Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB – Kurangnya tenaga profesional untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD setempat. Komisi I DPRD Berau menilai bahwa pelayanan kesehatan mental di daerah ini masih jauh dari memadai dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyatakan bahwa ketersediaan tenaga ahli seperti dokter spesialis kejiwaan (psikiater) dan psikolog di Berau sangat terbatas, padahal kebutuhan layanan kesehatan mental terus meningkat seiring kompleksitas persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.

“Tenaga profesional seperti psikiater dan psikolog di Berau memang masih sangat minim. Padahal kita tahu kebutuhan terhadap layanan kesehatan mental sudah menjadi kebutuhan mendesak. Ini tidak bisa dianggap sepele,” kata Elita saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Berau harus mulai mencari solusi konkret untuk mengatasi kekurangan sumber daya manusia di bidang kesehatan jiwa. Terlebih lagi, dengan adanya regulasi nasional yang tidak lagi membolehkan pengangkatan tenaga honorer, maka rekrutmen tenaga kesehatan jiwa harus difokuskan melalui jalur resmi seperti CPNS atau PPPK.

“Karena sekarang tidak bisa lagi mengangkat honorer, harapannya pemerintah daerah dapat membuka formasi khusus untuk dokter jiwa dan psikolog dalam seleksi CPNS maupun PPPK mendatang,” ujarnya.

Elita juga menekankan pentingnya kepekaan dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memetakan kebutuhan SDM di bidangnya masing-masing. Ia mengingatkan, kekurangan tenaga ahli dapat menghambat pelayanan publik, khususnya dalam hal penanganan ODGJ yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus.

“Kalau tidak ada tenaga yang benar-benar ahli, pelayanan untuk ODGJ bisa tidak maksimal. Ini menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, baik fisik maupun mental,” tegasnya.

Lebih jauh, Elita mendorong adanya sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan ODGJ. Menurutnya, penanganan gangguan jiwa tidak hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan semata, melainkan juga melibatkan Dinas Sosial, aparat kecamatan, hingga pemerintah kampung.

“Penanganan ODGJ itu bukan hanya soal medis, tapi juga menyangkut aspek sosial, psikologis, bahkan budaya. Maka perlu pendekatan menyeluruh dan kerja sama antarsektor agar penanganan bisa berjalan efektif,” tutupnya. (*yf/adv)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Kaltim Bakal Tinjau Ulang Anggaran Promosi Wisata Lewat Influencer

    Pemprov Kaltim Bakal Tinjau Ulang Anggaran Promosi Wisata Lewat Influencer

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 774
    • 0Komentar

    Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) berencana akan meninjau kembali alokasi anggaran promosi wisata senilai Rp1,7 miliar yang saat ini dikelola Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim. Kepada awak media, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan menyeluruh sebelum dana tersebut direalisasikan. Apabila program ini dinilai tidak mendesak, Seno menuturkan bahwa […]

  • Sertifikasi Halal Gratis, Peluang Emas bagi Pelaku Usaha di Berau

    Sertifikasi Halal Gratis, Peluang Emas bagi Pelaku Usaha di Berau

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 652
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Di sebuah warung kecil di sudut Kecamatan Talisayan, aroma rempah menggoda dari panci yang mengepul membawa ingatan pada masakan rumah. Nurul, pemilik usaha makanan khas pesisir, tersenyum saat melayani pelanggan. Namun, di balik senyumannya, ada kegelisahan yang telah lama ia rasakan: keinginan untuk mendapatkan sertifikasi halal, tetapi terbentur biaya dan prosedur yang rumit. […]

  • Tak Hanya Derawan, Berau Juga Menyimpan Kerajaan dalam Dinding Kayu Tua

    Tak Hanya Derawan, Berau Juga Menyimpan Kerajaan dalam Dinding Kayu Tua

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wisatawan datang ke Berau biasanya mengejar birunya laut Derawan atau sunyi jernihnya Maratua. Namun, di balik pesona pesisirnya yang menggoda, kabupaten ini menyimpan cerita lain—lebih tenang, lebih dalam—jejak sejarah yang menua, namun tetap bernapas lewat dinding kayu, ukiran pintu, hingga halaman istana yang pernah menjadi pusat kehidupan bangsawan. Dua kesultanan pernah berdiri […]

  • Setelah Tragedi Tembalang, Disbudpar Berau Wajibkan SOP di Semua Tempat Wisata

    Setelah Tragedi Tembalang, Disbudpar Berau Wajibkan SOP di Semua Tempat Wisata

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Ilyas Natsir, menyampaikan bahwa saat ini sejumlah objek wisata di Kabupaten Berau telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pariwisata di destinasi masing-masing. SOP tersebut menjadi pedoman penting bagi para pengelola dan pengunjung dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan selama berada di lokasi wisata. “Penerapan SOP […]

  • ‎Berau Dorong Lahirnya Destinasi Kreatif, Ekraf Jadi Penguat Daya Tarik Wisata Daerah

    ‎Berau Dorong Lahirnya Destinasi Kreatif, Ekraf Jadi Penguat Daya Tarik Wisata Daerah

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 62
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kini menempatkan ekonomi kreatif sebagai elemen utama dalam membangun destinasi wisata baru. ‎Tidak sekadar menampilkan panorama alam, Berau menargetkan hadirnya “destinasi kreatif” yang menawarkan pengalaman langsung, interaktif, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat. ‎Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan bahwa tren wisata saat ini menuntut setiap daerah menghadirkan […]

  • Dorong Gerai UMKM Jadi Standar Wajib Hotel di Berau untuk Perkuat Ekonomi Warga

    Dorong Gerai UMKM Jadi Standar Wajib Hotel di Berau untuk Perkuat Ekonomi Warga

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 860
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Upaya memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Berau dinilai tidak cukup hanya dengan pembangunan destinasi dan peningkatan fasilitas akomodasi. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai langkah terpenting saat ini adalah memastikan bahwa setiap pertumbuhan industri wisata memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM lokal. ‎Menurutnya, penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan dengan sektor […]

expand_less