Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

Sape Menggema dari Berau: Pemerintah & Industri Lokal Dorong Seniman Muda Menembus Panggung Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 445
  • print Cetak

Tanjung Redeb — DI BALIK alunan sape yang lembut dan bernapas dari akar kebudayaan Kalimantan, tersimpan perjalanan seorang anak muda Berau bernama Muhammad Budhi Setiyawan, atau yang lebih dikenal sebagai Whansetiyawan. Lulusan Pengkajian Musik Nusantara Pascasarjana ISI Yogyakarta ini memilih sape bukan karena tren, melainkan karena cinta yang tidak bisa dijelaskan.

“Aku cinta aja, tanpa alasan. Cinta yang tulus itu tanpa alasan, kan?” katanya pelan, seolah tiap petikan sape adalah bahasa hati.

Perjalanannya tidak selalu mudah. Di masa awal, ia berhadapan dengan keterbatasan alat, produksi musik yang terbatas, hingga akses panggung yang belum luas. Namun kecintaannya pada musik tradisi membuatnya tidak berhenti. Baginya, sape bukan hanya instrumen — melainkan identitas budaya yang harus terus hidup.

Di titik inilah dukungan mulai datang. PT Berau Coal menjadi salah satu pihak yang memberi ruang bagi langkahnya, menghadirkannya dalam berbagai panggung kesenian dan budaya. Melalui program rutin perusahaan, namanya semakin dikenal, bak suara sape yang mengalun semakin jauh.

“Acara-acara PT Berau Coal seperti HSECM sangat membantu kami. Dari situlah kami bisa terus tampil dan berkembang,” tuturnya.

Puncak pembuktiannya hadir pada 25 April 2025, ketika Whansetiyawan terpilih tampil di acara peluncuran karya Swara Apurva bersama musisi besar Indra Lesmana di Bali. Sape yang ia mainkan menyatu dengan komposisi modern, menunjukkan bahwa musik tradisi tak pernah kalah oleh zaman — ia justru menemukan panggung baru.

“Terima kasih kepada Om Indra dan Tante Hon Lesmana serta PT Berau Coal yang selalu mendukung saya sejak kecil. Mulai dari bantuan Yayasan Dharma Bhakti, beasiswa Sungkai saat kuliah, hingga dukungan moral dan material selama berkesenian. Itu berarti sangat besar bagi saya,” ucapnya.

Di matanya, seni adalah barometer kemajuan. Bukan sekadar estetika, tetapi cermin kualitas peradaban.

“Semakin baik karya seni yang lahir, semakin baik pula masyarakatnya. Saya berharap perusahaan dan pihak-pihak daerah terus mendukung seniman muda, karena dari tangan-tangan mereka masa depan budaya itu tumbuh,” pesannya.

Komitmen tersebut kini terus dihidupkan. PT Berau Coal berperan aktif menjaga ruang bagi seniman lokal, agar tradisi tidak lekang dan kreativitas terus menemukan jalannya.

Sape Whansetiyawan bukan hanya bunyi — ia adalah tanda bahwa seni Berau tidak tinggal diam. Ia bergerak, tumbuh, dan siap berdiri sejajar dengan panggung-panggung besar Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Ilyas Natsir, menilai perjalanan Whansetiyawan adalah gambaran tentang bagaimana kekuatan tradisi mampu tumbuh di tangan generasi baru. Baginya, kehadiran seniman muda yang konsisten menjaga warisan daerah adalah aset yang tidak ternilai bagi Berau.

“Whansetiyawan menunjukkan bahwa budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan kembali dan diperkenalkan kepada dunia dengan cara yang sesuai zaman,” ujar Ilyas.

Ia juga mengapresiasi dukungan dunia industri, khususnya PT Berau Coal, yang terus memberi ruang bagi talenta lokal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dan sektor swasta harus terus diperkuat agar seni tradisi Berau tak berhenti sebagai warisan, melainkan menjadi energi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah di kancah nasional hingga mancanegara.

“Kami percaya bahwa Sape dan musisi-musisi muda Berau memiliki potensi besar. Pemerintah akan terus berupaya memberikan ruang, fasilitas, dan dorongan, agar karya seperti milik Whansetiyawan tidak hanya bergema di acara lokal, tetapi juga menjadi representasi budaya Berau di panggung yang lebih luas,” tegasnya. (akm/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSUD Raja Alam Digadang Jadi Solusi Padatnya RSUD Abdul Rivai

    RSUD Raja Alam Digadang Jadi Solusi Padatnya RSUD Abdul Rivai

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    BERAU — Beroperasinya Rumah Sakit Raja Alam diharapkan mampu mengurangi kepadatan pasien di RSUD Abdul Rivai, meski saat ini baru satu bangunan yang siap difungsikan dari total tiga bangunan yang direncanakan. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai kehadiran rumah sakit baru tersebut menjadi langkah awal untuk mengurai beban layanan kesehatan di rumah sakit lama. […]

  • Pjs Bupati Berau Apresiasi Keberhasilan Pulau Derawan di ADWI 2024

    Pjs Bupati Berau Apresiasi Keberhasilan Pulau Derawan di ADWI 2024

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Desa Wisata Kepulauan Derawan, yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Bahkan, Pulau Derawan juga berhasil meraih Juara III dalam kategori Digital, yang menambah kebanggaan bagi Kabupaten Berau. Penghargaan tersebut diserahkan langsung di Teater Tanah Airku, Taman […]

  • Tumpukan Sampah Liar Muncul Sebulan Terakhir di Jalan Perjuangan, DLHK Libatkan RT dan Kelurahan

    Tumpukan Sampah Liar Muncul Sebulan Terakhir di Jalan Perjuangan, DLHK Libatkan RT dan Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BERAU – Tumpukan sampah liar yang muncul di fasilitas umum di Jalan Perjuangan, Kabupaten Berau, dikeluhkan warga dalam sebulan terakhir. Sampah yang dibuang di lokasi tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Berau mengakui telah melakukan pengangkutan sampah di lokasi tersebut. Namun, hingga kini praktik […]

  • Remaja Samarinda Hilang, Terakhir Terdengar di Gunung Tabur

    Remaja Samarinda Hilang, Terakhir Terdengar di Gunung Tabur

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 776
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Seorang remaja asal Kota Samarinda, dilaporkan menghilang sejak Sabtu (7/9/2024) lalu, sekira pukul 03.00-04.00 Wita. Dalam keterangan yang diunggah keluarga korban pada pengumuman di beberapa grup WhatsApp, korban dijemput temannya tanpa membawa telepon genggam serta pakaian maupun uang. “Informasi saat ini yang kami dapat, anak ini ditengarai ada disekitar wilayah Samarinda – […]

  • Soroti Distribusi dan Penggunaan Tak Tepat Sasaran

    Soroti Distribusi dan Penggunaan Tak Tepat Sasaran

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    BERAU — Kelangkaan dan kenaikan harga LPG non-subsidi mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Berau. Pemerintah daerah menilai kondisi ini berkaitan dengan gangguan distribusi yang dipengaruhi faktor transportasi hingga dinamika global. Kepala Bidang Bina Usaha Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi, mengatakan pasokan LPG non-subsidi di Berau masih bergantung dari pengisian Maluang dan suplai dari luar daerah. Ketergantungan […]

  • Dedy Okto Dorong Pemda Sediakan Lahan Parkir Resmi: Parkir Liar Tak Akan Selesai Jika Akar Masalah Tak Disentuh

    Dedy Okto Dorong Pemda Sediakan Lahan Parkir Resmi: Parkir Liar Tak Akan Selesai Jika Akar Masalah Tak Disentuh

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti maraknya parkir liar di badan jalan yang semakin mengganggu ketertiban serta mengurangi estetika kota, khususnya di wilayah perkotaan Tanjung Redeb. Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari minimnya fasilitas parkir resmi yang tersedia saat ini. Menurut Dedy, beberapa ruas jalan di Tanjung Redeb, termasuk Jalan […]

expand_less