Kereta Kaltara–IKN Berproses, Investor Siap Gelontorkan Rp25 Triliun
- account_circle admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 36
- print Cetak

TANJUNG SELOR — Rencana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Kalimantan Utara dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan perkembangan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyatakan telah bertemu dengan investor yang berminat mendanai proyek tersebut dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp25 triliun.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, mengatakan pertemuan dengan investor berlangsung lancar. Pertemuan digelar di Kantor Badan Penghubung Kalimantan Utara di Jakarta dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie dan Bupati Bulungan Syarwani. Dalam kesempatan itu, mereka berdiskusi dengan perusahaan PT Indonesia Transit Synergy (INTRA).
Menurut Zainal, proyek ini dirancang membangun jalur kereta api dengan rute utama Tanjung Selor menuju kawasan IKN. Moda transportasi tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi, terutama untuk angkutan barang dan penumpang jarak jauh.
Ia menjelaskan perbandingan waktu tempuh antara angkutan truk dan kereta api cukup signifikan. Perjalanan menggunakan truk diperkirakan memakan waktu 18 hingga 36 jam.
Sebaliknya, kereta api hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 jam. Efisiensi ini dinilai menjadi keunggulan utama, khususnya untuk angkutan massal di jalur panjang seperti Tanah Kuning hingga Tanjung Redeb.
“Alhamdulillah, rencana investor untuk membangun jaringan kereta api di Kaltara berjalan lancar. Kami berharap investasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Zainal pekan ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Idha Chalid, mengatakan perencanaan proyek tersebut telah dimulai sejak 2015. Pemerintah saat itu telah menyiapkan sejumlah dokumen, termasuk studi kelayakan dan masterplan jalur kereta api untuk rute Tanjung Selor–Tanah Kuning–Tanjung Batu.
Menurut dia, rencana jalur kemudian disesuaikan dengan pembangunan IKN agar terhubung dengan kawasan ibu kota negara. Ia menambahkan, jaringan kereta api nasional di Kalimantan telah dirancang secara menyeluruh oleh pemerintah pusat.
“Untuk tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada jalur Tanjung Selor–Tanah Kuning–Mangkupadi. Pelaksanaan proyek akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan aturan dari Kementerian Perhubungan, termasuk melalui studi kelayakan lanjutan,” jelas Idha.
Ia juga menyebutkan masih ada sejumlah aspek yang perlu dikaji, termasuk jenis angkutan yang akan diprioritaskan, apakah penumpang atau barang. Jika difokuskan pada angkutan barang, komoditas seperti kelapa sawit dan hasil industri akan menjadi perhatian utama.
Ke depan, jalur kereta api ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan industri di Bulungan, khususnya di Tanah Kuning–Mangkupadi yang direncanakan menjadi kawasan industri kelas internasional.
Dari sisi infrastruktur, pembangunan rel dinilai lebih efisien dibandingkan moda transportasi lain karena tidak memerlukan lahan sebesar terminal atau pelabuhan di setiap titik.
Pemerintah daerah berharap kerja sama dengan investor dapat segera ditindaklanjuti, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang ditargetkan pada 2026, dengan penyesuaian tahapan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. (Lia)
- Penulis: admin
