Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Ketika Modernisasi Mengetuk Talisayan, Tradisi Bahari Tetap Bertahan

Ketika Modernisasi Mengetuk Talisayan, Tradisi Bahari Tetap Bertahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 63
  • print Cetak

TALISAYAN – Di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi, masyarakat Talisayan masih mempertahankan satu tradisi yang mengikat kehidupan mereka dengan laut: Tulak Bala Buang Naas.

Tradisi yang diwariskan lintas generasi itu kembali dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Talisayan, Selasa (12/8/2026). Bukan sekadar agenda tahunan, ritual tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdoa, menjaga silaturahmi, sekaligus mempertahankan identitas masyarakat pesisir.

Bagi warga Talisayan, laut bukan hanya bentang alam. Sebagian kehidupan masyarakat bergantung pada kawasan pesisir. Karena itu, keselamatan menjadi salah satu pesan utama yang terus dibawa dalam tradisi tersebut.

Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, mengatakan tradisi Tulak Bala telah berlangsung sejak dahulu dan terus dipertahankan hingga sekarang. Selain menjadi doa bersama, tradisi tersebut merupakan ikhtiar masyarakat memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.

“Karena masyarakat Talisayan sangat dekat dengan laut, kami berharap seluruh aktivitas masyarakat di pesisir selalu diberikan perlindungan dan keselamatan. Tradisi ini juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus identitas daerah,” ujarnya.

Salah satu bagian penting dalam tradisi tersebut adalah prosesi Buang Naas. Air linjuang yang sebelumnya telah disiapkan dan dibacakan doa disiramkan kepada perwakilan anak masyarakat kampung. Tetua adat mengawali prosesi tersebut sebelum kemudian dilanjutkan Wakil Bupati Berau Gamalis bersama pejabat dan unsur masyarakat yang hadir.

Di balik prosesi itu tersimpan harapan sederhana: keselamatan bagi masyarakat dan dijauhkannya kampung dari marabahaya.

Tradisi tersebut sekaligus membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kampung Talisayan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, masyarakat mengangkat tema “Merawat Silaturahmi, Melestarikan Adat Bahari untuk Talisayan Berkah dan Harmoni”.

Namun, tantangan menjaga tradisi kini tak hanya soal bagaimana ritual terus dilaksanakan setiap tahun. Perubahan pola hidup, perkembangan teknologi, hingga kuatnya pengaruh media sosial membuat proses pewarisan budaya kepada generasi berikutnya menjadi semakin penting.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai adat bahari Talisayan harus tetap memiliki tempat di tengah perkembangan masyarakat.

“Ini bagian dari kebudayaan masyarakat Talisayan yang harus kita jaga. Kita ingin masyarakat terus maju, tetapi tidak kehilangan jati dirinya,” katanya.

Menurut Gamalis, generasi muda perlu diperkenalkan dan dilibatkan dalam kegiatan adat. Tanpa regenerasi, tradisi yang selama ini bertahan berisiko semakin jauh dari kehidupan generasi berikutnya.

Pelestarian adat juga dinilai dapat berjalan bersama pengembangan pariwisata pesisir selatan Berau. Tradisi lokal memiliki sesuatu yang tidak dapat digantikan hanya dengan pembangunan destinasi: cerita, karakter, dan identitas masyarakat yang hidup di dalamnya.

Gamalis melihat nilai tersebut sebagai potensi yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus menjadi pembeda Talisayan dengan daerah pesisir lainnya.

Bagi masyarakat Talisayan, Tulak Bala Buang Naas pada akhirnya bukan sekadar ritual untuk mempertahankan sesuatu dari masa lalu.

Tradisi itu menjadi cara masyarakat menjaga hubungan dengan laut, mengikat kembali kebersamaan, serta memastikan bahwa kemajuan tidak membuat Talisayan kehilangan cerita tentang siapa mereka. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buaya Muncul di Permukiman, BPBD Berau Akui Keterbatasan Penanganan

    Buaya Muncul di Permukiman, BPBD Berau Akui Keterbatasan Penanganan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    BERAU — Kemunculan buaya di sejumlah kawasan permukiman di Kabupaten Berau kembali menjadi perhatian. Isu ini mencuat dalam rapat gabungan DPRD Berau pada Senin (27/4/2026), setelah Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, menyampaikan keresahan warga. Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, membenarkan adanya laporan kemunculan buaya di beberapa wilayah. “Kasus buayanya ada di beberapa lokasi […]

  • Intervensi Gizi di Berau: PMT Lokal untuk Ibu Hamil dan Balita

    Intervensi Gizi di Berau: PMT Lokal untuk Ibu Hamil dan Balita

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 851
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb  – Pemerintah Kabupaten Berau terus mengintensifkan program pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di wilayahnya. Program PMT, yang ditujukan untuk balita dan ibu hamil, berfokus pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, terutama mereka yang terindikasi mengalami stunting. Stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia, dan hal ini mendorong pemerintah […]

  • DPMK Berau Ingatkan Penurunan ADK 2026, Kampung Harus Tetap Naik Kelas Lewat Inovasi dan Penguatan Potensi Lokal

    DPMK Berau Ingatkan Penurunan ADK 2026, Kampung Harus Tetap Naik Kelas Lewat Inovasi dan Penguatan Potensi Lokal

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau mengingatkan seluruh pemerintah kampung agar semakin cermat dalam menyusun perencanaan pembangunan. Meski Alokasi Dana Kampung (ADK) 2026 diproyeksikan menurun, target peningkatan status kampung tetap tidak berubah: kampung harus terus naik kelas. Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, menegaskan bahwa kualitas pembangunan desa tidak boleh berpatokan pada […]

  • Beras 100 Ton, Jagung 1.000 Ton: Strategi Berau Redam Gejolak Harga Pangan

    Beras 100 Ton, Jagung 1.000 Ton: Strategi Berau Redam Gejolak Harga Pangan

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.330
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mengklaim laju inflasi di wilayahnya hingga Mei 2026 masih dalam batas aman, terutama pada kelompok pangan. Di balik angka yang relatif terkendali itu, pemerintah daerah tetap memasang kuda-kuda: stok bahan pokok diamankan, produksi pertanian digenjot. Bupati Berau, Sri Juniarsih menuturkan, posisi inflasi di daerahnya tidak termasuk yang mengkhawatirkan jika dibandingkan […]

  • Pria 56 Tahun Ditikam 10 Kali di Berau, Polisi Dalami Dugaan Dendam Lama

    Pria 56 Tahun Ditikam 10 Kali di Berau, Polisi Dalami Dugaan Dendam Lama

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    BERAU – Insiden berdarah yang menimpa seorang pria paruh baya di Jalan Bujangga, Kelurahan Sei Bedungun, pada Selasa (28/4/2026) malam, mengarah pada dugaan motif dendam pribadi. Meski pelaku masuk melalui jendela, aksi penikaman brutal secara berulang kali tanpa mengambil barang berharga memperkuat indikasi adanya persoalan lama antara pelaku dan korban. Korban bernama Ramli (56) kini […]

  • Tragis, Seorang Nelayan di Bulungan Meninggal Dunia Saat Memancing

    Tragis, Seorang Nelayan di Bulungan Meninggal Dunia Saat Memancing

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Ismail, seorang nelayan berusia 45 tahun, ditemukan meninggal dunia di perahunya saat mencari ikan di Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, pada Senin pagi, 11 Mei 2026. Diduga, ia tewas akibat tersetrum oleh alat setrum ikan yang digunakannya sendiri. Kombes Pol Rofikoh, Kapolresta Bulungan, mengonfirmasi insiden tersebut setelah menerima laporan […]

expand_less