Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Fenomena Bunuh Diri di Bulungan Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Faktor Ekonomi hingga Isolasi Sosial

Fenomena Bunuh Diri di Bulungan Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Faktor Ekonomi hingga Isolasi Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 272
  • print Cetak

TANJUNG SELOR— Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini mengejutkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Salah satu peristiwa terbaru terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, di mana seorang pria berinisial H ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar rumahnya.

Kejadian tersebut tidak hanya menggegerkan warga setempat, tetapi juga memicu perbincangan luas di media sosial. Banyak masyarakat mempertanyakan alasan di balik tindakan ekstrem tersebut dan mengapa jalan pintas seperti mengakhiri hidup dipilih sebagai solusi.

Psikolog Bulungan, Amalia Laili Barokah, mengungkapkan bahwa fenomena ini memiliki banyak faktor penyebab dan tidak bisa disederhanakan hanya sebagai akibat depresi semata. Ia mengaku telah mengetahui beberapa kasus serupa, terutama di wilayah Tarakan, sementara kasus di Bulungan baru belakangan ia ketahui.

“Penyebab bunuh diri tidak mesti depresi. Ada banyak faktor, tetapi umumnya berkaitan dengan ketidaksanggupan menghadapi tekanan, rasa putus asa, kesedihan berkepanjangan, hingga kondisi hidup yang berada di titik paling sulit,” jelas Amalia saat ditemui pada Selasa (28/4).

Menurutnya, tindakan bunuh diri sering kali bukan karena keinginan untuk mati, melainkan dianggap sebagai jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Ia menyoroti bahwa saat ini banyak kasus dipicu oleh persoalan sosial, terutama masalah ekonomi seperti utang, pinjaman online, hingga judi daring.

“Banyak yang merasa tidak punya jalan keluar lagi, terutama karena tekanan ekonomi. Ini yang membuat mereka melihat bunuh diri sebagai solusi,” ujarnya.

Amalia juga mengingatkan adanya fenomena peniruan atau copycat suicide, di mana seseorang terdorong melakukan hal serupa setelah terpapar informasi atau pemberitaan tentang kasus bunuh diri. Ia menilai penyajian informasi yang tidak bijak dapat memicu emosi pembaca.

“Ketika sebuah artikel terlalu detail menceritakan sebab dan cara, apalagi ditambah narasi yang menyentuh, pembaca bisa ikut terbawa perasaan dan berpotensi meniru,” tambahnya.

Terkait tanda-tanda seseorang yang berpotensi melakukan bunuh diri, Amalia mengatakan hal tersebut tidak selalu mudah dikenali. Ada individu yang tampak biasa saja, bahkan terlihat ceria, sebelum akhirnya melakukan tindakan tersebut. Namun, beberapa gejala umum tetap perlu diwaspadai, seperti menarik diri dari lingkungan atau menunjukkan perubahan perilaku drastis.

Ia menekankan pentingnya peran lingkungan sekitar dalam pencegahan. “Perhatikan orang-orang di sekitar kita, terutama yang mulai jarang berinteraksi. Didekati, diajak bicara. Kepedulian sederhana bisa sangat berarti,” katanya.

Masalah ekonomi juga dinilai sebagai tantangan terbesar dalam upaya pencegahan. Amalia berharap adanya peran aktif dari pemerintah dan masyarakat, termasuk dukungan dari tingkat lingkungan seperti RT, untuk membantu warga yang mengalami kesulitan.

“Pemerintah perlu hadir, baik dari sisi pencegahan maupun penanganan. Misalnya dengan kebijakan yang tidak memberatkan masyarakat, serta penertiban pinjaman online ilegal dan judi daring,” jelasnya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa sebagian besar korban bunuh diri adalah laki-laki. Hal ini, menurutnya, berkaitan dengan budaya maskulinitas yang membuat laki-laki cenderung menutup diri dan enggan menunjukkan kelemahan.

“Ada tekanan untuk selalu terlihat kuat. Akibatnya, masalah dipendam sendiri. Padahal jika mereka mau terbuka, kemungkinan besar akan mendapat bantuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amalia juga mengimbau media agar lebih berhati-hati dalam memberitakan kasus bunuh diri. Ia menegaskan pentingnya mengedepankan nilai kemanusiaan dan tidak menyebarkan detail sensitif seperti surat terakhir korban atau metode yang digunakan.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan masyarakat untuk menjaga kesehatan mental dengan menerima ketidaksempurnaan hidup dan tidak memaksakan diri mengontrol segala hal.
“Tidak semua hal bisa kita kendalikan. Hari yang buruk bukan berarti hidup kita buruk. Jika merasa tertekan, jangan ragu untuk mencari bantuan, baik ke teman, keluarga, maupun profesional,” pesannya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kegiatan spiritual sebagai salah satu cara menenangkan diri, meskipun bukan satu-satunya solusi.

“Ibadah bisa membantu menenangkan, tapi bukan berarti semua masalah selesai. Depresi bukan soal kurang iman, melainkan kondisi mental yang perlu dipahami dan ditangani dengan tepat,” tutup Amalia. (Lia)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Tinggi Jadi Investasi Masa Depan Berau: DPRD Dorong Pemanfaatan Kampus untuk Tingkatkan Kompetensi Masyarakat

    Pendidikan Tinggi Jadi Investasi Masa Depan Berau: DPRD Dorong Pemanfaatan Kampus untuk Tingkatkan Kompetensi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Di Berau, ruang untuk belajar kini semakin dekat. Kampus tidak lagi harus dicari berhari-hari perjalanan, karena perguruan tinggi di Bumi Batiwakkal hadir memberi pilihan pendidikan lanjutan bagi warganya sendiri. Hal ini mendapat apresiasi langsung dari Sumadi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Berau, dalam agenda resesnya pada Rabu (3/12/2025). Sumadi melihat perkembangan perguruan tinggi […]

  • Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong penyelesaian legalitas lahan di kawasan eks transmigrasi. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Berau menggelar Rapat Koordinasi Ketransmigrasian di Aula Disnakertrans Berau, Rabu, 16 Juli 2025. Rakor tersebut mengangkat tema “Upaya Pemerintah dalam Penyelesaian Legalitas Lahan Infrastruktur Fasum dan Fasos di Wilayah Eks Transmigrasi Kabupaten […]

  • Tingkat Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2024 di Berau Hanya Capai 68,09 Persen

    Tingkat Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2024 di Berau Hanya Capai 68,09 Persen

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 724
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Proses pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menunjukkan angka partisipasi pemilih yang terbilang rendah, yakni hanya mencapai 68,09 persen. Berdasarkan data sementara, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pilkada kali ini tercatat sebanyak 194.935 orang, sementara yang berpartisipasi dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta bupati dan wakil […]

  • Bekerja dengan Hati dan Etika, Itu Harapan untuk PPPK Berau

    Bekerja dengan Hati dan Etika, Itu Harapan untuk PPPK Berau

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Sebanyak 1.462 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) resmi dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau pada Senin pagi, 21 April 2025. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Tanjung Redeb itu diwarnai pesan tegas dari Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang mengingatkan para PPPK agar menjunjung tinggi kedisiplinan dan loyalitas dalam menjalankan tugas. Dalam sambutannya, […]

  • Insiden di Terminal Kedatangan Kalimarau, CCTV Mati Saat Petugas Diduga Dipukul

    Insiden di Terminal Kedatangan Kalimarau, CCTV Mati Saat Petugas Diduga Dipukul

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Seorang petugas Ground Handling di terminal kedatangan Bandara Udara Kalimarau diduga menjadi korban pemukulan oleh Penumpang Pesawat Batik Air. Kepala Seksi Kerja Sama dan Pelayanan BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Yudhi Anggara mengungkapkan, bahwa benar telah terjadi kesalahpahaman antara penumpang batik air dengan mitra kerja Bandara Kalimarau. “Saat itu memang sedang padat […]

  • Nurung Soroti BBM hingga Pasar Ikan: Produksi Harus Naik, Tapi Serapan dan Budidaya Juga Wajib Dikuatkan

    Nurung Soroti BBM hingga Pasar Ikan: Produksi Harus Naik, Tapi Serapan dan Budidaya Juga Wajib Dikuatkan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 895
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, mendesak Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Dinas Perikanan, untuk bekerja lebih agresif mengejar target produksi ikan 35 ribu ton per tahun. Dorongan itu muncul setelah ia menelaah capaian semester pertama 2025 yang baru menyentuh 13.027,66 ton, atau belum mencapai separuh dari target tahunan. Menurut Nurung, angka tersebut seharusnya […]

expand_less