Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB – Kurangnya tenaga profesional untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD setempat. Komisi I DPRD Berau menilai bahwa pelayanan kesehatan mental di daerah ini masih jauh dari memadai dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyatakan bahwa ketersediaan tenaga ahli seperti dokter spesialis kejiwaan (psikiater) dan psikolog di Berau sangat terbatas, padahal kebutuhan layanan kesehatan mental terus meningkat seiring kompleksitas persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.

“Tenaga profesional seperti psikiater dan psikolog di Berau memang masih sangat minim. Padahal kita tahu kebutuhan terhadap layanan kesehatan mental sudah menjadi kebutuhan mendesak. Ini tidak bisa dianggap sepele,” kata Elita saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Berau harus mulai mencari solusi konkret untuk mengatasi kekurangan sumber daya manusia di bidang kesehatan jiwa. Terlebih lagi, dengan adanya regulasi nasional yang tidak lagi membolehkan pengangkatan tenaga honorer, maka rekrutmen tenaga kesehatan jiwa harus difokuskan melalui jalur resmi seperti CPNS atau PPPK.

“Karena sekarang tidak bisa lagi mengangkat honorer, harapannya pemerintah daerah dapat membuka formasi khusus untuk dokter jiwa dan psikolog dalam seleksi CPNS maupun PPPK mendatang,” ujarnya.

Elita juga menekankan pentingnya kepekaan dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memetakan kebutuhan SDM di bidangnya masing-masing. Ia mengingatkan, kekurangan tenaga ahli dapat menghambat pelayanan publik, khususnya dalam hal penanganan ODGJ yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus.

“Kalau tidak ada tenaga yang benar-benar ahli, pelayanan untuk ODGJ bisa tidak maksimal. Ini menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, baik fisik maupun mental,” tegasnya.

Lebih jauh, Elita mendorong adanya sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan ODGJ. Menurutnya, penanganan gangguan jiwa tidak hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan semata, melainkan juga melibatkan Dinas Sosial, aparat kecamatan, hingga pemerintah kampung.

“Penanganan ODGJ itu bukan hanya soal medis, tapi juga menyangkut aspek sosial, psikologis, bahkan budaya. Maka perlu pendekatan menyeluruh dan kerja sama antarsektor agar penanganan bisa berjalan efektif,” tutupnya. (*yf/adv)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

    Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Di tengah luasnya hamparan hutan alam yang masih mendominasi 75 persen daratan Berau, satu komoditas tumbuh menjadi penopang ekonomi hijau masyarakat: kakao. Tanaman yang awalnya dikembangkan secara tradisional di kampung-kampung ini kini menjelma menjadi produk unggulan yang tak hanya merambah pasar nasional, tetapi juga menarik perhatian pembeli internasional. Pemerintah Kabupaten Berau menempatkan […]

  • Sertifikasi Halal Gratis, Peluang Emas bagi Pelaku Usaha di Berau

    Sertifikasi Halal Gratis, Peluang Emas bagi Pelaku Usaha di Berau

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 711
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Di sebuah warung kecil di sudut Kecamatan Talisayan, aroma rempah menggoda dari panci yang mengepul membawa ingatan pada masakan rumah. Nurul, pemilik usaha makanan khas pesisir, tersenyum saat melayani pelanggan. Namun, di balik senyumannya, ada kegelisahan yang telah lama ia rasakan: keinginan untuk mendapatkan sertifikasi halal, tetapi terbentur biaya dan prosedur yang rumit. […]

  • Berau Jalani Verifikasi Nasional Kabupaten/Kota Sehat 2025

    Berau Jalani Verifikasi Nasional Kabupaten/Kota Sehat 2025

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menguji komitmennya membangun lingkungan sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Rabu, 20 Mei 2025, Pemkab Berau mengikuti proses Verifikasi Lanjutan Swastisaba Kabupaten/Kota Sehat tingkat Nasional yang digelar secara virtual bersama tim verifikator dari Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kakaban, Sekretariat Daerah Berau. Verifikasi ini merupakan tahapan penting […]

  • Kemenag Berau Tunggu Instruksi Pusat Soal Program Nikah Massal Nasional

    Kemenag Berau Tunggu Instruksi Pusat Soal Program Nikah Massal Nasional

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Rencana Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menggelar program nikah massal secara nasional tengah menyita perhatian publik. Program ini dirancang setelah kegiatan serupa sebelumnya mencatat antusiasme tinggi, dengan seratus pasangan mengikuti prosesi pernikahan bersama. Yang membuat program ini mencuri perhatian, seluruh biaya pernikahan akan ditanggung pemerintah. Mulai dari administrasi, rias pengantin, mas kawin, […]

  • Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 285
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Salah satu kasus di Kabupaten Berau yang saat ini ramai menjadi perbincangan adalah persetubuhan seorang ayah kandung kepada anaknya sendiri, yang terjadi di Trans Sambaliung. Mirisnya, hal itu dilakukan karena si ayah mengaku mencintai anaknya itu. Bukan cinta wajar bapak kepada anak, namun “cinta terlarang” yang sudah mengarah ke obsesi. Sehingga membuat […]

  • Gunung Tabur dan Tanjung Redeb Jadi Penyumbang Pemilih Terbesar di Pilkada 2024

    Gunung Tabur dan Tanjung Redeb Jadi Penyumbang Pemilih Terbesar di Pilkada 2024

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau telah selesai melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024. Adapun, total DPT di Berau pada Pilkada Serentak 2024 mencapai 198.347  pemilih. “Dengan rincian laki-laki 106.139 pemilih dan perempuan […]

expand_less