Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » ‎DPRD Desak Pemkab Berau Hadir Lebih Nyata untuk Pelaku Ekraf: “Jangan Hanya Seremonial”

‎DPRD Desak Pemkab Berau Hadir Lebih Nyata untuk Pelaku Ekraf: “Jangan Hanya Seremonial”

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 767
  • print Cetak

‎BERAU – Pembangunan sektor ekonomi kreatif (ekraf) kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, menegaskan bahwa pertumbuhan ekraf di daerah tidak cukup hanya didorong melalui pernyataan dukungan dan kegiatan seremonial.
‎
‎Menurutnya, Berau memiliki fondasi kuat untuk menjadi pusat ekraf berbasis budaya dan kearifan lokal. Namun, potensi tersebut akan sulit berkembang apabila pemerintah tidak menyediakan fasilitas pendukung yang memadai.
‎
‎“Yang dibutuhkan bukan hanya apresiasi, tetapi ruang kreatif, pelatihan, dan akses pemasaran. Itulah yang paling dibutuhkan pelaku UMKM dan anak-anak muda kreatif,” tegasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
‎
‎Ia menilai kekayaan budaya, panorama wisata alam, serta keberagaman produk UMKM merupakan modal penting untuk menciptakan sumber ekonomi baru. Namun, tanpa dukungan sistematis, potensi tersebut akan berhenti pada tingkat wacana.
‎
‎Grace juga menyoroti besarnya peluang lapangan kerja yang dapat tercipta bila ekraf dikembangkan secara serius. Menurutnya, sektor ini mampu menjadi wadah bagi generasi muda dengan kreativitas tinggi untuk mendapatkan penghasilan dan mengembangkan ide inovatif.
‎
‎“Ekraf bisa membuka peluang kerja baru, terutama bagi anak-anak muda. Jadi jangan disia-siakan,” tambahnya.
‎
‎Untuk itu, ia mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta perangkat daerah lainnya membangun ekosistem ekraf yang sehat dan produktif mulai dari pembinaan hingga akses promosi dan pasar.
‎
‎“Ekosistem yang kuat akan melahirkan inovasi, bahkan dari masyarakat berpenghasilan rendah. Ekraf harus menjadi sarana peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.
‎
‎Grace memastikan DPRD siap mendorong dan mengawal kebijakan anggaran agar program penguatan ekraf tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha dan masyarakat. (Adv/Akm).

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Terbitkan Aturan Baru, Korban PHK Dapat 60% Gaji Selama 6 Bulan

    Prabowo Terbitkan Aturan Baru, Korban PHK Dapat 60% Gaji Selama 6 Bulan

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    Jakarta – Korban PHK akan menerima manfaat tunai 60% dari gaji selama 6 bulan yang berlaku mulai tahun ini. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 6 tahun 2025 tentang Perubahan atas PP nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Dalam PP yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 7 Februari […]

  • Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

    Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kurangnya tenaga profesional untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD setempat. Komisi I DPRD Berau menilai bahwa pelayanan kesehatan mental di daerah ini masih jauh dari memadai dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyatakan bahwa ketersediaan tenaga […]

  • Mulai 1 Oktober, Bayar Pakai QRIS sampai Rp100 Ribu Bebas MDR, Ini Aturan Barunya

    Mulai 1 Oktober, Bayar Pakai QRIS sampai Rp100 Ribu Bebas MDR, Ini Aturan Barunya

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    JAKARTA — Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate atau MDR QRIS sebesar 0 persen mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan tersebut membuat transaksi QRIS hingga Rp100 ribu pada merchant kecil, menengah, maupun besar tidak dikenai MDR. Sebelumnya, kelompok merchant tersebut dikenai MDR sebesar 0,7 persen. Bank Indonesia menilai perluasan MDR nol persen dapat menekan biaya […]

  • DPRD Periode 2024-2029: Gideon Andris Siap Menampung Aspirasi Masyarakat

    DPRD Periode 2024-2029: Gideon Andris Siap Menampung Aspirasi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Terpilih menjadi seorang wakil rakyat, tentunya dibarengi dengan tanggungjawab yang besar pula, khususnya untuk daerah pemilihan (dapilnya). Hal inilah yang diperjuangkan oleh salah satu anggota DPRD terpilih periode 2024-2029, Gideon Andris. Ditemui beberapa waktu lalu, anggota dewan yang berasal dari Dapil IV Kelay, Sambaliung dan Tabalar ini mengatakan jika dirinya akan melakukan […]

  • Gubernur Kaltara Mulai Tempati Rumah Jabatan Baru Setelah 12 Tahun Pinjam Pakai

    Gubernur Kaltara Mulai Tempati Rumah Jabatan Baru Setelah 12 Tahun Pinjam Pakai

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang mulai menempati rumah jabatan gubernur yang baru di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem), Jalan Poros Kaltara. Sebelumnya, selama sekitar 12 tahun gubernur menggunakan rumah jabatan dengan status pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Bulungan. Rumah jabatan baru tersebut mulai ditempati sejak 8 Maret 2026. Bangunan berwarna putih yang berdiri […]

  • Jejak Perang Dunia II di Berau: Bom Peninggalan Jepang Kembali Ditemukan

    Jejak Perang Dunia II di Berau: Bom Peninggalan Jepang Kembali Ditemukan

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.682
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb– Tim Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim berhasil melaksanakan peledakan terhadap satu unit bom peninggalan Jepang yang ditemukan oleh warga di Jalan Sungai Buntu, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. Komandan Kompi 3 Batalyon C, Hendro, mengungkapkan bahwa bom yang ditemukan tersebut diduga merupakan sisa dari Perang Dunia II. Penemuan bom tersebut bermula […]

expand_less