Penumpang Bandara Sepinggan Merosot, Tiket Balikpapan-Jakarta Tembus Rp2 Juta
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- visibility 50
- print Cetak

SAMARINDA – Pergerakan penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami penurunan sepanjang 2026. Jika sebelumnya jumlah penumpang harian mencapai 14.000 hingga 15.000 orang, kini berada pada kisaran 9.000 hingga 11.000 penumpang per hari.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan salah satu penyebab utama penurunan tersebut adalah meningkatnya harga tiket pesawat yang dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur.
Menurut dia, kenaikan harga tiket terjadi pada sejumlah rute utama dari Balikpapan. Salah satunya rute Balikpapan–Jakarta yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,1 juta per orang, kini meningkat menjadi sekitar Rp1,7 juta hingga Rp2 juta.
“Ada kenaikan rata-rata Rp 700 ribu sampai dengan Rp 800 ribu untuk harga tiket,” ujar Iwan saat menjadi pembicara dalam diskusi mengenai sektor penerbangan Kalimantan Timur di tengah pelemahan rupiah.
Kenaikan tarif penerbangan tidak hanya terjadi pada rute Balikpapan–Jakarta, tetapi juga pada sejumlah rute dengan tingkat permintaan tinggi lainnya seperti Balikpapan–Surabaya dan Balikpapan–Yogyakarta.
Iwan menjelaskan, sebagian besar pengguna jasa Bandara Sepinggan saat ini masih didominasi pelaku perjalanan dinas dan pekerja yang melakukan mobilitas keluar maupun masuk Balikpapan.
Di sisi lain, mahalnya harga tiket pesawat mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan transportasi laut. Berdasarkan data yang diterima pihak bandara, terjadi peningkatan jumlah penumpang di pelabuhan sekitar 30 hingga 40 persen.
Meski demikian, pihak bandara menegaskan tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga tiket penerbangan karena hal tersebut sepenuhnya menjadi kebijakan maskapai.
“Untuk penetapan harga tiket adalah kewenangan maskapai. Kami dari sisi airport tidak punya kendali terkait dengan harga tiket tersebut,” jelasnya.
Iwan mengatakan harga avtur menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya operasional penerbangan. Porsinya mencapai sekitar 40 persen dari struktur biaya yang memengaruhi harga tiket.
Ia memaparkan, harga avtur pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp15.248,10 per liter. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp28.949,13 per liter pada Mei 2026 sebelum turun menjadi Rp25.966,29 per liter pada Juni 2026.
Kendati jumlah penumpang mengalami penurunan, manajemen Bandara SAMS Sepinggan tetap optimistis target pergerakan penumpang tahun 2026 dapat tercapai.
“Kami optimistis karena masih ada enam bulan ke depan. Harapannya target sebanyak 5,3 juta penumpang hingga Desember 2026 dapat tercapai,” ujarnya.
Selain itu, pihak bandara berharap semakin banyak kegiatan berskala nasional maupun internasional digelar di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan. Kehadiran berbagai agenda tersebut dinilai dapat mendorong peningkatan kunjungan dan pergerakan penumpang melalui Bandara Sepinggan. (tnr)
- Penulis: admin
