Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Berau » DPRD Berau Dukung Pengangkatan Kisah Raja Alam ke Layar Lebar

DPRD Berau Dukung Pengangkatan Kisah Raja Alam ke Layar Lebar

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 380
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyatakan dukungannya terhadap rencana produksi film yang mengangkat kisah perjuangan Raja Alam.

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memperkuat literasi sejarah masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap tokoh daerah.

Sutami menilai, sosok Raja Alam yang merupakan sultan di Berau belum banyak dikenal publik, terutama di kalangan generasi muda. Padahal, nama tokoh tersebut kerap digunakan dalam berbagai penamaan tempat di wilayah itu.

Ia mencontohkan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Batu Putih yang menggunakan nama Raja Alam, mulai dari Raja Alam 1, Raja Alam 2, hingga Raja Alam 3. Nama tersebut bahkan dijadikan inspirasi bagi penamaan Batalyon 613.

Namun, penggunaan nama itu belum sepenuhnya diiringi pemahaman masyarakat tentang siapa Raja Alam sebenarnya.

“Namanya sering dipakai, tapi tidak semua orang mengetahui sejarahnya. Padahal beliau adalah sultan kita yang memiliki peran penting di masa lalu,” katanya.

Ia juga menyinggung keberadaan makam Raja Alam di Kampung Tembudan. Menurutnya, sebagian masyarakat baru menyadari bahwa di lokasi tersebut dimakamkan seorang sultan setelah area makam dipagar pada awal tahun 2000-an.

Di kompleks makam itu terdapat prasasti yang memuat kisah perjuangan Raja Alam melawan Belanda di laut. Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa pasukan Belanda membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari untuk menaklukkan kekuatan Raja Alam.

Meski begitu, Raja Alam tidak menyerah dalam pertempuran. Ia akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Makassar. Setelah melalui permohonan dari Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung serta tokoh masyarakat Batu Putih, Raja Alam kemudian dipulangkan kembali ke Tembudan.

Bagi Sutami, kisah tersebut merupakan bagian penting dari sejarah daerah yang layak diangkat ke dalam karya film. Ia mengapresiasi inisiatif komunitas yang menggagas produksi film tentang Raja Alam.

“Kalau hanya dipentaskan di teater, ingatan kita mungkin hanya bertahan semalam. Film berbeda, karena bisa ditonton berulang-ulang dan menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menilai produksi film itu membutuhkan dukungan pemerintah daerah, baik dari sisi pembiayaan maupun sumber daya manusia. Menurutnya, penggarapan film sejarah harus dilakukan secara serius agar kualitasnya mampu bersaing dengan produksi film lain yang mengangkat tema kedaerahan.

Selain itu, Sutami juga mendorong agar upaya pengusulan gelar pahlawan bagi Raja Alam terus diperjuangkan. Ia menyarankan agar dilakukan seminar sejarah yang melibatkan akademisi dan pemangku kepentingan dari tingkat kabupaten hingga pusat.

“Perjuangan beliau melawan penjajah adalah bagian dari sejarah bangsa. Karena itu, sudah sepatutnya kita memperjuangkan pengakuan resmi melalui gelar pahlawan,” kata dia.

Sutami menambahkan, Berau memiliki dua kesultanan besar, namun hingga kini belum ada tokohnya yang memperoleh gelar pahlawan nasional. Hal itu, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperjuangkan bersama.

Ia bahkan mengusulkan agar nama Raja Alam dipertimbangkan sebagai nama bandara di Berau sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh sejarah daerah.

Ke depan, Sutami berharap ada pembahasan lanjutan antara DPRD, pemerintah daerah, dan komunitas penggagas film untuk merumuskan konsep produksi serta kebutuhan anggaran secara lebih rinci.

“Film ini bukan sekadar proyek sesaat, tetapi bisa menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya agar mereka memahami siapa Raja Alam dan bagaimana perjuangannya,” tutupnya.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berau Siapkan Lompatan Ekspor Komoditas Lokal

    Berau Siapkan Lompatan Ekspor Komoditas Lokal

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 2.085
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat langkah untuk menjadikan kakao lokal sebagai komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Melalui promosi yang konsisten dan strategi kemitraan dengan sektor swasta serta pelaku UMKM, Berau menargetkan lahirnya ekosistem industri kakao yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Komitmen itu kembali ditegaskan Bupati […]

  • Kasus RPU Kutim Bergulir, Polda Kaltim Tetapkan Kepala Dinas Jadi Tersangka

    Kasus RPU Kutim Bergulir, Polda Kaltim Tetapkan Kepala Dinas Jadi Tersangka

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menetapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur berinisial EM sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Rice Processing Unit (RPU). Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Komisaris Besar Polisi Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan penetapan ini merupakan hasil pengembangan penyidikan terhadap proyek pengadaan mesin RPU. “Peran yang bersangkutan cukup […]

  • Retak di Parkiran hingga Panas Ruang Tunggu, Ini Langkah PUPR Berau Benahi RSUD Baru

    Retak di Parkiran hingga Panas Ruang Tunggu, Ini Langkah PUPR Berau Benahi RSUD Baru

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit umum daerah baru di Tanjung Redeb memasuki babak akhir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau kini berkutat pada deretan penyempurnaan, memastikan seluruh sudut bangunan aman dan siap menampung layanan kesehatan bagi warga. Kepala Bidang P3BJK PUPR Berau, Anang Wahananto, menjelaskan bahwa tim teknis tengah melakukan evaluasi […]

  • DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Anggota DPRD Berau, Frans Lewi, menyoroti masalah yang cukup signifikan terkait banyaknya warga pendatang yang telah lama menetap dan bekerja di Berau, namun belum memiliki KTP Kalimantan Timur (Kaltim). Fenomena ini terjadi khususnya di kawasan pesisir, yang mayoritas dihuni oleh warga yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebagai Sekretaris Komisi I DPRD […]

  • Subroto Ajak Warga Berau Memperkuat Konsumsi Ikan Gizi Keluarga, Ekonomi Pesisir, hingga UMKM Perikanan Turut Terdorong

    Subroto Ajak Warga Berau Memperkuat Konsumsi Ikan Gizi Keluarga, Ekonomi Pesisir, hingga UMKM Perikanan Turut Terdorong

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyerukan penguatan tradisi makan ikan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Berau. Menurutnya, langkah ini tidak hanya berperan mencegah stunting, tetapi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi sektor kelautan, budidaya perikanan, hingga UMKM pengolahan hasil laut. Ia menilai laut dan perairan Berau menyimpan potensi besar yang […]

  • Rp38 Miliar Digelontorkan ke Derawan-Maratua

    Rp38 Miliar Digelontorkan ke Derawan-Maratua

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau mengalokasikan anggaran lebih dari Rp38 miliar pada 2026 untuk merekonstruksi jalan di dua destinasi wisata unggulan, Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Kebijakan ini tidak sekadar menyasar penguatan sektor pariwisata, tetapi juga memicu harapan masyarakat terhadap dampak langsung bagi aktivitas harian. Rekonstruksi jalan dilakukan secara menyeluruh, tidak lagi bersifat tambal […]

expand_less