Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Balai Adat, Komitmen Support Pengembangan Budaya Hingga Kampung

Balai Adat, Komitmen Support Pengembangan Budaya Hingga Kampung

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
  • visibility 770
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Berau menjadi salah satu potensi yang krusial dan bisa menjadi daya tarik wisatawan. Setiap gelaran upacara adat dan acara seni budaya yang digelar, bahkan tak pernah sepi pengunjung.

Melihat potensi yang ada, Sri juniarsih yang merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Bupati Berau, terus mengupayakan agar potensi itu bisa lebih dikenal tak hanya di level nasional tapi juga sampai level internasional.

Salah satu komitmen pengembangan seni budaya itu pun tertuang dalam salah satu program prioritas selama 3,5 tahun dirinya menjabat. Bernama program pengembangan pusat seni budaya, saat ini sudah ada beberapa rumah adat di kampung yang mulai dibangun dan direvitasilasi.

Seperti di Kampung Tubaan Kecamatan Tabalar, tiang pembangunan Rumah Adat Dayak Basap telah berdiri sejak Juli 2024 lalu. Dan untuk kelanjutan pembangunannya bisa disupport oleh Pemkab Berau melalui dana hibah.

Saat menghadiri acara pemancangan tiang itu, Sri Juniarsih pun meminta Pemerintah Kampung Tubaan untuk membuat proposal hibah, untuk bantuan pembangunan rumah adat itu, kepada Pemkab Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

“Mudah-mudahan pembangunan Rumah Adat Dayak Basap ini bisa segera diselesaikan. Dan ketika sudah berdiri kita gunakan bersama, karena di Tubaan tentu banyak sekali etnis, suku dan budaya. Rumah adat ini menjadi rumah bersama dan menjadi tempat pemersatu serta bermusyawarah. Mudah-mudahan terwujud dan bisa kita nikmati bersama,” ujarnya saat hadir di acara beberapa waktu lalu.

Kepala Kampung Tubaan, Saipul Achyar menyebut jika pembangunan rumah adat menjadi keinginan masyarakat sejak lama. Dan setelah melalui proses panjang, akhirnya sudah mulai memasang tiang pancang pertama.

“Terima kasih kepada Bupati Berau Sri Juniarsih, yang sudah berusaha meluangkan waktunya memasang tiang pancang pertama, peduli dan perhatian dengan rumah adat dan budaya yang ada di Tubaan,” ucapnya.

Adapun lahan yang digunakan merupakan hibah dari perusahaan kepada Pemerintah Kampung Tubaan, yang pematangan lahannya dibantu dari APBD Berau. Sebagai tahap awal, pembangunan rumah adat ini menggunakan Alokasi Dana Kampung (ADK), serta kontribusi dari pihak ketiga.

Meskipun disebut Rumah Adat Dayak Basap, namun penggunaan rumah adat tersebut bisa digunakan oleh semua suku, etnis dan budaya yang ada di Kampung Tubaan.

*Revitalisasi Rumah Adat Jadi Fokus*

Tak hanya itu, Pemkab Berau pun berencana merenovasi rumah adat sebagai bentuk dukungan infrastruktur budaya bagi masyarakat. Terlebih, itu juga menjadi salah satu pendukung dalam nilai jual pariwisata.

Saat menghadiri acara adat di Kampung Tumbit Dayak pada Juni 2024 lalu, Sri Juniarsih juga meminta kepala kampung agar segera membuat proposal pengajuan renovasi rumah adat, sehingga bisa segera dianggarkan.

“Fasilitas memadai balai adat yang menunjang acara seperti Bekudung Betiung, supaya lebih meriah harus segera ditindaklanjuti, melalui proposal dari kepala kampung yang didampingi camat agar masuk anggaran ABT (APBD-P, red) tahun ini,” terangnya.

Ia menilai renovasi balai adat diperlukan, karena melihat antusiasme masyarakat. Sehingga, panitia tidak memiliki kendala lagi dalam hal fasilitas. Balai adat yang dimaksud adalah Rumah Adat Dayak Ga’ai, Rumah Adat Suntah yang sering digunakan dalam acara-acara adat.

Event ini merupakan acara adat tahunan yang dilaksanakan masyarakat Kampung Tumbit Dayak, sekaligus merayakan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak. Sehingga dengan adanya fasilitas yang memadai, maka Kampung Tumbit Dayak bisa terus eksis menjadi Kampung Budaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir menyebut, renovasi yang dilakukan berupa melebarkan dan menambah luas rumah adat tersebut.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKKPRL Jadi Kunci Penataan dan Kepastian Hukum Pemanfaatan Ruang Laut, Ada Sanksi Pidana Kalau Melanggar

    PKKPRL Jadi Kunci Penataan dan Kepastian Hukum Pemanfaatan Ruang Laut, Ada Sanksi Pidana Kalau Melanggar

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (Unmul), Muchlis Efendi, menegaskan bahwa Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) kini menjadi instrumen penting dalam mengatur pemanfaatan wilayah laut di Indonesia. Menurut Muchlis, PKKPRL merupakan bentuk persetujuan dari negara kepada pihak tertentu, baik individu maupun badan usaha, untuk memanfaatkan ruang laut sesuai dengan […]

  • Maratua Music Festival 2026 Siap Jadi Ajang Promosi Wisata Berau

    Maratua Music Festival 2026 Siap Jadi Ajang Promosi Wisata Berau

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memastikan pelaksanaan Maratua Music Festival (M2F) 2026 akan dikemas berbeda dibanding tahun sebelumnya. Dalam press conference yang digelar di Hotel Palmy, Jumat sore (12/06/2026), Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga menggabungkan unsur […]

  • Berau Jadi Contoh Nasional, 99 Ribu Hektare Hutan Sosial Dikelola Masyarakat

    Berau Jadi Contoh Nasional, 99 Ribu Hektare Hutan Sosial Dikelola Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 623
    • 0Komentar

    Jakarta — Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendukung program perhutanan sosial mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kabupaten yang dipimpin Bupati Sri Juniarsih Mas itu dinobatkan sebagai salah satu dari tiga daerah terbaik di Indonesia dalam penerapan perhutanan sosial. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar, kepada Bupati Berau dalam acara puncak Festival […]

  • ETLE Diperkuat, Kasat Lantas Berau Ingatkan Warga Segera Balik Nama Kendaraan Bekas

    ETLE Diperkuat, Kasat Lantas Berau Ingatkan Warga Segera Balik Nama Kendaraan Bekas

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Satuan Lalu Lintas Polres Berau menegaskan kebijakan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan di daerah itu tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Pembayaran tanpa menggunakan identitas pemilik lama tidak diberlakukan karena dinilai berisiko dan berpotensi melanggar ketentuan hukum. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Berau, Rhondy Hermawan, mengatakan setiap transaksi kendaraan bekas harus disertai […]

  • Gerakan Hijau Berau: Bupati Ajak Warga Tanam Pohon Demi Anak Cucu

    Gerakan Hijau Berau: Bupati Ajak Warga Tanam Pohon Demi Anak Cucu

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengajak seluruh sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP untuk aktif melakukan gerakan menanam pohon “Satu Orang Satu Pohon”. Langkah ini dinilai sangat penting demi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana banjir yang akhir-akhir ini semakin sering terjadi di Kabupaten Berau. Dalam pernyataannya, Sri Juniarsih menegaskan bahwa gerakan […]

  • Komisi III Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi Rumput Laut Berau

    Rumput Laut Diusulkan Jadi Program Strategis Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    BERAU — Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, mendorong pemerintah daerah mulai menatap serius potensi ekonomi baru dari sektor kelautan. Ia menyebut, sebagian besar wilayah Berau yang berada di pesisir memiliki peluang besar untuk mengembangkan sumber ekonomi alternatif di luar hasil tangkapan nelayan. Menurut Oktavia, komoditas rumput laut adalah potensi paling menjanjikan yang hingga kini […]

expand_less