Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Derawan Tak Cukup, Berau Mulai Membidik Ekowisata Pedalaman

Derawan Tak Cukup, Berau Mulai Membidik Ekowisata Pedalaman

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 79
  • print Cetak

BERAU– Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan mulai diarahkan menuju babak baru. Pemerintah daerah menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Arah tersebut masuk dalam pembangunan daerah periode 2025–2029. Namun pekerjaan rumahnya tidak sederhana. Berau tak hanya harus mendatangkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga memastikan uang yang dibawa wisatawan berputar di masyarakat tanpa mengorbankan alam yang justru menjadi modal utama pariwisata.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan daerah saat ini berada dalam proses transisi dari pertambangan menuju pariwisata.

“Kabupaten Berau saat ini sedang bertransisi dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata, yang kita harapkan mampu menopang ekonomi masyarakat, berbasis potensi sumber daya alam yang kita miliki,” ujarnya.

Berau memang memiliki modal besar. Selama ini nama Derawan, Maratua, dan Kakaban menjadi wajah utama pariwisata daerah. Di luar kawasan kepulauan, terdapat Labuan Cermin, Karst Merabu, Hutan Lindung Lesan, perkebunan cokelat di Kelay, hingga kekayaan sejarah dan budaya masyarakat.

Potensi tersebut yang ingin diperluas agar pariwisata Berau tidak hanya bergantung pada destinasi bahari.

Karst Merabu dan Hutan Lindung Lesan, misalnya, dipandang memiliki kekayaan ekologis dan sejarah yang dapat dikembangkan bersama narasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Ekowisata pedalaman diharapkan menjadi kekuatan lain di luar Derawan dan Maratua.

Di tengah ambisi menjadikan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru, pemerintah daerah menghadapi persoalan lain: seberapa jauh sebuah kawasan boleh menerima aktivitas wisata.

Sri Juniarsih mengingatkan peningkatan jumlah kunjungan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Bagaimana wisatawan datang, menikmati keindahan alam Berau, memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat kita, dan pada saat yang sama alam dan budaya kita tetap terjaga?” katanya.

Konsep daya dukung lingkungan atau carrying capacity karena itu menjadi penting, terutama untuk pulau, pesisir dan kawasan laut yang memiliki nilai konservasi tinggi.

Tidak semua kawasan, menurut pemerintah daerah, dapat dibuka atau dikembangkan secara masif. Zonasi ekologis dan batas kemampuan lingkungan menerima wisatawan perlu menjadi bagian dari perencanaan.

“Jangan sampai karena ingin mengejar pertumbuhan pariwisata dalam jangka pendek, kita justru merusak aset wisata yang menjadi kekuatan kita dalam jangka panjang,” tegasnya.

Persoalan tersebut menjadi krusial bagi Berau. Sebab berbeda dengan sektor yang mengandalkan pembangunan fisik semata, sebagian besar produk wisata daerah justru bergantung pada kualitas ekosistem yang masih terjaga.

Arah baru pariwisata itu kini sedang diterjemahkan melalui revisi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah atau RIPPARDA Kabupaten Berau.

Draft final revisi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 di Bapelitbang Berau, Rabu, 12 Agustus 2026.

Sri Juniarsih meminta dokumen tersebut tidak berhenti sebagai persyaratan administratif. Kebijakan di dalam RIPPARDA harus dapat diterjemahkan menjadi program, kegiatan hingga penganggaran.

Tahapan harmonisasi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan pendaftaran ke Propemperda juga didorong rampung tahun ini.

Pengembangan pariwisata pun tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Infrastruktur, konektivitas, lingkungan, pelayanan dasar hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan keterlibatan lintas perangkat daerah.

“Standar pelayanan kita harus naik kelas,” katanya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan transisi tersebut bukan sekadar seberapa banyak destinasi baru dibuka atau wisatawan yang datang.

Tantangannya adalah apakah pariwisata benar-benar mampu menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat ketika ketergantungan Berau terhadap sumber daya ekstraktif perlahan harus dikurangi.

“Rakor hari ini harus menghasilkan komitmen yang konkret, pembagian peran yang jelas, dan langkah kerja yang dapat segera kita tindak lanjuti. Mari kita bangun pariwisata yang ekonominya tumbuh, lingkungannya terjaga, budayanya lestari, masyarakatnya sejahtera,” ungkapnya. (AFN)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Pejabat Dilantik, Ketua DPRD Tekankan Integritas & Layanan Publik: Momentum Tingkatkan Kinerja OPD

    Tujuh Pejabat Dilantik, Ketua DPRD Tekankan Integritas & Layanan Publik: Momentum Tingkatkan Kinerja OPD

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyambut positif pelantikan tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator yang dilakukan Bupati Sri Juniarsih pada Selasa, 2 Desember 2025. Ia menilai langkah ini sebagai strategi penting untuk mempercepat arah pembangunan daerah menjelang tahun program 2026. Menurut Dedy, rotasi tersebut bukan sekadar pergantian kursi, melainkan bentuk […]

  • Numpang Tinggal di Rumah Teman, Pria Ini Malah Gasak Motor dan Kabur

    Numpang Tinggal di Rumah Teman, Pria Ini Malah Gasak Motor dan Kabur

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Batu Putih — Unit Reserse Kriminal Polsek Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menangkap seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor milik rekannya sendiri. Pelaku diamankan pada Rabu, 4 Maret 2026, setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan korban. Kapolsek Talisayan AKP Rakhmad Wiwit Diantomenyatakan pencurian terjadi pada Senin, 2 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 Wita di […]

  • Kontrak PPPK Berau Berakhir 2026, Evaluasi Kinerja Jadi Penentu

    Kontrak PPPK Berau Berakhir 2026, Evaluasi Kinerja Jadi Penentu

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.460
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Berau menghadapi ketidakpastian menjelang berakhirnya masa kontrak mereka pada 2026. Hingga kini, belum ada kepastian apakah kontrak akan diperpanjang atau tidak. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Berau, Sri Eka Takariyati, mengatakan perpanjangan kontrak sepenuhnya menjadi kewenangan organisasi perangkat daerah […]

  • Berau Teguhkan Komitmen untuk Pilkada Jujur, Adil, dan Damai

    Berau Teguhkan Komitmen untuk Pilkada Jujur, Adil, dan Damai

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Ribuan masyarakat Kabupaten Berau menunjukkan komitmen mereka untuk menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) November mendatang dengan penuh semangat pada acara Deklarasi Pilkada Damai 2024. Deklarasi tersebut digelar di area Car Free Day (CFD) Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Minggu pagi. Acara tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Zona.my.id, yang […]

  • Bandara Kalimarau Bersatu Basmi Judi Online, Siap-Siap Ditindak Tegas!

    Bandara Kalimarau Bersatu Basmi Judi Online, Siap-Siap Ditindak Tegas!

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Teluk Bayur — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Bandara Kalimarau bersinergi memberantas judi online dan segala bentuk perjudian di lingkungannya. Hal ini merespon Surat Edaran Nomor SE-MHB 3 tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Judi Online yang diterbitkan Kemenhub. Kepala Kantor BLU UPBU Bandara Kalimarau, Ferdinan Nurdin, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pegawai yang melanggar […]

  • Bupati Sri Juniarsih Dorong Warga Manfaatkan Diskon PBB Sebelum September Berakhir

    Bupati Sri Juniarsih Dorong Warga Manfaatkan Diskon PBB Sebelum September Berakhir

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 747
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kebijakan diskon Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Berau terbukti efektif mendorong kesadaran masyarakat untuk melunasi kewajibannya. Hingga 8 September 2025, realisasi penerimaan PBB-P2 tercatat Rp2,76 miliar atau 50,2 persen dari target Rp5,5 miliar. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, mengatakan tren penerimaan pajak meningkat tajam […]

expand_less