Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Dominasi Gangguan Hewan Liar, Layanan Penyelamatan Berau Kian Adaptif dan Responsif

Dominasi Gangguan Hewan Liar, Layanan Penyelamatan Berau Kian Adaptif dan Responsif

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 417
  • print Cetak

BERAU — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau mencatat peningkatan penanganan kasus non-kebakaran sepanjang awal 2026. Hingga awal Mei, petugas telah menangani 115 kegiatan evakuasi, mulai dari gangguan hewan liar hingga pencarian orang hilang.

Data Disdamkarmat menunjukkan laporan masyarakat bersifat fluktuatif. Pada Januari terdapat 28 kegiatan, kemudian 19 kegiatan pada Februari, dan 17 kegiatan pada Maret. Lonjakan terjadi pada April dengan total 51 aksi penyelamatan dalam satu bulan.

Kepala Seksi Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Alimi, mengatakan evakuasi ular masih mendominasi laporan warga. Dari total 115 kasus, sebanyak 49 di antaranya merupakan penanganan ular yang masuk ke permukiman.

“Ular memang masih menjadi yang paling sering dilaporkan, hampir di setiap bulan jumlahnya mencapai belasan kasus. Selain itu, evakuasi sarang tawon dan biawak juga cukup konsisten muncul,” kata Alimi, Senin, 4 Mei 2026.

Menurut Alimi, lonjakan pada April dipicu beragamnya jenis laporan yang masuk. Selain penanganan hewan liar, petugas juga terlibat dalam operasi kemanusiaan dengan tingkat risiko lebih tinggi.

“Khusus di bulan April, tugas personel di lapangan sangat padat. Selain hewan liar seperti ular, tawon, hingga bekantan, tim kami juga menangani enam kasus evakuasi orang hilang, satu korban tenggelam, hingga pembersihan pohon tumbang,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, Disdamkarmat juga melayani bantuan teknis lain. Salah satunya pelepasan cincin yang menjerat jari warga, dengan total 14 kasus sepanjang Januari hingga April.

Melihat tingginya angka gangguan hewan liar dan potensi bencana lain, Kepala Disdamkarmat Berau, Nofian, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem yang dapat mendorong hewan liar masuk ke permukiman.

“Kami meminta warga tidak ragu melapor jika ada ancaman di sekitar lingkungan mereka. Kami selalu siap siaga, baik itu untuk urusan penyelamatan jiwa manusia maupun penanganan hewan yang membahayakan,” kata Nofian. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Puskesmas 24 Jam Gunung Tabur Resmi Beroperasi, Tingkatkan Akses Kesehatan Warga Perkotaan

    ‎Puskesmas 24 Jam Gunung Tabur Resmi Beroperasi, Tingkatkan Akses Kesehatan Warga Perkotaan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 909
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Warga Kecamatan Gunung Tabur kini punya kabar gembira. Pemerintah Kabupaten Berau resmi meluncurkan Puskesmas Non Rawat Inap 24 Jam dan Pelayanan Persalinan, yang siap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat perkotaan tanpa batas waktu. ‎Bupati Berau menyebut, hadirnya Puskesmas ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah daerah untuk terus mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Pada […]

  • Karya Kreatif Wajib Punya Pasar dan Kapasitas Produksi yang Kuat

    Karya Kreatif Wajib Punya Pasar dan Kapasitas Produksi yang Kuat

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.511
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) tidak cukup hanya mengandalkan estetika dan inovasi visual. Di balik sebuah karya, harus ada kemampuan menjaga kesinambungan produksi dan memastikan nilai ekonominya terus tumbuh. Pesan itu kembali disampaikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau sebagai arahan bagi para pelaku ekraf di daerah. Kepala […]

  • Baliho Rusak di Tanjung Redeb Ancam Pengendara, Dinas Siap Turun Tangan

    Baliho Rusak di Tanjung Redeb Ancam Pengendara, Dinas Siap Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    BERAU – Sebuah baliho berukuran besar di salah satu ruas jalan protokol Tanjung Redeb terlihat dalam kondisi rusak parah. Dari pantauan di lapangan, material banner pada papan reklame tersebut tampak sobek dan terlepas dari rangkanya, hingga menjuntai tertiup angin dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama pengendara roda dua. Pasalnya, angin […]

  • Fenomena Bunuh Diri di Bulungan Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Faktor Ekonomi hingga Isolasi Sosial

    Fenomena Bunuh Diri di Bulungan Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Faktor Ekonomi hingga Isolasi Sosial

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR— Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini mengejutkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Salah satu peristiwa terbaru terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, di mana seorang pria berinisial H ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar rumahnya. Kejadian tersebut tidak hanya menggegerkan warga setempat, tetapi juga memicu perbincangan luas […]

  • Disbun Berau Perkuat Pengawasan Perkebunan

    Disbun Berau Perkuat Pengawasan Perkebunan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Upaya menjaga keberlanjutan perkebunan di Kabupaten Berau kini diperluas menjadi bagian dari strategi pembangunan wilayah yang memadukan pertanian, kehutanan, potensi kampung, hingga ekosistem wisata dan budaya. Dinas Perkebunan (Disbun) Berau menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan ketat pada kawasan yang berpotensi terdampak ekspansi usaha, terutama area yang bersinggungan dengan ruang hidup masyarakat kampung, […]

  • Waspada Rip Current di Pantai Berau

    Waspada Rip Current di Pantai Berau

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pulau Derawan yang eksotis, Maratua dengan lagunanya yang menawan, hingga pantai-pantai di Biduk-Biduk—semua menjadi surga bagi wisatawan. Namun, di balik keindahan itu, tersimpan ancaman tersembunyi. Rip current atau arus balik. Fenomena alam ini bisa dengan cepat menyeret perenang ke tengah laut tanpa mereka sadari. Nofian Hidayat, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, […]

expand_less