Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » AKBP Rido Doly Kristian Beberkan Faktor yang Memicu Kejahatan Begal

AKBP Rido Doly Kristian Beberkan Faktor yang Memicu Kejahatan Begal

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 302
  • print Cetak

JAKARTA – Maraknya kasus pembegalan yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini kembali menjadi perhatian publik. Tidak sedikit pelaku yang nekat menggunakan senjata tajam hingga senjata api rakitan saat beraksi, sehingga membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas yang melakukan penindakan.

AKBP Rido Doly Kristian, anggota Polri aktif yang memiliki kajian di bidang kriminologi, menjelaskan bahwa aksi begal merupakan salah satu bentuk kejahatan jalanan atau street crime yang umumnya menyasar pengguna jalan dengan cara merampas harta benda maupun kendaraan menggunakan ancaman atau kekerasan.

Menurutnya, dalam perspektif hukum pidana, tindakan pembegalan masuk dalam kategori pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Karakteristik utama kejahatan ini adalah pelaku datang secara tiba-tiba, bekerja secara berkelompok, menggunakan ancaman atau kekerasan, lalu melarikan diri dengan cepat setelah berhasil menguasai barang milik korban.

“Pelaku biasanya lebih dari satu orang untuk membagi peran. Mereka juga sering mempertontonkan aksi kekerasan untuk memberikan efek ketakutan kepada korban maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian,” ujar Rido dalam tulisannya.

Pelaku Tidak Memilih Korban Secara Acak

Berdasarkan pengalaman dalam pengungkapan kasus pembegalan dan ditinjau dari berbagai teori kriminologi, Rido menilai pelaku umumnya tidak memilih korban secara acak.

Sebelum beraksi, pelaku biasanya melakukan pengamatan terhadap calon korban yang dianggap rentan. Korban yang menjadi sasaran antara lain pengendara perempuan, pengendara yang melintas seorang diri, maupun anak-anak yang mengendarai sepeda motor.

Selain itu, pelaku juga cenderung memilih lokasi yang sepi, minim penerangan, serta jauh dari pengawasan masyarakat maupun aparat keamanan.

“Pelaku akan mempertimbangkan peluang keberhasilan aksinya. Mereka memilih korban yang dinilai lemah dan kecil kemungkinan melakukan perlawanan,” katanya.

Tidak hanya itu, pelaku juga mengincar kendaraan atau barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mudah dijual kembali. Korban yang terlihat membawa barang berharga secara mencolok, seperti tas yang digantung di lengan atau mengenakan perhiasan mencolok saat berkendara, juga dinilai lebih berisiko menjadi target.

Modus yang Sering Digunakan

Rido mengungkapkan terdapat beberapa modus yang kerap digunakan pelaku begal.

Pertama, modus “amati, buntuti, dan pepet”. Dalam modus ini, pelaku membuntuti korban dari jarak tertentu sebelum memepet dan menghentikan kendaraan korban di lokasi yang dianggap aman bagi pelaku.

Kedua, modus berpura-pura bertanya alamat atau meminta bantuan. Pelaku memanfaatkan kebaikan korban agar berhenti secara sukarela sebelum kemudian mengancam dan merampas barang miliknya.

Ketiga, modus tuduhan palsu. Pelaku menuduh korban telah menyenggol kendaraan atau terlibat masalah tertentu, lalu menggunakan intimidasi dan ancaman untuk mengambil barang berharga milik korban.

Ditinjau dari Teori Kriminologi

Dalam kajian kriminologi, Rido menjelaskan fenomena begal dapat dianalisis melalui beberapa pendekatan teori.

Teori Pilihan Rasional (Rational Choice Theory) menjelaskan bahwa pelaku melakukan perhitungan untung-rugi sebelum melakukan kejahatan. Mereka melihat keuntungan yang diperoleh lebih besar dibandingkan risiko tertangkap.

Sementara itu, Teori Aktivitas Rutin (Routine Activity Theory) menyebut kejahatan terjadi ketika tiga unsur bertemu dalam waktu bersamaan, yaitu adanya target yang rentan, pelaku yang termotivasi, dan tidak adanya pengawasan atau penjaga yang mampu mencegah kejahatan.

Sedangkan Teori Ketegangan (Strain Theory) yang dikemukakan Robert K. Merton menjelaskan bahwa kejahatan dapat muncul akibat kesenjangan antara keinginan memperoleh kesuksesan ekonomi dengan keterbatasan sarana legal yang dimiliki seseorang.

“Faktor ekonomi, pengangguran, gaya hidup konsumtif, kecanduan narkoba maupun judi online dapat menjadi pemicu seseorang memilih jalan pintas melalui tindakan kriminal,” jelasnya.

Tips Menghindari Aksi Begal

Untuk mengurangi risiko menjadi korban pembegalan, masyarakat disarankan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hari.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menghindari penggunaan perhiasan mencolok, tidak menggantung tas berisi barang berharga di bagian luar tubuh, menghindari jalur sepi dan minim penerangan, serta sebisa mungkin berkendara bersama rekan ketika harus bepergian pada malam hari.

Masyarakat juga dianjurkan menyimpan nomor darurat 110, memasang GPS tracker pada kendaraan, serta memanfaatkan perangkat kamera atau dashcam sebagai alat bantu keamanan.

Menurut Rido, upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat harus berjalan beriringan dengan penindakan yang dilakukan aparat kepolisian agar angka kejahatan jalanan dapat terus ditekan.

“Pelaku begal selalu mencari kesempatan dan kelemahan korban. Karena itu, meningkatkan kewaspadaan dan memahami pola kejahatan menjadi salah satu langkah penting untuk menghindari menjadi sasaran,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Dispora Minta Kampung Fokus pada Pembangunan Lapangan Sesuai Skala Kebutuhan

    ‎Dispora Minta Kampung Fokus pada Pembangunan Lapangan Sesuai Skala Kebutuhan

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 677
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pembangunan Lapangan Sepak Bola tingkat Kampung sebaiknya menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Kampung (ADK). Hal itu disampaikan Kepala Dispora Berau, Amiruddin, menanggapi adanya usulan dari beberapa Kampung yang ingin membangun fasilitas olahraga. ‎Amiruddin menyampaikan, Dispora Berau hanya fokus melakukan pembangunan di tingkat ibu kota kecamatan, karena asetnya tercatat milik pemerintah kabupaten, sedangkan […]

  • Anggaran Pegawai Tembus Rp1,3 Triliun

    Anggaran Pegawai Tembus Rp1,3 Triliun

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Bupati Berau Sri Juniarsih memastikan tidak ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan pemerintah daerah. Ia menyatakan hingga kini belum ada informasi maupun kebijakan yang mengarah pada langkah tersebut. “Sampai saat ini kami belum mendengar informasi terkait PHK massal PPPK. Semua kebijakan tetap […]

  • Pulau Kakaban Bersolek Sambut Musim Liburan Disbudpar Siapkan Fasilitas Baru untuk Wisata yang Lebih Tertib dan Ramah Alam

    Pulau Kakaban Bersolek Sambut Musim Liburan Disbudpar Siapkan Fasilitas Baru untuk Wisata yang Lebih Tertib dan Ramah Alam

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    BERAU — Pulau Kakaban bersiap menyambut wisatawan dengan wajah baru. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan penataan fasilitas di kawasan wisata unggulan tersebut untuk memastikan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman, teratur, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem Danau Ubur-ubur — ikon bahari yang kini menjadi magnet utama wisatawan lokal hingga mancanegara. Staf Teknis […]

  • Jangan Asal Jadi! DPRD Berau Tekan Kontraktor Jaga Kualitas Pembangunan

    Jangan Asal Jadi! DPRD Berau Tekan Kontraktor Jaga Kualitas Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 712
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Sejumlah proyek infrastruktur yang tengah berjalan di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD setempat. Anggota DPRD Berau, M Ichsan Rapi, menegaskan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar dan mampu bertahan dalam jangka panjang. “Kami meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau untuk lebih konsisten dalam […]

  • Turap Hingga Jembatan, Bukti Komitmen Pemerataan Pembangunan Hingga ke Kampung  

    Turap Hingga Jembatan, Bukti Komitmen Pemerataan Pembangunan Hingga ke Kampung  

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 715
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerataan pembangunan hingga ke perkampungan menjadi salah satu fokus yang juga menjadi instruksi dari pemerintah pusat. Di Kabupaten Berau, hal ini pun menjadi salah satu prioritas. Selama menjabat sebagai kepala daerah sejak 2019 lalu, Sri Juniarsih pun berupaya melakukan pemerataan pembangunan hingga ke kampung-kampung. Terbukti beberapa infrastruktur di perkampungan pun telah selesai bahkan […]

  • Maulid KBB Berau Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Warga

    Maulid KBB Berau Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Warga

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kerukunan Keluarga Banjar (KBB) Berau menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Ballroom SM Tower, Jalan Teuku Umar, Selasa malam, 15 September 2026. Ratusan masyarakat menghadiri kegiatan tersebut. Acara berlangsung khusyuk dengan tausiah dari Pimpinan Pondok Pesantren Nurut Taufiq Bojonegoro, Habib Muhammad Bin Mustofa Aljufri. Dalam tausiahnya, Habib Muhammad mengajak […]

expand_less