Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Mobilitas Laut Diawasi, Bulungan Tegaskan Kesiapsiagaan di Tengah Isu Hantavirus

Mobilitas Laut Diawasi, Bulungan Tegaskan Kesiapsiagaan di Tengah Isu Hantavirus

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 236
  • print Cetak

TANJUNG SELOR – Kabar seorang warga Kanada yang terdeteksi positif Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius sempat memicu kecemasan publik. Isu itu ikut merambat hingga ke Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, yang menjadi salah satu daerah dengan mobilitas laut cukup tinggi.

Di tengah kekhawatiran tersebut, Dinas Kesehatan Bulungan memastikan belum ada satu pun kasus Hantavirus ditemukan di wilayah mereka. Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, Imam Sunjono, menegaskan situasi masih terkendali, meski kewaspadaan tetap dinaikkan.

“Kalau di Bulungan ini kasusnya tidak ada. Kasus pertama itu terjadi di kapal pesiar, dan kami sudah melakukan deteksi dini serta meneruskan edaran dari Kementerian Kesehatan ke seluruh puskesmas,” jelas Imam, Senin (18/5).

Imam menjelaskan, sejak informasi kasus di kapal pesiar mencuat, Dinas Kesehatan langsung mengaktifkan mekanisme penanganan penyakit menular. Puskesmas dan dinas kesehatan di tingkat kabupaten digerakkan untuk memantau kemungkinan adanya gejala yang mengarah ke Hantavirus.

“Setiap penyakit menular itu sudah ada SOP-nya. Kami punya tim surveilans di puskesmas dan di dinas kesehatan untuk memantau dan merespons dengan cepat,” tambahnya.

Meski belum ditemukan kasus, Imam menyoroti wilayah dengan pergerakan orang yang tinggi, terutama jalur transportasi laut, sebagai titik yang harus terus diawasi. Mobilitas dari dan ke luar daerah dinilai berpotensi menjadi pintu masuk penyakit.

“Kami tetap waspada di daerah dengan mobilitas tinggi, terutama transportasi laut. Tapi masyarakat tidak perlu panik, yang penting tetap waspada,” tegas Imam.

Ia menerangkan, Hantavirus pada umumnya ditularkan melalui tikus, namun tidak semua tikus membawa virus tersebut. Penularan biasanya terjadi ketika manusia terpapar urine, kotoran, atau air liur tikus, baik yang terhirup maupun tersentuh.

“Tidak semua tikus berpotensi menularkan. Biasanya berasal dari lingkungan tertentu. Dan sejauh ini belum ada indikasi penyebaran ke permukiman,” ujarnya.

Imam mengingatkan, selain Hantavirus, tikus juga dikenal sebagai sumber berbagai penyakit lain yang sudah lebih sering ditemukan di Indonesia. Salah satunya leptospirosis, yang juga menular melalui urine tikus dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

“Tikus memang bisa membawa berbagai penyakit, seperti leptospirosis yang penularannya lewat kencing tikus. Ini justru sudah pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan harus terus diwaspadai,” katanya.

Bulungan sendiri, kata Imam, pernah berhadapan dengan kasus leptospirosis. Karena itu, pengawasan terhadap penyakit yang ditularkan hewan pengerat bukan hal baru bagi Dinas Kesehatan setempat dan sudah lama menjadi fokus kewaspadaan.

Secara umum, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan tikus, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala demam, nyeri otot, mual, hingga sesak napas.

Hantavirus diketahui dapat menyebabkan dua jenis penyakit utama, yakni gangguan paru-paru atau Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan gangguan ginjal atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

“Ya meski penularan antar manusia sangat jarang, infeksinya dapat berakibat serius.
Dengan kondisi yang masih nihil kasus, Dinkes Bulungan Tegas jika kesiapsiagaan tetap dilakukan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” pungkas Imam. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lindungi Ekonomi Warga Pesisir, DPUPR Siapkan Proyek Pengaman Pantai Berbasis Riset di 4 Pulau Wisata

    Lindungi Ekonomi Warga Pesisir, DPUPR Siapkan Proyek Pengaman Pantai Berbasis Riset di 4 Pulau Wisata

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 556
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Berau menetapkan perlindungan kawasan pesisir sebagai salah satu prioritas pembangunan 2025. Program ini diarahkan bukan hanya untuk menyelamatkan ekosistem pesisir, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata dan perikanan. ‎Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menyebut empat pulau wisata, yakni Derawan, Maratua, Sambit, dan […]

  • Pemkab Berau Dorong Angkutan Sekolah Gratis Wilayah Pesisir, Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar

    Pemkab Berau Dorong Angkutan Sekolah Gratis Wilayah Pesisir, Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 873
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengusulkan pengembangan sistem transportasi angkutan sekolah khusus bagi wilayah pesisir sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan menekan beban biaya masyarakat, terutama bagi pelajar yang tinggal di daerah terpencil dan kepulauan. Usulan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan arahan kepada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten […]

  • 309 Rumah Segera Direhab!

    309 Rumah Segera Direhab!

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Salah satu program Pemkab Berau yang juga menjadi prioritas Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wabup Gamalis, adalah program Rumah Layak Huni (RLH) yang disalurkan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, hingga kini terus berproses. Dihubungi Selasa (3/9/2024) siang, Pejabat Fungsional Pelaksana Pranata Izin Tinggal Disperkim Berau, Yulius LW mengatakan jika […]

  • Siap Gantikan Pertambangan, Brigade Pangan Berau Dibekali Alsintan

    Siap Gantikan Pertambangan, Brigade Pangan Berau Dibekali Alsintan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 725
    • 0Komentar

    SAMBALIUNG – Upaya untuk memaksimalkan potensi lain selain pertambangan, semakin terlihat. Seperti di Kabupaten Berau, usai membentuk brigade pangan, kini mereka dibekali bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan).   Total alsintan yang merupakan dukungan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian adalah sebanyak 37. Yakni 10 unit traktor roda crawler, 17 unit traktor […]

  • Dinas Pendidikan Luncurkan Program "Siap Didik" untuk Permudah Layanan Pendidikan di Berau

    Dinas Pendidikan Luncurkan Program “Siap Didik” untuk Permudah Layanan Pendidikan di Berau

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 943
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau resmi meluncurkan Program “Siap Didik” sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Program ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat serta siswa-siswi di Kabupaten Berau. Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Ballroom SM Tower pada Jumat (18/10/2024), Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, secara langsung membuka […]

  • Buka Wawasan Usaha, KPMKB Makassar Latih Pelajar Berau Kenal Dunia UMKM

    Buka Wawasan Usaha, KPMKB Makassar Latih Pelajar Berau Kenal Dunia UMKM

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dorongan untuk membangun mental wirausaha sejak dini kembali digaungkan, kali ini oleh Keluarga Pelajar Mahasiswa Kabupaten Berau (KPMKB) Cabang Makassar. Melalui kegiatan pembinaan dan edukasi kewirausahaan, para pelajar SMA dan mahasiswa asal Berau yang sedang menempuh pendidikan di Makassar diajak membuka mata terhadap dunia usaha. Kegiatan ini menggandeng Kepala Bidang Koperasi dan […]

expand_less