Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 295
  • print Cetak

Tanjung Redeb — DI BALIK alunan sape yang lembut dan bernapas dari akar kebudayaan Kalimantan, tersimpan perjalanan seorang anak muda Berau bernama Muhammad Budhi Setiyawan, atau yang lebih dikenal sebagai Whansetiyawan. Lulusan Pengkajian Musik Nusantara Pascasarjana ISI Yogyakarta ini memilih sape bukan karena tren, melainkan karena cinta yang tidak bisa dijelaskan.

“Aku cinta aja, tanpa alasan. Cinta yang tulus itu tanpa alasan, kan?” katanya pelan, seolah tiap petikan sape adalah bahasa hati.

Perjalanannya tidak selalu mudah. Di masa awal, ia berhadapan dengan keterbatasan alat, produksi musik yang terbatas, hingga akses panggung yang belum luas. Namun kecintaannya pada musik tradisi membuatnya tidak berhenti. Baginya, sape bukan hanya instrumen — melainkan identitas budaya yang harus terus hidup.

Di titik inilah dukungan mulai datang. PT Berau Coal menjadi salah satu pihak yang memberi ruang bagi langkahnya, menghadirkannya dalam berbagai panggung kesenian dan budaya. Melalui program rutin perusahaan, namanya semakin dikenal, bak suara sape yang mengalun semakin jauh.

“Acara-acara PT Berau Coal seperti HSECM sangat membantu kami. Dari situlah kami bisa terus tampil dan berkembang,” tuturnya.

Puncak pembuktiannya hadir pada 25 April 2025, ketika Whansetiyawan terpilih tampil di acara peluncuran karya Swara Apurva bersama musisi besar Indra Lesmana di Bali. Sape yang ia mainkan menyatu dengan komposisi modern, menunjukkan bahwa musik tradisi tak pernah kalah oleh zaman — ia justru menemukan panggung baru.

“Terima kasih kepada Om Indra dan Tante Hon Lesmana serta PT Berau Coal yang selalu mendukung saya sejak kecil. Mulai dari bantuan Yayasan Dharma Bhakti, beasiswa Sungkai saat kuliah, hingga dukungan moral dan material selama berkesenian. Itu berarti sangat besar bagi saya,” ucapnya.

Di matanya, seni adalah barometer kemajuan. Bukan sekadar estetika, tetapi cermin kualitas peradaban.

“Semakin baik karya seni yang lahir, semakin baik pula masyarakatnya. Saya berharap perusahaan dan pihak-pihak daerah terus mendukung seniman muda, karena dari tangan-tangan mereka masa depan budaya itu tumbuh,” pesannya.

Komitmen tersebut kini terus dihidupkan. PT Berau Coal berperan aktif menjaga ruang bagi seniman lokal, agar tradisi tidak lekang dan kreativitas terus menemukan jalannya.

Sape Whansetiyawan bukan hanya bunyi — ia adalah tanda bahwa seni Berau tidak tinggal diam. Ia bergerak, tumbuh, dan siap berdiri sejajar dengan panggung-panggung besar Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Ilyas Natsir, menilai perjalanan Whansetiyawan adalah gambaran tentang bagaimana kekuatan tradisi mampu tumbuh di tangan generasi baru. Baginya, kehadiran seniman muda yang konsisten menjaga warisan daerah adalah aset yang tidak ternilai bagi Berau.

“Whansetiyawan menunjukkan bahwa budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan kembali dan diperkenalkan kepada dunia dengan cara yang sesuai zaman,” ujar Ilyas.

Ia juga mengapresiasi dukungan dunia industri, khususnya PT Berau Coal, yang terus memberi ruang bagi talenta lokal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dan sektor swasta harus terus diperkuat agar seni tradisi Berau tak berhenti sebagai warisan, melainkan menjadi energi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah di kancah nasional hingga mancanegara.

“Kami percaya bahwa Sape dan musisi-musisi muda Berau memiliki potensi besar. Pemerintah akan terus berupaya memberikan ruang, fasilitas, dan dorongan, agar karya seperti milik Whansetiyawan tidak hanya bergema di acara lokal, tetapi juga menjadi representasi budaya Berau di panggung yang lebih luas,” tegasnya. (akm/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Gentar Tekanan Fiskal, Berau Expo 2025 Digelar Demi UMKM Naik Kelas

    Tak Gentar Tekanan Fiskal, Berau Expo 2025 Digelar Demi UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan tetap akan menggelar Berau Expo pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kecamatan Tanjung Redeb tahun 2025 ini, meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, Jumat (25/7/2025). Menurut Said, keputusan untuk tetap melaksanakan Berau Expo merupakan bentuk nyata dari komitmen […]

  • Karya Kreatif Wajib Punya Pasar dan Kapasitas Produksi yang Kuat

    Karya Kreatif Wajib Punya Pasar dan Kapasitas Produksi yang Kuat

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.238
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) tidak cukup hanya mengandalkan estetika dan inovasi visual. Di balik sebuah karya, harus ada kemampuan menjaga kesinambungan produksi dan memastikan nilai ekonominya terus tumbuh. Pesan itu kembali disampaikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau sebagai arahan bagi para pelaku ekraf di daerah. Kepala […]

  • Berkendara Aman: Patuhi Aturan Lalu Lintas di Operasi Zebra Mahakam 2024

    Berkendara Aman: Patuhi Aturan Lalu Lintas di Operasi Zebra Mahakam 2024

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.371
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Polres Berau menggelar Apel Pasukan Operasi Zebra Mahakam 2024 pada Senin, 14 Oktober 2024, di Lapangan Apel Polres Berau, Jalan Gatot Subroto. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar, sebagai Inspektur Apel. Dalam amanatnya, Kapolres Berau menyampaikan bahwa Operasi Zebra Mahakam merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh […]

  • YouTube Dinilai Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak: Komdigi Beri Teguran Keras

    YouTube Dinilai Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak: Komdigi Beri Teguran Keras

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Jakarta – Surat teguran resmi dilayangkan kepada Google setelah platform YouTube dinilai belum mematuhi aturan perlindungan anak dalam PP Tunas. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah ini sebagai sinyal tegas bahwa pemerintah mulai bersikap keras terhadap platform digital yang abai regulasi. Teguran tersebut disampaikan langsung oleh Menkomdigi Meutya Hafid dalam konferensi pers […]

  • Pupuk Lokal Berau Perlu Perlindungan Hukum

    Pupuk Lokal Berau Perlu Perlindungan Hukum

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Petani di Kabupaten Berau saat ini sudah mulai memproduksi pupuk lokal. Namun, dukungan yang ada masih sangat kurang. Padahal pupuk ini berpotensi dipasarkan tak hanya dalam daerah saja, tapi juga bisa keluar Berau. “Kampung Kayu Indah Kecamatan Batu Putih sudah bisa membuat pupuk sendiri. Itu perlu didukung semua pihak terutama Pemkab Berau. […]

  • Jelang Lebaran, LPG 3 Kg Mulai Langka di Berau, DPRD Minta Pengawasan Diperketat

    Jelang Lebaran, LPG 3 Kg Mulai Langka di Berau, DPRD Minta Pengawasan Diperketat

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – DPRD Kabupaten Berau menyoroti kelangkaan LPG 3 kilogram yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan distribusi gas bersubsidi tersebut agar ketersediaannya tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. “Pemerintah daerah harus melakukan kontrol lebih ketat […]

expand_less