Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Tragis, Seorang Nelayan di Bulungan Meninggal Dunia Saat Memancing

Tragis, Seorang Nelayan di Bulungan Meninggal Dunia Saat Memancing

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 247
  • print Cetak

TANJUNG SELOR – Ismail, seorang nelayan berusia 45 tahun, ditemukan meninggal dunia di perahunya saat mencari ikan di Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, pada Senin pagi, 11 Mei 2026. Diduga, ia tewas akibat tersetrum oleh alat setrum ikan yang digunakannya sendiri.

Kombes Pol Rofikoh, Kapolresta Bulungan, mengonfirmasi insiden tersebut setelah menerima laporan dari nelayan setempat. “Kami mendapatkan informasi pada Senin sekitar pukul 06.32 WITA mengenai penemuan jenazah di atas perahu di Sungai Tuan,” ungkapnya.

Ismail merupakan warga Teluk Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur. Pada saat kejadian, ia sedang mencari ikan bersama anaknya yang berusia 10 tahun. Sang anak pertama kali menyadari ada yang tidak beres sekitar pukul 05.50 WITA, ketika terbangun dan mendapati ayahnya terjatuh di tepi perahu.

Sang anak mengungkapkan bahwa ayahnya kesetrum dan segera meminta bantuan dari nelayan yang berada di sekitar lokasi. Dalam penemuan tersebut, Ismail ditemukan terlentang, dengan kaki tersangkut pada kabel setrum yang terhubung ke aki, sementara kepalanya terendam air. Anak korban berusaha mencabut kabel itu dan membangunkan ayahnya, namun tidak mendapatkan respons.

Dalam keadaan panik, anak tersebut berteriak meminta pertolongan, yang kemudian didengar oleh seorang pemancing bernama Martina Liang (40) beserta rekannya. “Mereka mendekati perahu dan mendengar teriakan minta tolong dari tengah sungai. Anak itu mengatakan bahwa bapaknya kesetrum dan terjatuh,” jelas Rofikoh.

Perahu yang sudah hanyut ke tengah sungai kemudian berhasil ditarik kembali ke tepi oleh warga. Keponakan korban, Saparrudin, tiba di lokasi setelah mendapatkan kabar dari rekannya dan menemukan Ismail sudah tidak bernyawa. “Korban dalam posisi terlentang, kaki tersangkut kabel setrum, dan kepala masuk ke air. Kami kemudian mengangkatnya ke perahu dan membawanya pulang,” ujarnya.

Menurut pihak keluarga, Ismail memiliki riwayat penyakit lambung, dan diduga saat menggunakan alat setrum ikan, ia mengalami serangan mendadak yang membuatnya pingsan dan terjatuh, sehingga tersangkut pada kabel setrum dan tidak dapat bernapas. “Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Barang bukti berupa aki dan kabel setrum juga telah diamankan oleh keluarga,” tambah Rofikoh.

“Kami telah menyusun berita acara penyerahan jenazah serta penolakan autopsi sesuai permintaan keluarga,” tutupnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Majukan Bidang Kelautan dan Perikanan Dengan Manfaatkan DAK

    Majukan Bidang Kelautan dan Perikanan Dengan Manfaatkan DAK

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 623
    • 0Komentar

    (16/11/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Kabupaten Berau menerima DAK Fisik Bidang Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 2,261,712,000 dari pemerintah pusat. Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah, berharap DAK tersebut dapat dimaksimalkan untuk mengatasi berbagai permasalahan di sektor kelautan dan perikanan. “Saya belum melihat secara detail di kelautan ini untuk apa. Tapi harapan kami, bisa […]

  • Perda Batik Lokal, Jalan DPRD Berau Lestarikan Budaya dan Majukan UMKM

    Perda Batik Lokal, Jalan DPRD Berau Lestarikan Budaya dan Majukan UMKM

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur kewajiban penggunaan batik khas Berau oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Usulan ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal yang kian tergerus zaman. Pernyataan tersebut disampaikan Sumadi dalam […]

  • PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    PT BBA: Lahan Sengketa di Gunung Sari, Bukan Pandan Sari

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.200
    • 0Komentar

    Segah — Konflik lahan antara PT Berau Bara Abadi (BBA) dan warga Kampung Pandan Sari, Kecamatan Segah, memasuki babak baru. Perusahaan tambang batu bara ini menegaskan bahwa lahan yang menjadi sumber perselisihan adalah bagian dari wilayah Gunung Sari, bukan Pandan Sari, sebagaimana diklaim oleh warga. Wanda Hatirindah, Kuasa Hukum PT BBA, menyatakan bahwa lahan tersebut […]

  • Hutan Mangrove Pulau Besing Terancam, Bekantan Bisa Tinggalkan Habitatnya

    Hutan Mangrove Pulau Besing Terancam, Bekantan Bisa Tinggalkan Habitatnya

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah daerah menaruh perhatian pada kelestarian hutan mangrove di Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur. Kawasan ini dikenal sebagai habitat utama bekantan, primata endemik yang menjadi ikon satwa khas Berau. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, menekankan pentingnya menjaga kondisi hutan bakau agar tetap alami dan tidak mengalami kerusakan. Menurut dia, […]

  • Kejaksaan: Kasus Truk Rem Blong dengan Ancaman 6 Tahun Tak Layak Restorative Justice

    Kejaksaan: Kasus Truk Rem Blong dengan Ancaman 6 Tahun Tak Layak Restorative Justice

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 414
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA – Tragedi lalu lintas maut kembali merenggut nyawa di Jalan Poros Bontang-Samarinda. Dua pengendara sepeda motor meregang nyawa setelah tertabrak truk yang mengalami rem blong di KM 25, Desa Santan Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Jumat (28/11/2025) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.30 WITA itu melibatkan sebuah truk […]

  • Ratusan Massa Demo Tolak Kenaikan Tarif Air, DPRD Berau Batalkan Kebijakan Perumdam Batiwakkal

    Ratusan Massa Demo Tolak Kenaikan Tarif Air, DPRD Berau Batalkan Kebijakan Perumdam Batiwakkal

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 647
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Berau menggelar aksi di depan Kantor DPRD Berau pada Selasa pagi (7/1). Aksi ini dipicu oleh kebijakan kenaikan tarif air minum yang diterapkan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batiwakkal, yang dianggap memberatkan warga. Kenaikan tarif yang mulai berlaku sejak 29 September 2025 tersebut […]

expand_less