelatihan Khusus

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memperketat pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah insiden keracunan yang menimpa sejumlah siswa. Dua instansi, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pangan, kini mengambil langkah tegas dengan menekankan standar ketat bagi penyedia makanan. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menuturkan setiap Satuan Penyedia Program Gizi (SPPG) diwajibkan […]

  • Bukan Cuma Dipakai, Kebaya Jadi Gerakan Ekonomi Kreatif Berau

    Bukan Cuma Dipakai, Kebaya Jadi Gerakan Ekonomi Kreatif Berau

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau menyerukan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam memperingati Hari Kebaya Nasional, yang jatuh pada hari ini, Kamis (24/7/2025). “Hari Kebaya Nasional bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum penting untuk melestarikan kebaya sebagai warisan budaya bangsa dan mengapresiasi peran besar perempuan dalam sejarah dan pembangunan nasional,” ujarnya. Dalam rangka peringatan ini, Pemkab […]

  • Jembatan Baeley di Segah: Alternatif Sementara untuk Akses Warga

    Jembatan Baeley di Segah: Alternatif Sementara untuk Akses Warga

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau akan segera membangun jembatan baeley atau jembatan sementara di Kampung Long Ayan, Kecamatan Segah. Rencana ini merupakan respon atas usulan pemerintah kampung yang menginginkan solusi cepat untuk menggantikan jembatan lama yang sudah tidak layak digunakan. Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengungkapkan, […]

  • Potensi Wisata dan UMKM Jadi Fokus Pengembangan Talisayan di Era IKN

    Potensi Wisata dan UMKM Jadi Fokus Pengembangan Talisayan di Era IKN

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Talisayan – Meskipun Kampung Talisayan saat ini berstatus mandiri, yang artinya kampung telah memiliki nilai Indeks Pembangunan Desa (IPD) lebih dari 75, namun hal itu jangan lantas membuat pemerintah kampung berpuas diri. Meskipun Talisayan ini sudah mandiri, mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, aksesibilitas/transportasi yang tidak sulit, pelayanan umum […]

expand_less