Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » AKBP Rido Doly Kristian Beberkan Faktor yang Memicu Kejahatan Begal

AKBP Rido Doly Kristian Beberkan Faktor yang Memicu Kejahatan Begal

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 233
  • print Cetak

JAKARTA – Maraknya kasus pembegalan yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini kembali menjadi perhatian publik. Tidak sedikit pelaku yang nekat menggunakan senjata tajam hingga senjata api rakitan saat beraksi, sehingga membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas yang melakukan penindakan.

AKBP Rido Doly Kristian, anggota Polri aktif yang memiliki kajian di bidang kriminologi, menjelaskan bahwa aksi begal merupakan salah satu bentuk kejahatan jalanan atau street crime yang umumnya menyasar pengguna jalan dengan cara merampas harta benda maupun kendaraan menggunakan ancaman atau kekerasan.

Menurutnya, dalam perspektif hukum pidana, tindakan pembegalan masuk dalam kategori pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Karakteristik utama kejahatan ini adalah pelaku datang secara tiba-tiba, bekerja secara berkelompok, menggunakan ancaman atau kekerasan, lalu melarikan diri dengan cepat setelah berhasil menguasai barang milik korban.

“Pelaku biasanya lebih dari satu orang untuk membagi peran. Mereka juga sering mempertontonkan aksi kekerasan untuk memberikan efek ketakutan kepada korban maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian,” ujar Rido dalam tulisannya.

Pelaku Tidak Memilih Korban Secara Acak

Berdasarkan pengalaman dalam pengungkapan kasus pembegalan dan ditinjau dari berbagai teori kriminologi, Rido menilai pelaku umumnya tidak memilih korban secara acak.

Sebelum beraksi, pelaku biasanya melakukan pengamatan terhadap calon korban yang dianggap rentan. Korban yang menjadi sasaran antara lain pengendara perempuan, pengendara yang melintas seorang diri, maupun anak-anak yang mengendarai sepeda motor.

Selain itu, pelaku juga cenderung memilih lokasi yang sepi, minim penerangan, serta jauh dari pengawasan masyarakat maupun aparat keamanan.

“Pelaku akan mempertimbangkan peluang keberhasilan aksinya. Mereka memilih korban yang dinilai lemah dan kecil kemungkinan melakukan perlawanan,” katanya.

Tidak hanya itu, pelaku juga mengincar kendaraan atau barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mudah dijual kembali. Korban yang terlihat membawa barang berharga secara mencolok, seperti tas yang digantung di lengan atau mengenakan perhiasan mencolok saat berkendara, juga dinilai lebih berisiko menjadi target.

Modus yang Sering Digunakan

Rido mengungkapkan terdapat beberapa modus yang kerap digunakan pelaku begal.

Pertama, modus “amati, buntuti, dan pepet”. Dalam modus ini, pelaku membuntuti korban dari jarak tertentu sebelum memepet dan menghentikan kendaraan korban di lokasi yang dianggap aman bagi pelaku.

Kedua, modus berpura-pura bertanya alamat atau meminta bantuan. Pelaku memanfaatkan kebaikan korban agar berhenti secara sukarela sebelum kemudian mengancam dan merampas barang miliknya.

Ketiga, modus tuduhan palsu. Pelaku menuduh korban telah menyenggol kendaraan atau terlibat masalah tertentu, lalu menggunakan intimidasi dan ancaman untuk mengambil barang berharga milik korban.

Ditinjau dari Teori Kriminologi

Dalam kajian kriminologi, Rido menjelaskan fenomena begal dapat dianalisis melalui beberapa pendekatan teori.

Teori Pilihan Rasional (Rational Choice Theory) menjelaskan bahwa pelaku melakukan perhitungan untung-rugi sebelum melakukan kejahatan. Mereka melihat keuntungan yang diperoleh lebih besar dibandingkan risiko tertangkap.

Sementara itu, Teori Aktivitas Rutin (Routine Activity Theory) menyebut kejahatan terjadi ketika tiga unsur bertemu dalam waktu bersamaan, yaitu adanya target yang rentan, pelaku yang termotivasi, dan tidak adanya pengawasan atau penjaga yang mampu mencegah kejahatan.

Sedangkan Teori Ketegangan (Strain Theory) yang dikemukakan Robert K. Merton menjelaskan bahwa kejahatan dapat muncul akibat kesenjangan antara keinginan memperoleh kesuksesan ekonomi dengan keterbatasan sarana legal yang dimiliki seseorang.

“Faktor ekonomi, pengangguran, gaya hidup konsumtif, kecanduan narkoba maupun judi online dapat menjadi pemicu seseorang memilih jalan pintas melalui tindakan kriminal,” jelasnya.

Tips Menghindari Aksi Begal

Untuk mengurangi risiko menjadi korban pembegalan, masyarakat disarankan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hari.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menghindari penggunaan perhiasan mencolok, tidak menggantung tas berisi barang berharga di bagian luar tubuh, menghindari jalur sepi dan minim penerangan, serta sebisa mungkin berkendara bersama rekan ketika harus bepergian pada malam hari.

Masyarakat juga dianjurkan menyimpan nomor darurat 110, memasang GPS tracker pada kendaraan, serta memanfaatkan perangkat kamera atau dashcam sebagai alat bantu keamanan.

Menurut Rido, upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat harus berjalan beriringan dengan penindakan yang dilakukan aparat kepolisian agar angka kejahatan jalanan dapat terus ditekan.

“Pelaku begal selalu mencari kesempatan dan kelemahan korban. Karena itu, meningkatkan kewaspadaan dan memahami pola kejahatan menjadi salah satu langkah penting untuk menghindari menjadi sasaran,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madri Pani Dorong Pemkab Realisasikan Kebutuhan Prioritas Masyarakat Maratua dan Derawan

    Madri Pani Dorong Pemkab Realisasikan Kebutuhan Prioritas Masyarakat Maratua dan Derawan

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Derawan — Sejumlah keluhan dari warga dilontarkan kepada Ketua DPRD Berau, Madri Pani, saat berkunjung ke Pulau Maratua dan Pulau Derawan, beberapa waktu lalu. Keluhan tersebut diantaranya terkait ketersediaan infrastruktur dasar di dua kecamatan wisata itu hingga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih perlu dimaksimalkan. Dikatakan Madri, ia menampung semua keluhan yang dititipkan […]

  • Bupati Sri Juniarsih  Lepas Kontingen Wartawan Berau ke Porwarda Kaltim 2025

    Bupati Sri Juniarsih Lepas Kontingen Wartawan Berau ke Porwarda Kaltim 2025

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 784
    • 0Komentar

    TANJUNF REDEB — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, resmi melepas kontingen wartawan Kabupaten Berau yang akan berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Timur 2025 di Kota Bontang, Rabu (15/10). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya menjaga semangat juang dan mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya diraih pada Porwada 2024. “Saya berharap prestasi luar […]

  • Penataan Bantaran Sungai di Tanjung Redeb Masih Tertahan pada Tahap Perencanaan

    Penataan Bantaran Sungai di Tanjung Redeb Masih Tertahan pada Tahap Perencanaan

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BERAU – Rencana penataan kawasan permukiman di bantaran sungai dan jalur hijau di Kabupaten Berau hingga kini belum memasuki tahap pelaksanaan fisik. Padahal, pemerintah daerah telah menyusun dokumen perencanaan untuk sejumlah kawasan yang dinilai perlu ditata ulang sesuai ketentuan tata ruang. Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperum) Berau, Dahri, mengatakan kawasan […]

  • Imbauan Kendaraan Berat Hindari Jembatan Bujangga Pascatabrakan

    Imbauan Kendaraan Berat Hindari Jembatan Bujangga Pascatabrakan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 604
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Usai adanya insiden kapal menabrak siring Jembatan Bujangga beberapa waktu lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau mengambil langkah cepat. Spanduk imbauan bagi kendaraan yang melintas dipasang sebagai warning bagi pengendara. “Betul kami yang memasang imbauan itu. Karena adanya kekhawatiran masyarakat akan runtuhnya kembali jembatan bujangga. Kita juga tidak bisa membiarkan kondisi jembatan yang […]

  • FKUI KSBSI Berau Siap Dukung Pilkada Damai 2024

    FKUI KSBSI Berau Siap Dukung Pilkada Damai 2024

    • calendar_month Minggu, 4 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 590
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Federasi Kebangkitan Buruh Indonesia – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FKUI KSBSI) Berau siap menyukseskan gelaran Pilkada 2024 dengan damai pada November mendatang. Hal ini dengan lantang diucapkan oleh Ketua Umum FKUI-SBSI Berau, Rasmina Pakpahan di sela-sela acara lokakarya dan seminar yang digelar di SM Tower, Minggu (4/8/2024) pagi. Beberapa poin penting […]

  • Kapolri Resmikan Aspol Panaluan Presisi, Ubah Zona Banjir Jadi Hunian Layak Polisi

    Kapolri Resmikan Aspol Panaluan Presisi, Ubah Zona Banjir Jadi Hunian Layak Polisi

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Sebidang lahan di Jalan Gelatik, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, yang dulu akrab dengan genangan banjir dan deretan bangunan tak layak huni, kini menjelma menjadi kompleks hunian baru bagi anggota kepolisian. Kawasan itu resmi berubah wajah menjadi Asrama Polisi Tunggal Panaluan Presisi. Peresmian dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Senin, 18 Mei […]

expand_less