Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 1.460
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Di tengah luasnya hamparan hutan alam yang masih mendominasi 75 persen daratan Berau, satu komoditas tumbuh menjadi penopang ekonomi hijau masyarakat: kakao. Tanaman yang awalnya dikembangkan secara tradisional di kampung-kampung ini kini menjelma menjadi produk unggulan yang tak hanya merambah pasar nasional, tetapi juga menarik perhatian pembeli internasional.

Pemerintah Kabupaten Berau menempatkan komoditas perkebunan ini sebagai bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut berjalan beriringan dengan upaya menekan laju deforestasi serta mengoptimalkan skema perhutanan sosial yang kini menjadi salah satu yang paling progresif di Kalimantan Timur.

“Berau kini menjadi model pengelolaan perhutanan sosial di Kaltim. Dokumen Pembangunan Kawasan Terintegrasi (Integrated Area Development/IAD) yang kami susun adalah yang pertama di provinsi ini,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih. Dokumen ini menjadi pijakan utama pemanfaatan kawasan perhutanan sosial seluas 98 ribu hektare agar tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga sekitar hutan.

Salah satu bentuk pemanfaatan yang paling berhasil adalah pengembangan kakao rakyat. Dengan pendampingan pemerintah serta organisasi non-pemerintah, perkebunan kakao di kampung-kampung mampu mengakselerasi ekonomi warga tanpa mengorbankan tutupan hutan. “Kakao dari kebun rakyat kini sudah bisa masuk pasar nasional,” kata Sri, menegaskan pentingnya sektor ini dalam pembangunan wilayah.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan strategi multi-lapis. Mulai dari pemetaan kawasan kakao, peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas biji kakao, hingga memperluas jaringan kemitraan dan akses permodalan. Kampung Merasa tercatat sebagai salah satu sentra kakao lestari yang kini menjadi percontohan.

“Kami juga menyiapkan skema hilirisasi, promosi, dan pendampingan intensif agar petani mampu menghasilkan kakao berkualitas premium,” ujar Lita.

Transformasi kakao Merasa tak terlepas dari peran pelatihan Internal Controlling System (ICS). Irmaya Banaweng, petani kakao Merasa, menyebut pelatihan ini sebagai titik balik. “Kami jadi paham mengenai standar kualitas kakao mulai dari biji basah, kering, hingga fermentasi yang paling dicari pasar,” tuturnya.

Pengetahuan itu berkembang menjadi inovasi. Kelompok perempuan di Kampung Merasa mulai mengolah kakao fermentasi menjadi aneka produk makanan dan minuman. Sementara para petani menyusun standar budidaya agar biji kakao mereka mampu menembus pasar premium.

Hasilnya mengharumkan nama Berau. Pada 2021, kakao fermentasi Merasa dinobatkan sebagai salah satu dari delapan kakao berkarakter unik dan otentik dalam seleksi nasional menuju Cocoa of Excellence di Paris, Prancis. Pengakuan tersebut menjadi titik lompatan, membuka akses menuju industri cokelat artisan.

Dua tahun berselang, lahirlah Single Origin Cokelat Kampung Merasa 74 persen yang dikembangkan bersama Pipiltin Cocoa, salah satu produsen cokelat premium Indonesia. Produk turunan kakao fermentasi lainnya kini turut dipasarkan di kedai lokal dan menjadi buah tangan para wisatawan yang berkunjung.

Perjalanan kakao Merasa menunjukkan bahwa pengelolaan hutan yang bijak—dengan memberi ruang bagi masyarakat untuk mengelola lahan secara berkelanjutan—dapat melahirkan komoditas bernilai tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Di tengah tuntutan global atas produk pertanian berkelanjutan, Berau telah menempatkan dirinya sebagai contoh bagaimana ekonomi kampung, pelestarian hutan, dan industri cokelat premium dapat berjalan seiring.(adv/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejutan Deklarasi: PBB Resmi Dukung Madri Pani dan Agus Wahyudi

    Kejutan Deklarasi: PBB Resmi Dukung Madri Pani dan Agus Wahyudi

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb- Tim Pemenangan ‘Menyala Abangku’ menggelar acara deklarasi pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Berau periode 2024-2029, Madri Pani (MP) dan Agus Wahyudi (AW) di Hotel SM Tower, pada Kamis (29/8/2024). Deklarasi tersebut dihadiri ribuan simpatisan serta relawan pendukung paslon MP dan AW dari berbagai kecamatan. Antusias pendukung paslon yang diusung oleh enam […]

  • Pembangunan Infrastruktur di Gunung Tabur Jadi Bukti Perhatian Pemkab Berau

    Pembangunan Infrastruktur di Gunung Tabur Jadi Bukti Perhatian Pemkab Berau

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Di bawah kepemimpinan Bupati Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Gamalis, pembangunan di Kabupaten Berau terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, khususnya di Kecamatan Gunung Tabur. Salah satu bukti nyata dari kesuksesan pembangunan ini adalah realisasi proyek-proyek besar yang kini tengah dijalankan di berbagai sektor. Keberhasilan pembangunan ini menunjukkan adanya pemerataan yang memberikan […]

  • Syarifatul Minta Kontraktor Baru Ambil Alih Tenaga Lokal

    Syarifatul Minta Kontraktor Baru Ambil Alih Tenaga Lokal

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    BERAU – Berakhirnya kontrak kerja sama salah satu kontraktor pertambangan besar, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), di Kabupaten Berau memicu kekhawatiran massal terkait lonjakan angka pengangguran. Menyikapi situasi tersebut, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, mendesak agar kontraktor baru yang masuk segera mengamankan nasib para pekerja lokal […]

  • RPJMD Kaltim 2025–2029 Disahkan, Fokus ke Generasi Emas dan Ekonomi Daerah

    RPJMD Kaltim 2025–2029 Disahkan, Fokus ke Generasi Emas dan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan arah pembangunan lima tahun mendatang dengan disahkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 menjadi Peraturan Daerah. Pengesahan itu dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-26 DPRD Kalimantan Timur yang digelar di Gedung Utama DPRD, Senin, 28 Juli 2025. Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, menjelaskan bahwa dokumen RPJMD disusun […]

  • Kurang Perawatan, Banyak PJU di Berau Mati Berbulan-bulan

    Kurang Perawatan, Banyak PJU di Berau Mati Berbulan-bulan

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 722
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Permasalahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Banyak lampu jalan yang tidak berfungsi atau belum terpasang di sejumlah titik strategis, sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki dan menambah fasilitas penerangan di kawasan […]

  • Resolusi Disdik Berau di Tahun 2025: Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Resolusi Disdik Berau di Tahun 2025: Tak Ada Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Salah satu target utama Dinas Pendidikan (Disdik) Berau di tahun 2025 adalah mencapai angka nol Anak Tidak Sekolah (ATS). Meskipun dinilai penuh tantangan, Disdik Berau bertekad untuk mengatasi setiap hambatan yang ada demi pendidikan yang lebih merata. Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengungkapkan bahwa fenomena anak tidak sekolah di Berau dipengaruhi oleh berbagai […]

expand_less