Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Ketika Modernisasi Mengetuk Talisayan, Tradisi Bahari Tetap Bertahan

Ketika Modernisasi Mengetuk Talisayan, Tradisi Bahari Tetap Bertahan

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 12
  • print Cetak

TALISAYAN – Di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi, masyarakat Talisayan masih mempertahankan satu tradisi yang mengikat kehidupan mereka dengan laut: Tulak Bala Buang Naas.

Tradisi yang diwariskan lintas generasi itu kembali dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Talisayan, Selasa (12/8/2026). Bukan sekadar agenda tahunan, ritual tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdoa, menjaga silaturahmi, sekaligus mempertahankan identitas masyarakat pesisir.

Bagi warga Talisayan, laut bukan hanya bentang alam. Sebagian kehidupan masyarakat bergantung pada kawasan pesisir. Karena itu, keselamatan menjadi salah satu pesan utama yang terus dibawa dalam tradisi tersebut.

Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, mengatakan tradisi Tulak Bala telah berlangsung sejak dahulu dan terus dipertahankan hingga sekarang. Selain menjadi doa bersama, tradisi tersebut merupakan ikhtiar masyarakat memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.

“Karena masyarakat Talisayan sangat dekat dengan laut, kami berharap seluruh aktivitas masyarakat di pesisir selalu diberikan perlindungan dan keselamatan. Tradisi ini juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus identitas daerah,” ujarnya.

Salah satu bagian penting dalam tradisi tersebut adalah prosesi Buang Naas. Air linjuang yang sebelumnya telah disiapkan dan dibacakan doa disiramkan kepada perwakilan anak masyarakat kampung. Tetua adat mengawali prosesi tersebut sebelum kemudian dilanjutkan Wakil Bupati Berau Gamalis bersama pejabat dan unsur masyarakat yang hadir.

Di balik prosesi itu tersimpan harapan sederhana: keselamatan bagi masyarakat dan dijauhkannya kampung dari marabahaya.

Tradisi tersebut sekaligus membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kampung Talisayan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, masyarakat mengangkat tema “Merawat Silaturahmi, Melestarikan Adat Bahari untuk Talisayan Berkah dan Harmoni”.

Namun, tantangan menjaga tradisi kini tak hanya soal bagaimana ritual terus dilaksanakan setiap tahun. Perubahan pola hidup, perkembangan teknologi, hingga kuatnya pengaruh media sosial membuat proses pewarisan budaya kepada generasi berikutnya menjadi semakin penting.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai adat bahari Talisayan harus tetap memiliki tempat di tengah perkembangan masyarakat.

“Ini bagian dari kebudayaan masyarakat Talisayan yang harus kita jaga. Kita ingin masyarakat terus maju, tetapi tidak kehilangan jati dirinya,” katanya.

Menurut Gamalis, generasi muda perlu diperkenalkan dan dilibatkan dalam kegiatan adat. Tanpa regenerasi, tradisi yang selama ini bertahan berisiko semakin jauh dari kehidupan generasi berikutnya.

Pelestarian adat juga dinilai dapat berjalan bersama pengembangan pariwisata pesisir selatan Berau. Tradisi lokal memiliki sesuatu yang tidak dapat digantikan hanya dengan pembangunan destinasi: cerita, karakter, dan identitas masyarakat yang hidup di dalamnya.

Gamalis melihat nilai tersebut sebagai potensi yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus menjadi pembeda Talisayan dengan daerah pesisir lainnya.

Bagi masyarakat Talisayan, Tulak Bala Buang Naas pada akhirnya bukan sekadar ritual untuk mempertahankan sesuatu dari masa lalu.

Tradisi itu menjadi cara masyarakat menjaga hubungan dengan laut, mengikat kembali kebersamaan, serta memastikan bahwa kemajuan tidak membuat Talisayan kehilangan cerita tentang siapa mereka. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Minta Pengawasan Proyek Infrastruktur Diperketat

    DPRD Berau Minta Pengawasan Proyek Infrastruktur Diperketat

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 285
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- DPRD Kabupaten Berau mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengabaikan kualitas pembangunan infrastruktur di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan. Pengawasan terhadap proyek fisik dinilai harus diperkuat agar hasil pembangunan benar-benar sesuai standar. Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menilai masih ada proyek pembangunan yang kualitasnya dipertanyakan karena tidak sepenuhnya mengikuti perencanaan awal. […]

  • JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    JATAM: Lubang Tambang di DAS Kelay Berau Lebih Dalam dari Sungai, Ancam Keselamatan Warga

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Samarinda — Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur (Kaltim), menilai dampak aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Berau telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.   Ancaman tersebut tidak lagi sebatas pencemaran air, melainkan perubahan bentang alam ekstrem yang berisiko langsung terhadap keselamatan masyarakat.   Sorotan publik kemudian menguat, setelah beredar luas di media sosial foto lubang […]

  • Mimpi Tambang Tak Lagi Pasti, Tenaga Lokal Terdesak di Tengah PHK

    Jokowi Warning Perusahaan Tambang: Reklamasi Adalah Kewajiban Mutlak

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) ke Bumi Batiwakkal pada Kamis (26/9/2024) menjadi momentum berharga bagi masyarakat Berau untuk menyampaikan keluh kesah secwra langsung terhadap berbagai persoalan yang terjadi saat ini. Mulai dari persoalan listrik hingga peluang peningkatan ekonomi lewat kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim. Bahkan, persoalan […]

  • Tambang Ilegal Bikin Target Pajak Meleset, Bapenda Berau Desak Pemungutan Tak Bergantung pada Izin

    Tambang Ilegal Bikin Target Pajak Meleset, Bapenda Berau Desak Pemungutan Tak Bergantung pada Izin

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 709
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Realisasi pajak sektor mineral bukan logam dan bantuan(MBLB) di Kabupaten Berau hingga akhir September 2025 jauh dari target. Dari total target Rp. 600 juta, baru sekitar Rp49,9 juta yanf berhasil masuk ke kas daerah. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, menyebut rendahnya pencapaian ini dipicu oleh maraknya aktivitas pertambagan tanpa […]

  • Soal Adanya Dugaan Karyawan Tambang Tewas, RSUD: Data Medis Bersifat Rahasia

    Soal Adanya Dugaan Karyawan Tambang Tewas, RSUD: Data Medis Bersifat Rahasia

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – ANS Karyawan PT HPU yang diduga mengalami kecelakaan kerja, rupanya sempat mendapat perawatan di RSUD dr Abdul Rivai. ANS mendapat perawatan di RSUD dr Abdul Rivai pada 10 Juli lalu. Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram membenarkan bahwa ANS sempat dirawat di rumah sakit. “Benar atas nama tersebut (Nama Korban, Red) tercatat […]

  • Rudi P. Mangunsong Minta BUMD Berinovasi dan Diversifikasi Usaha untuk Dongkrak PAD Berau

    Rudi P. Mangunsong Minta BUMD Berinovasi dan Diversifikasi Usaha untuk Dongkrak PAD Berau

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Rudi P. Mangunsong, menegaskan pentingnya peningkatan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu langkah strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Menurut Rudi, BUMD memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD, yang merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan […]

expand_less