Labuan Cermin dan Wisata Pesisir Berau Terancam Blank Spot
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

BERAU – Keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan bagi pengembangan pariwisata di wilayah pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Persoalan blank spot dan belum meratanya konektivitas jaringan membuat sejumlah kawasan wisata menghadapi kendala komunikasi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan pesisir Berau yang memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan, termasuk Labuan Cermin. Keterbatasan jaringan internet di kawasan tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan sekaligus aktivitas masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.
Di sisi lain, kejelasan mengenai program internet pemerintah daerah juga menjadi penting. Masyarakat perlu membedakan antara program WiFi gratis yang disediakan Pemerintah Kabupaten Berau dengan layanan jaringan dari operator seluler komersial.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau, Didi, mengatakan program internet pemerintah daerah memiliki sasaran dan skala prioritas tertentu.
“Yang perlu diperjelas dari pertanyaan ini adalah apakah ‘program wifi gratis Pemkab Berau’ atau layanan dari operator selular,” ujar Kepala Diskominfo Berau, Didi.
Menurut Didi, program WiFi gratis Pemkab Berau sejak awal tidak sepenuhnya diarahkan untuk ruang publik. Pemerintah daerah lebih dahulu memprioritaskan fasilitas yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat.
“Untuk program wifi gratis Pemkab Berau, memang diprioritaskan untuk pelayanan administrasi pemerintahan kampung, pendidikan dan kesehatan, baru setelahnya untuk area publik,” jelas Didi.
Dengan skala prioritas tersebut, keterbatasan akses WiFi pemerintah di sejumlah ruang publik bukan semata-mata disebabkan persoalan teknis jaringan. Namun, persoalan lain muncul ketika masyarakat menghadapi lemahnya sinyal seluler di kawasan pesisir.
Kondisi jaringan yang tidak stabil, bahkan tidak tersedia di sejumlah lokasi, masih menjadi tantangan bagi wilayah pesisir Berau. Penanganannya juga tidak sederhana karena pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus menyesuaikan kondisi geografis.
Didi mengatakan terdapat sejumlah kendala teknis yang membuat penyediaan jaringan seluler di kawasan pesisir tidak mudah. Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan koordinasi dengan operator seluler untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.
“Banyak faktor teknis yang menjadi tantangan seperti sinyal yang kecil, kemudian beberapa kawasan tidak ada sinyal atau sinyal timbul tenggelam. Yang dapat dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan teman-teman operator selular untuk mengatasi kendala jaringan dimaksud,” ungkapnya.
Di tengah persoalan konektivitas tersebut, rencana investasi kabel optik oleh salah satu operator seluler hingga Kecamatan Biduk-Biduk menjadi angin segar bagi pengembangan wilayah pesisir Berau.
Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat akses telekomunikasi di kawasan wisata sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Konektivitas yang lebih baik juga menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendorong promosi destinasi wisata pesisir Berau ke pasar yang lebih luas.
Dengan potensi wisata alam yang besar, peningkatan infrastruktur digital menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan pariwisata Berau. Akses internet yang memadai dapat membantu wisatawan memperoleh informasi, membagikan pengalaman perjalanan, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk dan jasa mereka secara digital.(afn)
- Penulis: admin
