Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kementerian Kesehatan: Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan yang Ada di MV Hondius

Kementerian Kesehatan: Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan yang Ada di MV Hondius

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 303
  • print Cetak

Jakarta — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa kasus Hantavirus yang baru-baru ini menjadi perhatian dunia akibat wabah di kapal pesiar MV Hondius tidak berkaitan dengan situasi di Indonesia. Meski virus ini telah terdeteksi di beberapa wilayah dalam beberapa tahun terakhir, pihak kementerian memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam wabah tersebut.

Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, menyampaikan bahwa dari 23 negara yang terlibat, tidak ada WNI yang terinfeksi. “Untuk kasus yang di kapal tersebut, dari 23 negara, tidak ada WNI di sana,” ujarnya dalam wawancara yang dilansir Kompas.com pada Jumat, 8 Mei 2026.

Sebelumnya, wabah Hantavirus di MV Hondius dilaporkan telah mengakibatkan tiga penumpang meninggal dunia dan lima kasus terkonfirmasi. Aji menjelaskan bahwa jenis Hantavirus di Indonesia berbeda dari yang ada di kapal pesiar tersebut. Di Indonesia, kasus-kasus yang ada terkait dengan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang berhubungan dengan Seoul Virus, sedangkan wabah di MV Hondius disebabkan oleh strain Andes yang berasal dari Amerika Selatan.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa antara 2024 dan 2026, terdapat 23 kasus Hantavirus terkonfirmasi di Indonesia, yang tersebar di sembilan provinsi: DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. “Ada 23 kasus positif, dengan tiga kematian dan sisanya sembuh,” jelasnya.

Saat ini, terdapat dua kasus suspek yang masih dalam proses pemeriksaan di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. “ Saat ini ada dua kasus suspek di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta yang sedang diperiksa untuk konfirmasi kasusnya,” tambah Aji.

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa ketiga pasien yang meninggal memiliki penyakit penyerta, seperti leptospirosis, kanker hati, dan gagal multiorgan. Aji mengingatkan bahwa penularan Hantavirus bersifat zoonotik, yang berarti berasal dari hewan ke manusia, khususnya melalui tikus dan celurut. “Infeksi saat ini zoonotik, dari hewan ke manusia. Dari tikus,” tegasnya.

Penularan dapat terjadi melalui saliva, urine, dan feses tikus atau celurut, serta debu yang terkontaminasi yang terhirup oleh manusia. Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus, menyimpan makanan di tempat tertutup, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, dan lemas.

Sementara itu, wabah Hantavirus di MV Hondius sudah menarik perhatian dari World Health Organization (WHO), setelah dilaporkan menyebabkan tiga kematian dan lima kasus terkonfirmasi. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa meskipun insiden tersebut serius, risiko kesehatan masyarakat global masih tergolong rendah. (*/)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Labanan Jaya Digegerkan Penemuan Jasad Pria di Area Perkebunan

    Warga Labanan Jaya Digegerkan Penemuan Jasad Pria di Area Perkebunan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BERAU – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area perkebunan warga di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Sabtu, 11 Juli 2026. Korban diketahui bernama Abas, warga Jalan Perkutut RT 10, Kampung Labanan Jaya. Peristiwa itu dilaporkan warga kepada Pos Polisi (Polpos) Labanan. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian meminta bantuan […]

  • Kurang Perawatan, Banyak PJU di Berau Mati Berbulan-bulan

    Kurang Perawatan, Banyak PJU di Berau Mati Berbulan-bulan

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 624
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Permasalahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Banyak lampu jalan yang tidak berfungsi atau belum terpasang di sejumlah titik strategis, sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki dan menambah fasilitas penerangan di kawasan […]

  • Dispusip Berau Wanti-wanti: Anak Terlalu Lama Main Gadget Bisa ‘Lupa’ Buku

    Dispusip Berau Wanti-wanti: Anak Terlalu Lama Main Gadget Bisa ‘Lupa’ Buku

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 657
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau menyoroti meningkatnya penggunaan gadget di kalangan anak-anak yang dinilai berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan kesehatan hingga penurunan minat baca. Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan ketergantungan pada perangkat digital tanpa pengawasan orang tua dapat memengaruhi fokus, kesehatan mental, serta perkembangan anak. Menurut […]

  • Kasus Asusila di Talisayan Terungkap, Pria 63 Tahun Diamankan Usai Dugaan Aksi Berulang terhadap Anak

    Kasus Asusila di Talisayan Terungkap, Pria 63 Tahun Diamankan Usai Dugaan Aksi Berulang terhadap Anak

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Talisayan — Seorang pria berusia 63 tahun diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan tindak kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. Kasus tersebut terungkap setelah pihak keluarga menerima informasi dari sekolah korban mengenai kondisi yang dialami anak tersebut. Kapolsek Talisayan, AKP Rachmat Wiwid Dianto, menjelaskan bahwa awalnya guru korban […]

  • Sufian Agus: Uang Negara Harus Beredar di Indonesia, Bukan Dilarikan ke Luar Negeri

    Sufian Agus: Uang Negara Harus Beredar di Indonesia, Bukan Dilarikan ke Luar Negeri

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 794
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pelaksana Tugas (Pjs) Bupati Berau, Sufian Agus, menekankan pentingnya pencegahan korupsi yang harus dilakukan sejak tahap perencanaan program dan penggunaan anggaran. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara usai membuka acara Mini Expo di halaman Kantor Inspektorat Kabupaten Berau, Senin (11/11/2024). Sufian Agus mengungkapkan bahwa dalam acara yang baru saja dihadirinya bersama kepala […]

  • Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong penyelesaian legalitas lahan di kawasan eks transmigrasi. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Berau menggelar Rapat Koordinasi Ketransmigrasian di Aula Disnakertrans Berau, Rabu, 16 Juli 2025. Rakor tersebut mengangkat tema “Upaya Pemerintah dalam Penyelesaian Legalitas Lahan Infrastruktur Fasum dan Fasos di Wilayah Eks Transmigrasi Kabupaten […]

expand_less