Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Kasus ISPA di Berau Melonjak dalam Beberapa Pekan
- account_circle admin
- calendar_month 39 menit yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

BERAU — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mencatat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA dalam beberapa pekan terakhir. Pada pekan ke-29 hingga pekan ke-33 tahun 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 3.587 kasus.
Berdasarkan data Dinkes Berau, tren kasus ISPA menunjukkan peningkatan dalam tiga periode pemantauan.
Pada pekan ke-19 hingga ke-23, tercatat sebanyak 2.714 kasus. Jumlah tersebut meningkat menjadi 3.012 kasus pada pekan ke-24 hingga ke-28.
Kasus kemudian kembali bertambah pada pekan ke-29 hingga ke-33 dengan total 3.587 kasus.
Peningkatan tersebut tercatat dalam analisis situasi dampak asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terhadap kesehatan yang diterbitkan Dinkes Berau pada 26 Agustus 2026.
Dalam periode yang sama, sejumlah wilayah di Kabupaten Berau mengalami karhutla yang turut mempengaruhi kondisi kualitas udara.
Kepala Dinas Kesehatan Berau Lamlay Sari membenarkan adanya peningkatan laporan kasus ISPA.
“Ada peningkatan,” ujarnya, Rabu (02/09/2026).
Menurut Lamlay, kebakaran hutan dan lahan berdampak terhadap kualitas udara dan berjalan beriringan dengan meningkatnya kasus gangguan saluran pernapasan.
“Kan memang dari adanya karhutla ini mempengaruhi kualitas udara dan memang ada peningkatan kasus ISPA,” ungkapnya.
Dinkes Berau juga meminta seluruh puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kondisi darurat akibat paparan asap.
“Puskesmas kita minta antisipasi jika ada emergency,” tutupnya. (afn)
- Penulis: admin
