Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Syarifatul Minta Kontraktor Baru Ambil Alih Tenaga Lokal

Syarifatul Minta Kontraktor Baru Ambil Alih Tenaga Lokal

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 38
  • print Cetak

BERAU – Berakhirnya kontrak kerja sama salah satu kontraktor pertambangan besar, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), di Kabupaten Berau memicu kekhawatiran massal terkait lonjakan angka pengangguran. Menyikapi situasi tersebut, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, mendesak agar kontraktor baru yang masuk segera mengamankan nasib para pekerja lokal yang dirumahkan.

Syarifatul menegaskan bahwa hilangnya mata pencaharian para buruh tambang lokal akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah. Pihaknya menuntut adanya kebijakan proteksi agar pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas habisnya kontrak BUMA dapat langsung diserap kembali oleh vendor pengganti.

“Kalau di Buma itu kan memang habis kontraknya ya. Dan harapan kami kalau kontraknya habis ya segera ada kontraktor baru lah ya, untuk bisa meng-cover mereka-mereka ini yang dirumahkan. Kan kasihan ya, sementara mereka bergantungnya dari kerja tambang. Mudah-mudahan ada kebijakan bahwa mereka-mereka ini yang sudah dilakukan pemutusan kerja untuk direkrut kembali. Agar tidak menambah angka pengangguran Kabupaten Berau, juga agar kemiskinan tidak meningkat,” ujar Syarifatul, Senin (1/6/2026).

Syarifatul mengingatkan agar kehadiran industri di Bumi Batiwakkal memberikan dampak kesejahteraan yang nyata, bukan justru meminggirkan masyarakat setempat.

“Jangan sampai kita ini seperti tamu di rumah sendiri ya. Sementara mestinya kesejahteraannya untuk masyarakat Kabupaten Berau,” cetusnya.

Lebih lanjut, Syarifatul menyoroti mandulnya implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Padahal, regulasi yang disahkan saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Berau tersebut secara eksplisit mewajibkan perusahaan mengalokasikan kuota minimal 80 persen untuk pekerja lokal.

“Harusnya 80 persen itu dipenuhi. Kalaupun ada yang non-skill, kan beberapa sudah ada perusahaan yang memberikan pelatihan. Kita juga punya kampus-kampus yang ada kejuruannya, teknik. Itulah diutamakan karyawan kita dulu. Kalau memang betul-betul spesifikasinya yang enggak ada, barulah mungkin ngambil dari Jawa. Tapi selama masih ada di sini, tolong kami minta kepada perusahaan-perusahaan agar mempekerjakan, merekrut karyawan lokal,” tegasnya.

Senggol PT PAMA Persada Soal Dugaan Sanksi Sepihak Hasil Pelatihan
Dalam kesempatan itu, Syarifatul juga melayangkan kritikan menohok yang diarahkan langsung kepada manajemen PT Pama Persada Nusantara (PAMA). Berdasarkan aduan warga yang diterima dalam agenda resesnya, terdapat puluhan pemuda lokal yang sudah menyelesaikan tahapan pelatihan (training), namun hingga kini justru digantung dan tidak dipekerjakan tanpa alasan yang jelas.

“Khususnya kami ingin juga sampaikan kepada PT PAMA Persada ini ya. Tadi kan ada reses juga, dapat masukan warga bahwa anak yang sudah dilatih 20 orang sudah di-training ya, sudah diberikan pelatihan, malah enggak dipekerjakan. Kenapa ya? Kami tadi ingin agar hal-hal seperti ini perusahaan tidak semena-mena lah ya. Tolong kasih kesempatan warga kerja lokal untuk ikut merasakan hasil buminya sendiri,” ucap Syarifatul.

Mantan Ketua Parlemen Berau ini menegaskan, inti dari seluruh investasi dan pembangunan di daerah adalah pengurangan angka kemiskinan dan pemangkasan pengangguran. Dirinya memperingatkan seluruh manajemen korporasi pertambangan di Berau untuk menyetop gelombang rekrutmen pekerja dari luar daerah secara ugal-ugalan selama potensi lokal masih tersedia.

“Artinya jangan sampai orang kita itu hanya jadi penonton lah. Tapi tolong berdayakan mereka agar mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Jangan memperbanyak rekrutmen dari luar, tapi lebih utamakan masyarakat lokal yang jauh-jauh lebih berhak untuk mendapatkan pekerjaan tersebut,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minim Fasilitas, TPI Tanjung Batu Tetap Dipacu Sumbang PAD

    Minim Fasilitas, TPI Tanjung Batu Tetap Dipacu Sumbang PAD

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 380
    • 0Komentar

    BERAU — Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Sambaliung terus memutar otak untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aktivitas perikanan di TPI Tanjung Batu. Upaya tersebut dilakukan meski fasilitas penunjang masih jauh dari kata ideal. Pelaksana Tugas Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, mengatakan kontribusi PAD dari TPI Tanjung Batu telah diatur secara resmi melalui […]

  • Gelar Program Pangan Murah, Pemerintah Fokus pada Akses Pangan Terjangkau dan Berkualitas

    Gelar Program Pangan Murah, Pemerintah Fokus pada Akses Pangan Terjangkau dan Berkualitas

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Berau yang ke-72, pemerintah setempat meluncurkan serangkaian program sosial bertajuk Penyaluran Sembako Gratis, Operasi Pasar Murah, dan Gerakan Pangan Murah. Langkah ini diumumkan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Ruang Rapat Semama Setda Berau pada Senin (22/09/2025). Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Bupati Berau […]

  • Tragedi di Laut Talisayan, Nelayan Ditemukan Meninggal dalam Jaring Bagang

    Tragedi di Laut Talisayan, Nelayan Ditemukan Meninggal dalam Jaring Bagang

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Talisayan – Seorang nelayan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia pada Jumat (25/7/2025) pagi sekitar pukul 07.00 wita. Korban IM (34) ini pertama kali ditemukan anggota bagang yang sedang bekerja. Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan saat dikonfirmasi tentang hal ini, membenarkan jika ada nelayan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di salah satu bagang […]

  • Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong penyelesaian legalitas lahan di kawasan eks transmigrasi. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Berau menggelar Rapat Koordinasi Ketransmigrasian di Aula Disnakertrans Berau, Rabu, 16 Juli 2025. Rakor tersebut mengangkat tema “Upaya Pemerintah dalam Penyelesaian Legalitas Lahan Infrastruktur Fasum dan Fasos di Wilayah Eks Transmigrasi Kabupaten […]

  • Peraturan Baru Menteri LHK: Pejuang Lingkungan Tak Bisa Dituntut Hukum

    Peraturan Baru Menteri LHK: Pejuang Lingkungan Tak Bisa Dituntut Hukum

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK menerbitkan regulasi baru perihal perlindungan terhadap pejuang lingkungan. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 10 Tahun 2024. Peraturan ini telah ditandatangani oleh Menteri LHK Siti Nurbaya pada 30 Agustus 2024. Regulasi yang melindungi pejuang lingkungan ini telah resmi diundangkan pada 4 September 2024. Dalam poin pertimbangannya, KLHK menyebut […]

  • Pemadaman Listrik Berlarut di Berau, Bupati: Jangan Sampai Merusak Citra Daerah

    Pemadaman Listrik Berlarut di Berau, Bupati: Jangan Sampai Merusak Citra Daerah

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemadaman listrik yang dilakukan PLN hingga pagi hari, memicu kemarahan masyarakat. Ratusan warga bahkan berbondong-bondong mendatangi kantor PLN di Jalan APT.Pranoto, untuk mengungkapkan kekecewaan mereka. Hal ini pun mendapat perhatian dari Bupati Berau Sri Juniarsih. “Kami minta hari ini PLN untuk mencari solusi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi. Jangan […]

expand_less