Wakil Bupati Berau Ajak Santri Jaga Persatuan dan Cinta Tanah Air dalam Istighatsah Hari Santri 2026
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak

BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengajak kalangan santri memperkuat persatuan, menjaga nilai keislaman, dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Pesan itu disampaikannya dalam Istighatsah Malam Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Al Qudwah, Polres Berau, Rabu malam, 21 Oktober 2026.
Peringatan Hari Santri yang mengangkat tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarelemen masyarakat, termasuk kalangan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Berau.
Kehadiran unsur Nahdlatul Ulama dalam peringatan ini juga menempatkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Berau sebagai bagian penting dari lingkungan keagamaan yang memiliki peran dalam merawat tradisi pesantren, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjaga nilai kebangsaan.
Dalam sambutannya, Gamalis mengatakan istighatsah bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan juga kesempatan untuk memanjatkan doa bagi keselamatan masyarakat dan daerah.
Ia berharap Kabupaten Berau senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT serta dijauhkan dari berbagai musibah, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menimbulkan kabut asap.
“Santri adalah penjaga moral dan spiritual bangsa, benteng akhlak yang telah terbukti perannya sejak masa perjuangan kemerdekaan sampai sekarang,” ujarnya.
Menurut Gamalis, peran santri tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah bangsa. Pesantren, kata dia, bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga tempat tumbuhnya kesadaran kebangsaan dan pembentukan karakter generasi muda.
Karena itu, ia menilai pendidikan pesantren perlu terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi landasannya.
Gamalis mendorong para santri menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di samping memperdalam pemahaman agama. Kemampuan tersebut dianggap penting agar santri dapat mengambil peran lebih luas dalam pembangunan daerah.
“Dari Berau akan lahir santri-santri tangguh dan unggul, yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai keislaman dan kecintaannya terhadap tanah air, termasuk bersemangat membangun daerah,” katanya.
Ia juga menyinggung tema Hari Santri Nasional 2026 yang dinilainya relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini. Menurut dia, menjaga tradisi tidak berarti menolak perubahan, melainkan mempertahankan nilai-nilai luhur sebagai pijakan menghadapi perkembangan zaman.
Dalam konteks tersebut, peran organisasi keagamaan seperti PCNU Berau dan lingkungan pesantren menjadi relevan untuk terus mendorong penguatan pendidikan keagamaan, persaudaraan, dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Gamalis berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Berau, kata dia, juga mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga kerukunan dan keberagaman sebagai modal penting dalam pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, saya mengucapkan Selamat Hari Santri Tahun 2026. Mari kita jadikan semangat santri sebagai penguat peradaban Indonesia di masa depan yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa cinta tanah air,” pungkas Gamalis.(afn)
- Penulis: admin

