Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Fenomena Bunuh Diri di Bulungan Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Faktor Ekonomi hingga Isolasi Sosial

Fenomena Bunuh Diri di Bulungan Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Faktor Ekonomi hingga Isolasi Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 386
  • print Cetak

TANJUNG SELOR— Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini mengejutkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Salah satu peristiwa terbaru terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, di mana seorang pria berinisial H ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar rumahnya.

Kejadian tersebut tidak hanya menggegerkan warga setempat, tetapi juga memicu perbincangan luas di media sosial. Banyak masyarakat mempertanyakan alasan di balik tindakan ekstrem tersebut dan mengapa jalan pintas seperti mengakhiri hidup dipilih sebagai solusi.

Psikolog Bulungan, Amalia Laili Barokah, mengungkapkan bahwa fenomena ini memiliki banyak faktor penyebab dan tidak bisa disederhanakan hanya sebagai akibat depresi semata. Ia mengaku telah mengetahui beberapa kasus serupa, terutama di wilayah Tarakan, sementara kasus di Bulungan baru belakangan ia ketahui.

“Penyebab bunuh diri tidak mesti depresi. Ada banyak faktor, tetapi umumnya berkaitan dengan ketidaksanggupan menghadapi tekanan, rasa putus asa, kesedihan berkepanjangan, hingga kondisi hidup yang berada di titik paling sulit,” jelas Amalia saat ditemui pada Selasa (28/4).

Menurutnya, tindakan bunuh diri sering kali bukan karena keinginan untuk mati, melainkan dianggap sebagai jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Ia menyoroti bahwa saat ini banyak kasus dipicu oleh persoalan sosial, terutama masalah ekonomi seperti utang, pinjaman online, hingga judi daring.

“Banyak yang merasa tidak punya jalan keluar lagi, terutama karena tekanan ekonomi. Ini yang membuat mereka melihat bunuh diri sebagai solusi,” ujarnya.

Amalia juga mengingatkan adanya fenomena peniruan atau copycat suicide, di mana seseorang terdorong melakukan hal serupa setelah terpapar informasi atau pemberitaan tentang kasus bunuh diri. Ia menilai penyajian informasi yang tidak bijak dapat memicu emosi pembaca.

“Ketika sebuah artikel terlalu detail menceritakan sebab dan cara, apalagi ditambah narasi yang menyentuh, pembaca bisa ikut terbawa perasaan dan berpotensi meniru,” tambahnya.

Terkait tanda-tanda seseorang yang berpotensi melakukan bunuh diri, Amalia mengatakan hal tersebut tidak selalu mudah dikenali. Ada individu yang tampak biasa saja, bahkan terlihat ceria, sebelum akhirnya melakukan tindakan tersebut. Namun, beberapa gejala umum tetap perlu diwaspadai, seperti menarik diri dari lingkungan atau menunjukkan perubahan perilaku drastis.

Ia menekankan pentingnya peran lingkungan sekitar dalam pencegahan. “Perhatikan orang-orang di sekitar kita, terutama yang mulai jarang berinteraksi. Didekati, diajak bicara. Kepedulian sederhana bisa sangat berarti,” katanya.

Masalah ekonomi juga dinilai sebagai tantangan terbesar dalam upaya pencegahan. Amalia berharap adanya peran aktif dari pemerintah dan masyarakat, termasuk dukungan dari tingkat lingkungan seperti RT, untuk membantu warga yang mengalami kesulitan.

“Pemerintah perlu hadir, baik dari sisi pencegahan maupun penanganan. Misalnya dengan kebijakan yang tidak memberatkan masyarakat, serta penertiban pinjaman online ilegal dan judi daring,” jelasnya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa sebagian besar korban bunuh diri adalah laki-laki. Hal ini, menurutnya, berkaitan dengan budaya maskulinitas yang membuat laki-laki cenderung menutup diri dan enggan menunjukkan kelemahan.

“Ada tekanan untuk selalu terlihat kuat. Akibatnya, masalah dipendam sendiri. Padahal jika mereka mau terbuka, kemungkinan besar akan mendapat bantuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amalia juga mengimbau media agar lebih berhati-hati dalam memberitakan kasus bunuh diri. Ia menegaskan pentingnya mengedepankan nilai kemanusiaan dan tidak menyebarkan detail sensitif seperti surat terakhir korban atau metode yang digunakan.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan masyarakat untuk menjaga kesehatan mental dengan menerima ketidaksempurnaan hidup dan tidak memaksakan diri mengontrol segala hal.
“Tidak semua hal bisa kita kendalikan. Hari yang buruk bukan berarti hidup kita buruk. Jika merasa tertekan, jangan ragu untuk mencari bantuan, baik ke teman, keluarga, maupun profesional,” pesannya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kegiatan spiritual sebagai salah satu cara menenangkan diri, meskipun bukan satu-satunya solusi.

“Ibadah bisa membantu menenangkan, tapi bukan berarti semua masalah selesai. Depresi bukan soal kurang iman, melainkan kondisi mental yang perlu dipahami dan ditangani dengan tepat,” tutup Amalia. (Lia)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Belajar Budaya! Siswa Berau Ditugaskan Buat Laporan dari Pawai HUT Kabupaten dan Kota

    Semangat Belajar Budaya! Siswa Berau Ditugaskan Buat Laporan dari Pawai HUT Kabupaten dan Kota

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute jalan pawai budaya dalam rangka HUT ke-71 Kabupaten Berau dan HUT ke-214 Kota Tanjung Redeb. Pawai budaya bertajuk Berau Culture Festival yang digelar Pemkab Berau pada Senin (9/9/2024) pagi ini, tergolong berbeda dengan tahun sebelumnya. Di pawai Budaya tahun ini, anak-anak usia sekolah mulai dari tingkat PAUD, […]

  • Berau Genjot Pembangunan Jalan Wisata, PUPR Kantongi Hampir Rp1 Triliun

    Berau Genjot Pembangunan Jalan Wisata, PUPR Kantongi Hampir Rp1 Triliun

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau bersiap menggeber pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata andalan pada tahun anggaran 2026. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ditugasi menjadikan konektivitas ke destinasi wisata sebagai salah satu program utama. Dorongan ini muncul setelah lonjakan kunjungan wisatawan ke pesisir Berau dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menilai, geliat pariwisata di […]

  • Sujarwo: UMKM Kampung Dinilai Mampu Perluas Kesempatan Kerja di Berau

    Sujarwo: UMKM Kampung Dinilai Mampu Perluas Kesempatan Kerja di Berau

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 329
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat kampung dinilai dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat di Kabupaten Berau. Pengembangan usaha berbasis masyarakat tersebut juga diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah. Sekretaris Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo, mengatakan pemerintah kampung memiliki peran […]

  • DPRD Berau Soroti Nasib Petani, Pupuk dan Bibit Bersubsidi Diminta Jadi Prioritas

    DPRD Berau Soroti Nasib Petani, Pupuk dan Bibit Bersubsidi Diminta Jadi Prioritas

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — DPRD Kabupaten Berau mendorong pemerintah daerah memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi daerah di tengah dominasi sektor pertambangan. Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengatakan pengembangan sektor pertanian perlu didukung melalui kebijakan yang berpihak kepada petani. Menurut dia, perhatian pemerintah daerah harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar petani, terutama […]

  • Api Berkobar di Long Peso, 3 Rumah Warga Tak Terselamatkan

    Api Berkobar di Long Peso, 3 Rumah Warga Tak Terselamatkan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 517
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Musibah kebakaran hebat terjadi di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Rabu sore. Sedikitnya tiga unit rumah warga dan satu Balai Adat (Lamin Adat Peso) ludes terbakar dilahap si jago merah sekitar pukul 17.10 WITA. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp700 juta. Peristiwa […]

  • Rudi P. Mangunsong Dorong Hulu–Hilir Terkelola Baik: Harga Stabil Jika Suplai Daerah Berdiri di Kaki Sendiri

    Rudi P. Mangunsong Dorong Hulu–Hilir Terkelola Baik: Harga Stabil Jika Suplai Daerah Berdiri di Kaki Sendiri

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 948
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menilai langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, ia mengingatkan bahwa operasi pasar saja tidak cukup untuk menahan gejolak harga jika tidak dibarengi dengan penguatan sektor produksi […]

expand_less