Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Menuju Destinasi Internasional, Maratua Berbenah dari Kantor hingga Pengelolaan Sampah

Menuju Destinasi Internasional, Maratua Berbenah dari Kantor hingga Pengelolaan Sampah

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 674
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua, Rabu malam, 11 Februari 2026, tak sekadar menjadi forum rutin tahunan. Di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau, arah pembangunan pulau terluar itu kembali dipertajam: pariwisata harus naik kelas, tapi fondasi dasarnya tak boleh rapuh.

Di satu sisi, Maratua telah menjelma menjadi etalase wisata Berau. Di sisi lain, kebutuhan paling mendasar justru belum seluruhnya tuntas.

Camat Maratua, Ariyanto, memaparkan sejumlah persoalan yang masih membelit wilayahnya. Kantor camat, misalnya, hingga kini belum bisa difungsikan optimal. Bangunan yang direhabilitasi itu baru terpasang atap tanpa plafon. Aparatur kecamatan pun masih menyewa rumah warga untuk menjalankan pelayanan pemerintahan.

“Kami berharap penyelesaian rehabilitasi kantor camat bisa menjadi prioritas,” ujarnya.

Kebutuhan lain tak kalah mendesak: pengadaan lahan untuk pembangunan TK Negeri Maratua dan mobil pengangkut sampah bagi empat kampung. Bagi Ariyanto, persoalan sampah di pulau wisata tak bisa lagi ditangani secara seadanya. Lonjakan kunjungan wisatawan harus diimbangi sistem pengelolaan lingkungan yang memadai.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyadari posisi strategis Maratua. Ia menyebut pulau itu bukan lagi sekadar destinasi kabupaten, melainkan telah masuk peta wisata nasional hingga internasional. Indikasinya jelas: penerbangan langsung ke Maratua mulai tersedia, minat wisatawan terus meningkat.

Namun, Sri mengingatkan, popularitas tanpa tata kelola yang baik justru bisa menjadi beban.

“Potensi wisata harus dikelola optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran,” katanya.

Efisiensi anggaran menjadi konteks penting dalam Musrenbang kali ini. Alokasi Dana Kampung (ADK) disebut terbatas. Artinya, pemerintah kecamatan dan kampung dituntut lebih kreatif. Inovasi menjadi kata kunci—bukan sekadar menunggu gelontoran dana.

Isu sampah mendapat sorotan khusus. Bupati menekankan pentingnya menjaga wajah Maratua sebagai pulau wisata. Ia mendorong kolaborasi dari tingkat kecamatan, kampung, hingga RT. Dukungan dana RT sebesar Rp50 juta diarahkan untuk mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.

“Kita wujudkan Gerakan Indonesia ASRI di Maratua. Sampah bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga punya nilai ekonomis jika dikelola dengan baik,” ujarnya. Ia juga meminta TP PKK turut ambil peran membangun budaya bersih di tengah masyarakat.

Langkah konkret telah disiapkan untuk 2026. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan Tourism Information Center (TIC) dan sarana toilet di Teluk Harapan—dua fasilitas yang kerap menjadi tolok ukur kenyamanan destinasi. Pelatihan bahasa Inggris bagi pelaku wisata juga akan digelar, menyasar kebutuhan pelayanan wisatawan mancanegara.

Tak hanya itu, pusat UMKM dirancang untuk menjadi ruang promosi produk unggulan Maratua. Bupati menilai keberadaan UMKM center penting agar produk lokal tak tercecer dan mampu menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.

Dari sisi infrastruktur dasar, Sri menyebut seluruh jalan di Maratua telah beraspal. Tahap berikutnya adalah penambahan penerangan jalan umum (PJU). Sementara itu, agenda promosi seperti Maratua Jazz dan Maratua Run dipastikan tetap berlanjut untuk menjaga gaung destinasi.

Musrenbang Maratua kali ini memperlihatkan kontras yang nyata: di tengah statusnya sebagai surga wisata, pulau itu masih bergulat dengan ruang kantor, lahan sekolah, dan truk sampah. Tantangannya bukan lagi sekadar membangun, melainkan menata.

Jika pariwisata adalah etalase, maka kebersihan, pelayanan publik, dan kesiapan SDM adalah fondasinya. Maratua kini berada di persimpangan: menjadi destinasi indah yang rapuh, atau pulau wisata yang benar-benar tertata dan berdaya saing.(*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beban Puncak Capai 39 MW, PLN Tambah Mesin Jelang Pilkada dan Nataru di Berau

    Beban Puncak Capai 39 MW, PLN Tambah Mesin Jelang Pilkada dan Nataru di Berau

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.503
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dalam upaya meningkatkan pasokan listrik dan mengurangi risiko pemadaman di Kabupaten Berau, PLN berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) baru dengan kapasitas mesin 4 MW. Tambahan daya ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat Berau, khususnya dalam menghadapi sejumlah momen penting seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November mendatang, perayaan Natal […]

  • Wakil Bupati Berau Tekankan ASN Harus Jadi Motor Inovasi Pelayanan Publik

    Wakil Bupati Berau Tekankan ASN Harus Jadi Motor Inovasi Pelayanan Publik

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 863
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Bupati Berau, Gamalis menegaskan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai motor penggerak inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan pelepasan peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dan Pelatihan Dasar (LATSAR) Angkatan I dan II di Hotel Mercure, Jumat (10/10). Dalam sambutannya, Gamalis menyampaikan apresiasi […]

  • Bongkar 665 Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp1,2 Triliun

    Bongkar 665 Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp1,2 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG bersubsidi dalam kurun waktu 2025 hingga awal 2026. Mengutip CNN Indonesia, total terdapat 665 kasus yang berhasil dibongkar, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,2 triliun. Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifudin, menyebut angka kerugian tersebut berasal dari praktik penyalahgunaan subsidi […]

  • Dari Studio RRI Jakarta, Bupati Berau Tawarkan Potensi Wisata dan Investasi

    Dari Studio RRI Jakarta, Bupati Berau Tawarkan Potensi Wisata dan Investasi

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia (SDM) pelaku wisata, hingga pengembangan destinasi yang berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam dialog interaktif yang berlangsung di studio Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, […]

  • Beras 100 Ton, Jagung 1.000 Ton: Strategi Berau Redam Gejolak Harga Pangan

    Beras 100 Ton, Jagung 1.000 Ton: Strategi Berau Redam Gejolak Harga Pangan

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.337
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mengklaim laju inflasi di wilayahnya hingga Mei 2026 masih dalam batas aman, terutama pada kelompok pangan. Di balik angka yang relatif terkendali itu, pemerintah daerah tetap memasang kuda-kuda: stok bahan pokok diamankan, produksi pertanian digenjot. Bupati Berau, Sri Juniarsih menuturkan, posisi inflasi di daerahnya tidak termasuk yang mengkhawatirkan jika dibandingkan […]

  • Data Terintegrasi, Disnaker Berau Siap Atur Penyaluran Tenaga Kerja Lokal

    Data Terintegrasi, Disnaker Berau Siap Atur Penyaluran Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.173
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Berau meminta seluruh perusahaan di wilayahnya untuk melaporkan kebutuhan tenaga kerja secara langsung kepada instansi terkait. Langkah ini disebut penting agar data ketenagakerjaan lebih terintegrasi sekaligus mempermudah penyaluran tenaga kerja lokal. “Jika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, laporkan ke Disnaker. Kami yang akan mencarikan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan,” […]

expand_less