Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Kebun Sawit Digusur, Warga Gurimbang Mengaku Kehilangan Penghasilan dan Anak Putus Sekolah

Kebun Sawit Digusur, Warga Gurimbang Mengaku Kehilangan Penghasilan dan Anak Putus Sekolah

  • account_circle admin
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 20
  • print Cetak

BERAU – Seorang warga Gurimbang bernama Heri mengaku kehilangan sumber penghasilan dan mengalami kesulitan ekonomi setelah lahan kebun sawit miliknya di kawasan Gurimbang KM 26, jalan poros Suaran melalui Gunung Kasiran, diduga digusur oleh pihak PT Tanjung Redeb Hutani tanpa pemberitahuan maupun ganti rugi.

Heri mengatakan bahwa ia telah menyampaikan persoalan tersebut kepada PT TRH namun dari PT tersebut meminta surat dari bupati dengan tanda tangan kemudian. Persoalan tersebut mendorong Heri mendatangi Kantor Bupati Berau untuk meminta pemerintah daerah memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan yang dialaminya.

Menurut pengakuannya, lahan tersebut dibeli menggunakan hasil penjualan aset milik keluarganya di kampung halaman, mulai dari sawah, kebun cengkeh, hingga rumah tinggal. Heri menyebut pembelian lahan dilakukan secara bertahap dengan total lima surat lahan yang masing-masing memiliki luas sekitar dua hektare dan total keseluruhan adalah 10 hektare.

“Satu surat itu dua hektare dengan harga Rp7 juta. Total ada lima surat, jadi sekitar Rp35 juta,” ujarnya pada Senin (25/05/2026).

Ia mengatakan, sebelum membeli lahan tersebut, pihak penjual meyakinkan bahwa tanah dalam kondisi aman dan tidak bermasalah. Bahkan, disebutkan bahwa apabila di kemudian hari muncul persoalan, maka penjual bersedia bertanggung jawab penuh. Karena percaya terhadap penjelasan tersebut, Heri akhirnya memutuskan membeli lahan untuk dijadikan kebun sawit.

Namun, belum genap satu tahun dikelola, lahan tersebut justru digusur. Heri mengaku tidak pernah menerima surat pemberitahuan sebelum aktivitas penggusuran dilakukan. Ia menyebut pihak perusahaan datang langsung ke lokasi dan melakukan penggusuran terhadap tanaman sawit miliknya.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tiba-tiba datang menggusur dan menyampaikan bahwa kawasan itu merupakan milik mereka,” katanya.

Heri juga mengaku telah menunjukkan dokumen kepemilikan lahan kepada pihak terkait. Menurutnya, seluruh surat yang dimiliki lengkap dan sebelumnya diminta untuk disimpan dengan baik. Meski demikian, hal tersebut tidak menghentikan proses penggusuran yang terjadi di lahannya.

Akibat kejadian tersebut, Heri mengaku kehilangan sumber penghasilan utama keluarga. Kondisi ekonomi yang memburuk bahkan membuat anak-anaknya terpaksa berhenti bersekolah.

“Sekarang kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Kebun habis, penghasilan tidak ada, bahkan anak-anak sudah tidak sekolah,” ungkapnya.

Dari Kantor Bupati, belum menemukan hasil dikarenakan masi menunggu kedatanggan Bupati Berau untuk menentukan langkah selanjutnya, Sementara Heri dan Keluraganya dibawa ke Rumah Singgah Dinas sosial Kab Berau.

Heri berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati Berau untuk menyampaikan persoalan yang dialaminya secara langsung. Ia mengaku tidak ingin penyampaian aspirasi dilakukan melalui perantara karena khawatir terjadi perbedaan informasi.

Selain meminta kejelasan status lahan, Heri juga berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan guna mencari jalan penyelesaian, termasuk terkait tuntutan ganti rugi atas kebun sawit yang telah digusur.

“Kami hanya ingin ada kejelasan dan penyelesaian yang adil. Harapan kami ada ganti rugi atas lahan dan kebun yang sudah digusur,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesbangpol Kaltim Perkuat Silaturahmi Ormas, Tegaskan Tak Terkait Aksi 21 April

    Kesbangpol Kaltim Perkuat Silaturahmi Ormas, Tegaskan Tak Terkait Aksi 21 April

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur menggelar pertemuan dengan ratusan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 13 April 2026. Kegiatan bertajuk silaturahmi dan coffee morning itu berlangsung menjelang rencana aksi demonstrasi pada 21 April mendatang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, menegaskan […]

  • Bupati Cup 2025 Jadi Wadah Atlet Lokal Tunjukkan Potensi

    Bupati Cup 2025 Jadi Wadah Atlet Lokal Tunjukkan Potensi

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Turnamen olahraga tahunan Bupati Cup 2025 resmi dibuka di Gedung Olahraga Graha Pemuda, Tanjung Redeb, Senin (20/10/2025). Ajang ini diikuti 13 kecamatan se-Kabupaten Berau dan mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni sepak bola dan bola voli. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjaring potensi atlet lokal serta mempererat silaturahmi […]

  • ‎Disabilitas Berau Tunjukkan Ketangguhan di Festival Olahraga 2025

    ‎Disabilitas Berau Tunjukkan Ketangguhan di Festival Olahraga 2025

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 992
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB — Suara sorak penonton menggema di Gedung Olahraga (GOR) Tanjung Redeb, Senin pagi, saat puluhan atlet disabilitas menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam Festival Olahraga Disabilitas (FOD) Kabupaten Berau 2025. ‎Festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Berau itu menjadi panggung bagi para penyandang disabilitas untuk menyalurkan semangat dan sportivitas tanpa batas. ‎Wakil Bupati Berau, Gamalis, […]

  • ‎Berau Segarkan Ekonomi Desa Lewat Regenerasi Kebun Kelapa

    ‎Berau Segarkan Ekonomi Desa Lewat Regenerasi Kebun Kelapa

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.838
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Berau kini tak hanya fokus pada jagung dan kakao. Komoditas kelapa juga mulai dilirik jadi andalan baru. Dinas Perkebunan (Disbun) terus mendorong pengembangannya, terutama untuk mengganti pohon kelapa tua yang sudah susah dipanen. ‎Kepala Disbun Berau, Lita Handini, bilang kalau sudah tiga tahun terakhir ini pihaknya rutin menyalurkan bibit kelapa ke petani […]

  • Dari Kelapa Jadi Minyak dan Sabun, Warga Giring-Giring Mulai Raup Nilai Tambah Ekonomi

    Dari Kelapa Jadi Minyak dan Sabun, Warga Giring-Giring Mulai Raup Nilai Tambah Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, memiliki potensi kelapa dalam yang cukup melimpah. Namun selama ini, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk kelapa butiran tanpa diolah lebih lanjut sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Melalui pendampingan program SIGAP Sejahtera Kabupaten Berau, masyarakat Kampung Giring-Giring mulai mengembangkan hilirisasi komoditas kelapa dalam. […]

  • Lima Motif Tenun Berau Resmi Kantongi Merk

    Lima Motif Tenun Berau Resmi Kantongi Merk

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

      TANJUNG REDEB – Tenun Berau terus menunjukkan daya tariknya di pasar nasional hingga mancanegara. Untuk melindungi kekayaan budaya sekaligus memperkuat posisi UMKM kreatif di tingkat global, kini lima motif kain tenun khas Berau resmi terdaftar dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Pencapaian ini menjadi bukti kuatnya komitmen Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, […]

expand_less