Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Kasus Dugaan Pelecehan Perawat di RSUD Soemarno Diproses Polisi, Manajemen Tunggu Hasil Hukum

Kasus Dugaan Pelecehan Perawat di RSUD Soemarno Diproses Polisi, Manajemen Tunggu Hasil Hukum

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 626
  • print Cetak

TANJUNG SELOR — Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Bulungan, dr. Widodo DS, Sp.Jp, angkat bicara terkait kasus dugaan pelecehan terhadap seorang perawat yang belakangan viral di media sosial.

Widodo menegaskan manajemen rumah sakit berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi pasien maupun tenaga kesehatan.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman bagi pasien dan juga petugas,” ujar Widodo dalam pernyataan resminya.

Ia mengatakan, kasus tersebut saat ini telah diproses oleh aparat penegak hukum. Pihak rumah sakit, kata dia, menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian.

“Kasus tersebut sudah diproses oleh penegak hukum, sehingga kami serahkan sepenuhnya dan mendukung penegakan hukum yang adil untuk semua pihak,” kata Widodo.

Menurut dia, manajemen rumah sakit juga akan mengambil langkah tegas apabila dalam proses hukum nanti terbukti terjadi pelanggaran.

“Jika memang terbukti, maka tentu kami akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang perawat di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo diduga menjadi korban pelecehan oleh rekan kerjanya saat menjalani piket malam.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Utara menyebut kasus tersebut telah masuk tahap penyidikan. Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 Wita saat korban bertugas di ruang Daisy lantai dua bersama terlapor.

Sekitar pukul 02.00 Wita pada Senin dini hari, korban disebut tertidur di ruang istirahat perawat. Sekitar satu jam kemudian, korban terbangun karena merasa ada yang menyentuh tubuhnya dan mendapati terlapor berada di atas tubuhnya.

Korban sempat berusaha melawan, namun terlapor diduga tetap melakukan tindakan tidak senonoh secara paksa.

Peristiwa tersebut terhenti setelah seorang keluarga pasien mengetuk pintu ruang perawat sekitar pukul 03.30 Wita. Setelah itu terlapor keluar menemui keluarga pasien tersebut.

Korban yang merasa takut kemudian pulang setelah menyelesaikan tugasnya.

Beberapa hari kemudian, korban berkonsultasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bulungan sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu ke SPKT Polda Kalimantan Utara pada 22 Januari 2026.

Pihak rumah sakit sebelumnya juga menyatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap petugas yang berjaga, terutama jika terdapat perbedaan jenis kelamin dalam jadwal piket.(*/)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdik Berau Dorong Pelajar Jadi Penulis Muda: 300 Karya Baru Lahir, Buku Menyusul Terbit

    Disdik Berau Dorong Pelajar Jadi Penulis Muda: 300 Karya Baru Lahir, Buku Menyusul Terbit

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb —  Gerakan literasi di Bumi Batiwakkal kembali mendapat panggung besar. Dinas Pendidikan Kabupaten Berau menggelar Festival Literasi kedua tahun ini, diikuti sekitar 300 pelajar dengan beragam kompetisi menulis dan berkarya. Ajang ini tak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga langkah memperkuat budaya literasi sejak dini. Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan festival […]

  • Biar Bisa Spin, Pria Ini Nekat Bawa Kabur Gerobak!

    Biar Bisa Spin, Pria Ini Nekat Bawa Kabur Gerobak!

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 885
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Seorang pria berinisial DI (39) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, tak bisa mengelak saat Tim Resmob Satreskrim Polresta Bulungan meringkusnya. Ia ditangkap setelah terbukti mencuri satu unit gerobak milik warga demi melunasi utang dan bermain judi slot. Kasi Humas Polresta Bulungan, IPDA Magdalena Lawai, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari laporan seorang […]

  • Hari Jadi Berau Tanpa Pesta, Warga Tetap Bisa Nikmati Bazar Murah

    Hari Jadi Berau Tanpa Pesta, Warga Tetap Bisa Nikmati Bazar Murah

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Rencana peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-72 dan Kota Tanjung Redeb ke-215 yang sedianya digelar tahun ini resmi dibatalkan. Keputusan itu diumumkan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis, 4 September 2025, setelah menerima instruksi langsung dari Kementerian Dalam Negeri. Sri Juniarsih menegaskan, pembatalan bukan karena alasan penghematan anggaran, […]

  • KNPI Berau Gelar Mini Soccer Cup 2024, Gaungkan Deklarasi Pilkada Damai

    KNPI Berau Gelar Mini Soccer Cup 2024, Gaungkan Deklarasi Pilkada Damai

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 920
    • 0Komentar

    A-news.id, Tanjung Redeb – Turnamen Mini Soccer KNPI Cup 2024 resmi dibuka pada Minggu (8/12/2024) di Lapangan Halup Mini Soccer, Jalan Murjani 3 Gg. Wiro, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Pembukaan turnamen ini sekaligus menjadi momen pelaksanaan Deklarasi Pilkada Damai 2024 oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Berau bersama para peserta turnamen. Ketua Panitia Turnamen, […]

  • SAH! Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Ini Hasil Sidang Isbatnya

    SAH! Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Ini Hasil Sidang Isbatnya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers usai pelaksanaan sidang isbat yang digelar di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/3/2026). “Berdasarkan hasil hisab, kami menetapkan 1 […]

  • TRC PPA Ungkap Fakta Baru Kasus Pencabulan Anak di Samarinda: Korban Idap Penyakit Kelamin

    TRC PPA Ungkap Fakta Baru Kasus Pencabulan Anak di Samarinda: Korban Idap Penyakit Kelamin

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.573
    • 0Komentar

    Samarinda – Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang anak dibawah umur di Kota Tepian (julukan Samarinda) kembali menguak fakta memilukan. Korban, sebut saja Bunga (bukan nama aslinya) diketahui mengalami penyakit kelamin yang diduga kuat ditularkan dari perbuatan bejat para pelaku. Temuan tersebut diungkap setelah Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim intens mendampingi kondisi […]

expand_less