Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Duel Mematikan di Samarinda: Pria Meninggal Usai Perkelahian dengan Penjaga Malam

Duel Mematikan di Samarinda: Pria Meninggal Usai Perkelahian dengan Penjaga Malam

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 147
  • print Cetak

SAMARINDA — Kasus kematian seorang pria yang belum teridentifikasi di galangan kapal Jalan Rambutan, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, mulai terkuak. Polisi menduga bahwa pria tersebut adalah pelaku pencurian yang terlibat dalam perkelahian dengan penjaga malam perusahaan, yang berujung pada kematiannya akibat luka serius, pada Minggu (10/5/2026).

Kapolsekta Palaran, Kompol Iswanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai penemuan korban. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban datang bersama dua rekannya menggunakan perahu ketinting untuk memasuki area perusahaan tanpa izin.

“Berdasarkan keterangan dari penjaga malam, terdapat tiga orang yang menggunakan satu perahu untuk memasuki wilayah perusahaan,” jelas Iswanto pada Senin (11/5/2026).

Iswanto menambahkan bahwa ketiga pria itu diduga berniat melakukan pencurian di galangan kapal tersebut.

“Indikasinya adalah mereka hendak mengambil barang milik perusahaan,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan tersebut sebelumnya telah mengalami beberapa kasus kehilangan barang, sehingga pengawasan malam diperketat oleh petugas keamanan.

Ketika aksi mereka ketahuan, dua orang pelaku berhasil melarikan diri melalui jalur darat. Namun, korban tertinggal dan diduga terlibat perkelahian dengan salah satu penjaga malam.

“Korban mengalami luka sabetan parang di lengan kanan akibat perkelahian tersebut,” ungkap Iswanto.

Luka parah di tangan korban menyebabkan kehilangan darah yang cukup banyak. Korban sempat dievakuasi menggunakan perahu milik warga menuju daratan, namun meninggal di tengah perjalanan.

Awalnya, warga yang memberikan bantuan mengira korban hanya sakit setelah diminta bantuan oleh pihak perusahaan. Namun, saat tiba di lokasi, mereka menemukan korban dalam kondisi parah dan tidak mampu berbicara dengan jelas.

Polisi kemudian membawa jasad korban ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk visum dan autopsi. Hingga saat ini, identitas korban masih belum terungkap karena tidak ada dokumen identitas yang ditemukan di tempat kejadian.

Polisi juga telah mengamankan penjaga malam yang terlibat dalam perkelahian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Masih kami dalami apakah ini termasuk dalam unsur penganiayaan atau pembelaan diri,” kata Iswanto.

Dalam proses penyelidikan, polisi menyita beberapa barang bukti, termasuk satu unit perahu ketinting, dua bilah parang, jaket, dan topi yang diduga milik korban, serta sampel darah di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, aparat masih memburu dua pria lain yang diduga bersama korban saat memasuki area perusahaan pada dini hari itu. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahaya untuk Balita! Lonjakan Interaksi Saat Lebaran Picu Risiko Penularan Campak

    Bahaya untuk Balita! Lonjakan Interaksi Saat Lebaran Picu Risiko Penularan Campak

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Samarinda — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Momentum Lebaran yang identik dengan silaturahmi dinilai berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fit Nawat, mengatakan penanganan masalah kesehatan memerlukan peran bersama, tidak hanya dari institusi kesehatan tetapi juga masyarakat […]

  • Program BSPS di Berau Jalan Terbatas, Pemkab Targetkan Minimal 300 Rumah per Tahun

    Program BSPS di Berau Jalan Terbatas, Pemkab Targetkan Minimal 300 Rumah per Tahun

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Berau tahun ini berjalan dalam keterbatasan. Dari ribuan rumah tidak layak huni yang tercatat, hanya 45 unit yang bisa ditingkatkan kualitasnya melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Jumlah itu merosot tajam dibanding 2024, ketika Berau memperoleh alokasi 345 unit. Penurunan drastis […]

  • Hasil Perkebunan Berau Siap Ekspor ke Prancis dan Belanda

    Hasil Perkebunan Berau Siap Ekspor ke Prancis dan Belanda

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 798
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Komoditas kakao di Kabupaten Berau kini mulai menunjukkan potensi besar untuk menembus pasar internasional. Berdasarkan data Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, total luas lahan kakao di wilayah ini mencapai 1.037 hektare, dengan sebaran terbesar berada di Kecamatan Sambaliung seluas 479 hektare. Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menyampaikan, selain Sambaliung, tanaman kakao juga […]

  • Pembangunan Jembatan Kelay III Terencana dalam Anggaran 2024: Fokus pada Pondasi sebagai Tahap Awal

    Pembangunan Jembatan Kelay III Terencana dalam Anggaran 2024: Fokus pada Pondasi sebagai Tahap Awal

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 679
    • 0Komentar

    (11/10/2023)  Beraunews.id, Tanjung Redeb —  Anggota Komisi III DPRD Berau, Subroto, mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Kelay III telah diajukan dalam usulan anggaran untuk tahun 2024. Meskipun tahap awal pembangunan akan terfokus pada pondasi jembatan, Subroto menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan kemungkinan besar telah selesai pada saat ini. Subroto menjelaskan bahwa keberadaan Jembatan Kelay III sangat menjadi […]

  • Mendorong Anak Menulis dari Hati, Bukan Sekadar Tugas Sekolah

    Mendorong Anak Menulis dari Hati, Bukan Sekadar Tugas Sekolah

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 593
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Bupati Berau, Sri Juniarsih, memberikan apresiasi terhadap pelatihan dan lomba menulis cerita fiksi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau pada 24–25 Juli 2025. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam membangun generasi literat yang kreatif dan percaya diri. “Saya sangat bangga dengan semangat anak-anak kita. Ini langkah nyata dalam […]

  • Pupuk Lokal Berau Perlu Perlindungan Hukum

    Pupuk Lokal Berau Perlu Perlindungan Hukum

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Petani di Kabupaten Berau saat ini sudah mulai memproduksi pupuk lokal. Namun, dukungan yang ada masih sangat kurang. Padahal pupuk ini berpotensi dipasarkan tak hanya dalam daerah saja, tapi juga bisa keluar Berau. “Kampung Kayu Indah Kecamatan Batu Putih sudah bisa membuat pupuk sendiri. Itu perlu didukung semua pihak terutama Pemkab Berau. […]

expand_less