Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Fenomena Aphelion 2025: Benarkah Cuaca Akan Lebih Dingin di Indonesia?

Fenomena Aphelion 2025: Benarkah Cuaca Akan Lebih Dingin di Indonesia?

  • account_circle Redaksi Beraunews
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 192
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Setiap tahun, Bumi mengalami momen ketika jaraknya dari Matahari berada pada titik paling jauh. Fenomena astronomi ini dikenal dengan sebutan “Aphelion.”

Pada tahun 2025, Aphelion diperkirakan terjadi pada bulan Juli dan kembali menjadi sorotan banyak orang. Tak sedikit yang mengaitkannya dengan perubahan cuaca yang terasa lebih dingin atau dampak lain bagi kehidupan di Bumi, termasuk di Indonesia.

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Aphelion? Dan kapan waktunya di tahun 2025? Berikut penjelasannya yang telah dihimpun dari berbagai sumber.

Apa itu fenomena Aphelion?

Aphelion merupakan salah satu fenomena astronomi yang terjadi setiap tahun, di mana posisi Bumi berada pada jarak terjauh-nya dari Matahari dalam lintasan orbitnya yang berbentuk elips. Peristiwa ini adalah bagian dari pergerakan alami Bumi sebagai salah satu planet di tata surya.

Istilah “Aphelion” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni kata “apo” yang berarti “jauh” dan “helios” yang berarti “Matahari.” Jadi secara sederhana, Aphelion menggambarkan titik ketika Bumi mencapai jarak paling jauh dari Matahari dalam perjalanannya mengelilingi pusat tata surya.

Karena orbit Bumi berbentuk elips dan bukan lingkaran sempurna, jarak antara Bumi dan Matahari tidak selalu sama sepanjang tahun. Pada waktu tertentu, Bumi berada lebih dekat ke Matahari, yang disebut “Perihelion”, dan pada waktu lain, Bumi berada lebih jauh, yang dikenal sebagai Aphelion.

Peristiwa Perihelion biasanya terjadi pada bulan Januari, di mana jarak Bumi ke Matahari sekitar 147 juta kilometer. Sementara itu, Aphelion umumnya terjadi sekitar bulan Juli, dengan jarak mencapai sekitar 152 juta kilometer dari Matahari.‎

Berdasarkan informasi dari situs astronomi In The Sky dan berbagai sumber, fenomena Aphelion diperkirakan terjadi mulai tanggal 4 Juli 2025 sekitar pukul 02.54 WIB, dan kemungkinan efeknya bisa terasa hingga bulan Agustus.

Pada saat itu, jarak antara pusat Bumi dan pusat Matahari diperkirakan mencapai sekitar 152.087.738 kilometer. Sebagai perbandingan, jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari biasanya sekitar 149,6 juta kilometer.

Seperti yang diketahui, lintasan orbit Bumi mengelilingi Matahari berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna. Hal ini membuat jarak antara keduanya berubah-ubah sepanjang tahun, dengan selisih sekitar 3 persen.

Meskipun angka tersebut terdengar cukup besar, perbedaan jarak ini tergolong kecil dalam konteks astronomis dan tidak sampai menimbulkan perubahan ekstrem pada kondisi cuaca atau iklim di Bumi.

 

(Alit)

  • Penulis: Redaksi Beraunews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berau Raih Realisasi Tertinggi Bankeu Se-Kaltim, Capai 87,79% di Triwulan II

    Berau Raih Realisasi Tertinggi Bankeu Se-Kaltim, Capai 87,79% di Triwulan II

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dari hasil Rapat Tim Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) Bankeu Kabupaten/kota triwulan II tahun 2024, Berau menjadi kabupaten dengan realisasi paling tinggi se-Kaltim. Hingga saat ini, realisasi bantuan di Kabupaten Berau menunjukkan kemajuan signifikan dengan 80% pencapaian fisik dan 87,79% pencapaian keuangan. Rapat yang dilaksanakan pada Kamis (29/8/2024) lalu itu, dihadiri BAPPEDA, BPKAD, […]

  • Dari Balik Jeruji Menuju Masa Depan: IPPRISIA–Rutan Sempaja Perkuat Reintegrasi Sosial

    Dari Balik Jeruji Menuju Masa Depan: IPPRISIA–Rutan Sempaja Perkuat Reintegrasi Sosial

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Samarinda – Kolaborasi lintas pihak kembali membuktikan perannya dalam membuka harapan baru bagi warga binaan. Melalui program pelatihan dan pembinaan yang terarah, warga binaan dibekali keterampilan, pendampingan, serta kesiapan mental untuk menghadapi kehidupan pasca-pembinaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara IPPRISIA Kalimantan Timur dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I […]

  • Peraturan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Menjadi Penghalang Utama

    Pembangunan Toilet di Tepian Ahmad Yani Tanjung Redeb Terganjal Aturan

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Beraunews.id,Tanjung Redeb — Sebagai salah satu Pusat Jajanan Kuliner yang tak pernah sepi dari Wisatawan atau Pengunjung, masyarakat berharap agar Pemkab Berau bisa membuatkan Toilet di sepanjang Tepian Ahmad Yani atau Tepian Segah. Namun, hal ini tak bisa terwujud lantaran terbentur Aturan. Ditemui Senin (1/7/2024) siang di ruang kerjanya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim menjelaskan jika sepanjang Tepian Ahmad Yani itu merupakan Jalur Hijau dan adanya Garis Padan Sungai, maka sudah ada Aturan yang mengikat. Jika […]

  • Kasus COVID-19 Naik di Asia, Dinkes Berau Siaga dan Terbitkan Edaran

    Kasus COVID-19 Naik di Asia, Dinkes Berau Siaga dan Terbitkan Edaran

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 550
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau sudah menerima surat edaran (SE) tentang kewaspadaan terhadap peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia. Pasalnya, memasuki minggu ke-12 tahun 2025 sampai dengan saat ini, COVID-19 menunjukkan peningkatan di beberapa negara di kawasan Asia, yaitu Thailand, Hongkong, Malaysia maupun Singapura. “Kami sudah terima surat Kemenkes bernomor SR.03.01/C/1422/2025 itu. Tapi untuk […]

  • Perhiasan Imitasi Disangka Emas, Jadi Alasan di Balik Aksi Pembakaran Lima Rumah

    Perhiasan Imitasi Disangka Emas, Jadi Alasan di Balik Aksi Pembakaran Lima Rumah

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Polres Berau – Kepolisian Resor Berau berhasil mengamankan seorang pria berinisial MR (26), yang diduga sebagai pelaku pembakaran dan pencurian saat peristiwa kebakaran di Jalan Andika, Gang Soponyono, Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, pada Rabu dini hari, 28 Mei 2025. Kapolres Berau AKBP Khairul Basyar menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.15 WITA dan […]

  • Program "8 Plus" Sri Juniarsih Siap Bawa Perubahan, Warga Kampung Tasuk Berikan Dukungan Penuh

    Program “8 Plus” Sri Juniarsih Siap Bawa Perubahan, Warga Kampung Tasuk Berikan Dukungan Penuh

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kampanye pasangan calon Bupati Berau nomor urut 2, Sri Juniarsih, di Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, Selasa (3/10/2024), mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Keberhasilan Sri Juniarsih dalam merealisasikan 18 program unggulan yang di masa kepemimpinannya menjadi salah satu alasan kuat dukungan masyarakat yang terus mengalir. Salah satu warga Kampung Tasuk, Purnomo, […]

expand_less