Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Derawan Tak Cukup, Berau Mulai Membidik Ekowisata Pedalaman

Derawan Tak Cukup, Berau Mulai Membidik Ekowisata Pedalaman

  • account_circle admin
  • calendar_month 57 menit yang lalu
  • visibility 8
  • print Cetak

BERAU– Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan mulai diarahkan menuju babak baru. Pemerintah daerah menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Arah tersebut masuk dalam pembangunan daerah periode 2025–2029. Namun pekerjaan rumahnya tidak sederhana. Berau tak hanya harus mendatangkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga memastikan uang yang dibawa wisatawan berputar di masyarakat tanpa mengorbankan alam yang justru menjadi modal utama pariwisata.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan daerah saat ini berada dalam proses transisi dari pertambangan menuju pariwisata.

“Kabupaten Berau saat ini sedang bertransisi dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata, yang kita harapkan mampu menopang ekonomi masyarakat, berbasis potensi sumber daya alam yang kita miliki,” ujarnya.

Berau memang memiliki modal besar. Selama ini nama Derawan, Maratua, dan Kakaban menjadi wajah utama pariwisata daerah. Di luar kawasan kepulauan, terdapat Labuan Cermin, Karst Merabu, Hutan Lindung Lesan, perkebunan cokelat di Kelay, hingga kekayaan sejarah dan budaya masyarakat.

Potensi tersebut yang ingin diperluas agar pariwisata Berau tidak hanya bergantung pada destinasi bahari.

Karst Merabu dan Hutan Lindung Lesan, misalnya, dipandang memiliki kekayaan ekologis dan sejarah yang dapat dikembangkan bersama narasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Ekowisata pedalaman diharapkan menjadi kekuatan lain di luar Derawan dan Maratua.

Di tengah ambisi menjadikan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru, pemerintah daerah menghadapi persoalan lain: seberapa jauh sebuah kawasan boleh menerima aktivitas wisata.

Sri Juniarsih mengingatkan peningkatan jumlah kunjungan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Bagaimana wisatawan datang, menikmati keindahan alam Berau, memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat kita, dan pada saat yang sama alam dan budaya kita tetap terjaga?” katanya.

Konsep daya dukung lingkungan atau carrying capacity karena itu menjadi penting, terutama untuk pulau, pesisir dan kawasan laut yang memiliki nilai konservasi tinggi.

Tidak semua kawasan, menurut pemerintah daerah, dapat dibuka atau dikembangkan secara masif. Zonasi ekologis dan batas kemampuan lingkungan menerima wisatawan perlu menjadi bagian dari perencanaan.

“Jangan sampai karena ingin mengejar pertumbuhan pariwisata dalam jangka pendek, kita justru merusak aset wisata yang menjadi kekuatan kita dalam jangka panjang,” tegasnya.

Persoalan tersebut menjadi krusial bagi Berau. Sebab berbeda dengan sektor yang mengandalkan pembangunan fisik semata, sebagian besar produk wisata daerah justru bergantung pada kualitas ekosistem yang masih terjaga.

Arah baru pariwisata itu kini sedang diterjemahkan melalui revisi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah atau RIPPARDA Kabupaten Berau.

Draft final revisi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 di Bapelitbang Berau, Rabu, 12 Agustus 2026.

Sri Juniarsih meminta dokumen tersebut tidak berhenti sebagai persyaratan administratif. Kebijakan di dalam RIPPARDA harus dapat diterjemahkan menjadi program, kegiatan hingga penganggaran.

Tahapan harmonisasi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan pendaftaran ke Propemperda juga didorong rampung tahun ini.

Pengembangan pariwisata pun tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Infrastruktur, konektivitas, lingkungan, pelayanan dasar hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan keterlibatan lintas perangkat daerah.

“Standar pelayanan kita harus naik kelas,” katanya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan transisi tersebut bukan sekadar seberapa banyak destinasi baru dibuka atau wisatawan yang datang.

Tantangannya adalah apakah pariwisata benar-benar mampu menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat ketika ketergantungan Berau terhadap sumber daya ekstraktif perlahan harus dikurangi.

“Rakor hari ini harus menghasilkan komitmen yang konkret, pembagian peran yang jelas, dan langkah kerja yang dapat segera kita tindak lanjuti. Mari kita bangun pariwisata yang ekonominya tumbuh, lingkungannya terjaga, budayanya lestari, masyarakatnya sejahtera,” ungkapnya. (AFN)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tepian Teratai Bersolek: Rombong Baru untuk PKL Akan Segera Hadir

    Tepian Teratai Bersolek: Rombong Baru untuk PKL Akan Segera Hadir

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Revitalisasi sepanjang tepian Sungai Segah masih berlanjut. Setelah tepian Ahmad Yani, Tepian Teratai di Jalan Pulau Derawan kini mulai terlihat perubahannya. Kabar gembiranya, Pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang lokasi revitalisasi bakal dapat bantuan rombong berjualan, sama dengan yang didapat PKL di tepian Ahmad Yani. “Diskoperindag Berau masih melakukan koordinasi […]

  • PWI Berau Diminta Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

    PWI Berau Diminta Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 624
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara resmi melantik pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Berau periode 2024-2027 pada Jumat (2/8/2024). Dalam kesempatan ini, Bupati menyampaikan selamat kepada Ketua PWI Berau yang baru, Yudi Perdana beserta pengurus lainnya, dan berharap kepemimpinannya dapat membawa PWI ke arah yang lebih profesional dan bermartabat. “Saya […]

  • Harkanas 2024: Peringatan Hari Ikan Nasional Meriahkan Berau dengan Festival Ikan Hias dan Bazar UMKM

    Harkanas 2024: Peringatan Hari Ikan Nasional Meriahkan Berau dengan Festival Ikan Hias dan Bazar UMKM

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Perikanan, menggelar berbagai kegiatan menarik untuk memperingati Hari Ikan Nasional (Harkanas) ke-11 tahun 2024. Pameran ikan hias dan bazar UMKM yang diadakan di Gedung Gor Graha Pemuda, Senin (11/11/2024), menarik perhatian masyarakat, khususnya penggemar ikan hias dan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Berau. Dengan tema “Ikan sebagai […]

  • Pemkab Berau Buka Seleksi 29 Jabatan Strategis, ASN Diminta Siap Bersaing

    Pemkab Berau Buka Seleksi 29 Jabatan Strategis, ASN Diminta Siap Bersaing

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 321
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau resmi mengumumkan perubahan seleksi terbuka pengisian Jabatan Administrator di lingkungan Pemkab Berau Tahun 2026. Pengumuman tersebut diterbitkan melalui Tim Penilai Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Berau dengan nomor surat 820/6/TPKASN/2026 tertanggal 19 Mei 2026. Dalam pengumuman itu, sebanyak 29 jabatan administrator setara Eselon III.b dibuka untuk diisi melalui mekanisme […]

  • Tim Damkar Berau Lakukan Operasi Malam Hari untuk Hapus Ancaman Tawon

    Tim Damkar Berau Lakukan Operasi Malam Hari untuk Hapus Ancaman Tawon

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    BERAU — Puskesmas Pembantu Kampung Punan Segah di Berau baru-baru ini mengalami gangguan akibat kehadiran sarang tawon vespa ban kuning. Keberadaan tawon berbahaya ini memicu kekhawatiran di kalangan tenaga medis serta masyarakat yang tinggal di sekitar fasilitas kesehatan tersebut. Untuk mengatasi situasi ini, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau diutus ke lokasi […]

  • Semangat Belajar Budaya! Siswa Berau Ditugaskan Buat Laporan dari Pawai HUT Kabupaten dan Kota

    Semangat Belajar Budaya! Siswa Berau Ditugaskan Buat Laporan dari Pawai HUT Kabupaten dan Kota

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute jalan pawai budaya dalam rangka HUT ke-71 Kabupaten Berau dan HUT ke-214 Kota Tanjung Redeb. Pawai budaya bertajuk Berau Culture Festival yang digelar Pemkab Berau pada Senin (9/9/2024) pagi ini, tergolong berbeda dengan tahun sebelumnya. Di pawai Budaya tahun ini, anak-anak usia sekolah mulai dari tingkat PAUD, […]

expand_less