Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » DPRD Berau Dukung Pengangkatan Kisah Raja Alam ke Layar Lebar

DPRD Berau Dukung Pengangkatan Kisah Raja Alam ke Layar Lebar

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 407
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyatakan dukungannya terhadap rencana produksi film yang mengangkat kisah perjuangan Raja Alam.

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memperkuat literasi sejarah masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap tokoh daerah.

Sutami menilai, sosok Raja Alam yang merupakan sultan di Berau belum banyak dikenal publik, terutama di kalangan generasi muda. Padahal, nama tokoh tersebut kerap digunakan dalam berbagai penamaan tempat di wilayah itu.

Ia mencontohkan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Batu Putih yang menggunakan nama Raja Alam, mulai dari Raja Alam 1, Raja Alam 2, hingga Raja Alam 3. Nama tersebut bahkan dijadikan inspirasi bagi penamaan Batalyon 613.

Namun, penggunaan nama itu belum sepenuhnya diiringi pemahaman masyarakat tentang siapa Raja Alam sebenarnya.

“Namanya sering dipakai, tapi tidak semua orang mengetahui sejarahnya. Padahal beliau adalah sultan kita yang memiliki peran penting di masa lalu,” katanya.

Ia juga menyinggung keberadaan makam Raja Alam di Kampung Tembudan. Menurutnya, sebagian masyarakat baru menyadari bahwa di lokasi tersebut dimakamkan seorang sultan setelah area makam dipagar pada awal tahun 2000-an.

Di kompleks makam itu terdapat prasasti yang memuat kisah perjuangan Raja Alam melawan Belanda di laut. Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa pasukan Belanda membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari untuk menaklukkan kekuatan Raja Alam.

Meski begitu, Raja Alam tidak menyerah dalam pertempuran. Ia akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Makassar. Setelah melalui permohonan dari Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung serta tokoh masyarakat Batu Putih, Raja Alam kemudian dipulangkan kembali ke Tembudan.

Bagi Sutami, kisah tersebut merupakan bagian penting dari sejarah daerah yang layak diangkat ke dalam karya film. Ia mengapresiasi inisiatif komunitas yang menggagas produksi film tentang Raja Alam.

“Kalau hanya dipentaskan di teater, ingatan kita mungkin hanya bertahan semalam. Film berbeda, karena bisa ditonton berulang-ulang dan menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menilai produksi film itu membutuhkan dukungan pemerintah daerah, baik dari sisi pembiayaan maupun sumber daya manusia. Menurutnya, penggarapan film sejarah harus dilakukan secara serius agar kualitasnya mampu bersaing dengan produksi film lain yang mengangkat tema kedaerahan.

Selain itu, Sutami juga mendorong agar upaya pengusulan gelar pahlawan bagi Raja Alam terus diperjuangkan. Ia menyarankan agar dilakukan seminar sejarah yang melibatkan akademisi dan pemangku kepentingan dari tingkat kabupaten hingga pusat.

“Perjuangan beliau melawan penjajah adalah bagian dari sejarah bangsa. Karena itu, sudah sepatutnya kita memperjuangkan pengakuan resmi melalui gelar pahlawan,” kata dia.

Sutami menambahkan, Berau memiliki dua kesultanan besar, namun hingga kini belum ada tokohnya yang memperoleh gelar pahlawan nasional. Hal itu, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperjuangkan bersama.

Ia bahkan mengusulkan agar nama Raja Alam dipertimbangkan sebagai nama bandara di Berau sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh sejarah daerah.

Ke depan, Sutami berharap ada pembahasan lanjutan antara DPRD, pemerintah daerah, dan komunitas penggagas film untuk merumuskan konsep produksi serta kebutuhan anggaran secara lebih rinci.

“Film ini bukan sekadar proyek sesaat, tetapi bisa menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya agar mereka memahami siapa Raja Alam dan bagaimana perjuangannya,” tutupnya.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isbat Nikah Terpadu di Berau Sah-kan 18 Perkara, Lima Gugur

    Isbat Nikah Terpadu di Berau Sah-kan 18 Perkara, Lima Gugur

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Pengadilan Agama Tanjung Redeb mengabulkan 18 dari 32 perkara dalam sidang isbat nikah terpadu di Berau. Lima perkara gugur karena pihak terkait tidak hadir.

  • Regenerasi Kepemimpinan, SMSI Berau Bersiap Gelar Musyawarah

    Regenerasi Kepemimpinan, SMSI Berau Bersiap Gelar Musyawarah

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 805
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Berau akan segera menggelar musyawarah kabupaten untuk memilih ketua baru. Musyawarah ini dilakukan menyusul kekosongan posisi ketua setelah Indera Teguh Nur Cahyadi ditunjuk sebagai Ketua Harian SMSI Kalimantan Timur. “Sampai hari ini memang saya masih menjabat sebagai Ketua SMSI Berau. Namun, saya harus mundur dari kepemimpinan saya […]

  • Pegat Bukur Jadi TPA Baru, DLHK Berau Fokus Bangun TPST Penyangga

    Pegat Bukur Jadi TPA Baru, DLHK Berau Fokus Bangun TPST Penyangga

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 924
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai bagian dari rencana pemindahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ke kawasan Pegat Bukur. Plt Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan P.LB3 DLHK Berau, Helmi, mengatakan TPA yang saat ini berada di kawasan kota akan ditutup […]

  • Optimalisasi Aset Daerah, Subroto: Jangan Sampai Mubazir

    Optimalisasi Aset Daerah, Subroto: Jangan Sampai Mubazir

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Hingga kini masih banyak aset Pemkab yang belum terdata bahkan belum jelas. Hal ini mendapat sorotan dari Waka I DPRD Berau, Subroto. Ditemui beberapa waktu lalu, politisi dari Partai Golkar ini menyebut jika Pemkab harus lebih memperhatikan aset daerah, agar bisa dimanfaatkan. “Masih banyak aset daerah yang belum terakomodir secara keseluruhan oleh […]

  • Fiskal Terbatas, Sri Juniarsih Bawa Kebutuhan Pembangunan Berau ke Wamendagri

    Fiskal Terbatas, Sri Juniarsih Bawa Kebutuhan Pembangunan Berau ke Wamendagri

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 52
    • 0Komentar

    JAKARTA — Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menemui Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya di Jakarta, Senin, 21 September 2026. Pertemuan itu membahas kebutuhan pembangunan Berau di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Dalam audiensi yang berlangsung di kediaman Wamendagri tersebut, Sri Juniarsih memaparkan sejumlah potensi ekonomi Berau sekaligus tantangan pemerintah daerah dalam mengembangkannya. Berau memiliki […]

  • Anggaran Bertambah, Tradisi Perahu Panjang Masuk Kalender Event Berau

    Anggaran Bertambah, Tradisi Perahu Panjang Masuk Kalender Event Berau

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 929
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pastikan dukungan anggaran terhadap kegiatan tradisional lomba perahu panjang akan terus di tingkatkan. Bupati Berau menilai kegiatan ini tidak hanya melestarikan adat, tetapi juga berdampak pada pengembangan pariwisata daerah. ‎”Lomba perahu tradisional ini merupakan warisan leluhur kita, jadi harus terus dijalankan, dan semoga bisa menarik pengunjung dari luar daerah serta mancanegara” ujarnya. […]

expand_less