DPRD Berau Soroti Hasil Razia Miras yang Minim, Minta Dugaan Kebocoran Dievaluasi
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

Ilustrasi Miras
BERAU – Hasil operasi gabungan yang menyasar sejumlah tempat hiburan malam (THM) dan hotel di Kabupaten Berau menjadi sorotan. Meski melibatkan berbagai unsur dalam skala besar, razia tersebut hanya mengamankan sekitar 30 botol minuman keras (miras).
Minimnya barang bukti yang ditemukan memunculkan dugaan adanya kebocoran informasi sebelum operasi digelar. Dugaan itu dinilai perlu menjadi perhatian agar penegakan aturan terhadap peredaran miras dapat berjalan lebih efektif.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengatakan hasil razia yang belum maksimal harus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut dia, salah satu kemungkinan yang perlu ditelusuri adalah adanya informasi operasi yang bocor sebelum petugas turun ke lapangan.
“Terkait minuman keras yang akhir-akhir ini mengkhawatirkan, walaupun hasilnya belum maksimal, masih kecil, mungkin ada kebocoran informasi,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Sumadi menilai maraknya peredaran minuman keras yang dikeluhkan masyarakat harus direspons dengan pengawasan yang lebih intensif. Ia meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum tidak hanya menggelar razia sesaat, tetapi melaksanakannya secara rutin dan berkelanjutan terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjual miras tanpa izin.
“Kalau dilakukan terus-menerus, walaupun hasilnya sedikit setiap razia, lama-kelamaan peredarannya akan berkurang. Yang penting ada konsistensi dari pemerintah daerah dan kepolisian,” jawabnya.
Selain itu, Sumadi menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan setiap rencana operasi agar target penindakan tidak mengetahui lebih dahulu pelaksanaan razia. Menurut dia, apabila memang terdapat kebocoran informasi, hal tersebut harus diusut karena dapat menghambat upaya penertiban peredaran minuman keras.
“Kami berharap pemerintah daerah dan aparat yang terlibat dalam razia benar-benar menjaga kerahasiaannya. Kenapa hasilnya sedikit, itu perlu dievaluasi. Kalau memang ada yang membocorkan informasi, perlu diketahui siapa yang membocorkannya, karena ini menyangkut kepentingan bersama,” tegasnya. (tnr)
- Penulis: admin
