Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Sinergi Pemerintah–Masyarakat Wujudkan Wisata Lestari, Berau Siapkan Fondasi Ekonomi Jangka Panjang

Sinergi Pemerintah–Masyarakat Wujudkan Wisata Lestari, Berau Siapkan Fondasi Ekonomi Jangka Panjang

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 353
  • print Cetak

Jakarta — Dari gugusan laut biru di Biduk-Biduk hingga karst menjulang di Merabu, dari danau ubur-ubur Kakaban yang tak menyengat hingga Labuan Cermin yang menyatukan asin dan tawar dalam satu pelukan air — Kabupaten Berau memiliki bentang alam yang tidak sekadar indah, tetapi juga mahal nilai ekologisnya. Kini, keindahan itu tidak lagi hanya untuk dipandang. Pemerintah Kabupaten Berau sedang mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi yang hidup, berkelanjutan, dan ramah masa depan.

Era tambang lambat laun akan mereda. Tetapi ekonomi tidak boleh ikut padam. Karena itu, Berau mulai memindahkan titik berat pembangunan ke sektor baru: ekowisata sebagai mesin penggerak ekonomi pascatambang.
Tidak gegabah, tidak terburu-buru — melainkan melalui strategi yang terukur, kolaboratif, dan menyentuh masyarakat di akar rumput.

“Lewat multiplier effect pariwisata, banyak warga yang dulu hanya nelayan kini punya homestay, toko sembako, hingga warung kopi,”

— Samsiah Nawir, Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Berau.

Dan faktanya nyata. Ketika destinasi hidup, ekonomi kampung bergerak.

Bukan hanya Derawan

Berau memiliki 159 wisata alam, 39 wisata budaya, dan 27 wisata buatan. Tak heran jika sektor ini diproyeksikan menjadi poros ekonomi baru daerah. Bahkan 19 desa wisata sudah mengantongi SK resmi, sementara 10 destinasi unggulan tengah disiapkan dengan fasilitas untuk menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ini bukan sekadar destinasi.
Ini rantai ekonomi: pemandu wisata → penyewaan perahu → kuliner lokal → UMKM oleh-oleh → homestay → transportasi → produk kreatif digital → & seterusnya.

Pariwisata menciptakan uang berkali-kali dari kunjungan yang sama. Itulah multiplier effect yang sedang dibangun Berau.

Pemkab Berau tidak ingin mengulang kesalahan banyak daerah wisata — berkembang cepat lalu rusak cepat.
Karena itu:

 Pelaku wisata diedukasi tentang pengelolaan ramah lingkungan
 Pengunjung diingatkan menjaga habitat laut & mangrove
 Pengelola wajib menerapkan tata kelola sampah
 Monitoring dilakukan rutin di kawasan pesisir

Wisata di sini tidak hanya untuk dilihat — tetapi untuk dirawat sebagai warisan generasi.

Masyarakat Ikut Menjaga

36 Pokdarwis kini aktif mengelola promosi, edukasi wisatawan, hingga menjaga ekosistem.
Seperti di Biduk-Biduk, promosi digital diperkuat melalui branding dan media sosial.
Di Teluk Sulaiman, perahu kelotok dimatikan saat pengamatan satwa agar suara mesin tak mengganggu fauna.
Sistem antrean diterapkan demi mencegah overtourism — karena pariwisata bukan soal ramai, tetapi berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menggandeng:

 YKAN untuk pengembangan ekowisata
 Dinas PUPR, PERKIM, DLHK, Diskoperindag untuk infrastruktur & ekonomi pendukung
 Pelaku usaha untuk memperkuat layanan dan kenyamanan wisatawan

Inilah pariwisata yang bukan hanya datang dan pulang, tetapi hidup dan tumbuh.

Berau sedang menulis bab ekonomi baru.
Jika dahulu tambang menjadi nyawa, kini wisata menjadi napas panjang.

Laut, hutan, budaya — semuanya tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi modal masa depan.
Selama konservasi dijaga, masyarakat dilibatkan, dan pemerintah terus bergerak strategis, maka Berau bukan hanya menarik untuk dikunjungi — tetapi layak untuk hidup dari pariwisata.

Masa depan itu sudah terlihat.
Dan warnanya biru-hijau: warna laut dan rimbunnya hutan yang menjadi denyut ekonomi Bumi Batiwakkal. (yf/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi di Ring Road II Samarinda, Ibu dan Anak Tewas Terlindas Truk Kontainer

    Tragedi di Ring Road II Samarinda, Ibu dan Anak Tewas Terlindas Truk Kontainer

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk kontainer menewaskan seorang ibu dan anak di Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road II), kawasan Lok Bahu, Selasa, 14 April 2026. Korban diketahui bernama Siti Nuripah (51) yang saat itu mengendarai sepeda motor KT 3823 CAB sambil membonceng putrinya. Keduanya meninggal di lokasi kejadian setelah […]

  • Tekan Biaya Produksi, Pedagang Tahu Berau Kurangi Margin Tanpa Naikkan Harga

    Tekan Biaya Produksi, Pedagang Tahu Berau Kurangi Margin Tanpa Naikkan Harga

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    BERAU — Kenaikan harga kedelai mulai dirasakan pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Berau. Meski biaya produksi meningkat, sebagian pedagang memilih tidak menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan. Trisno (40), penjual tahu gejrot di kawasan Jalan Hj Isa I, mengatakan harga bahan baku tahu mengalami kenaikan dari Rp500 menjadi Rp600 per biji. “Awalnya lima […]

  • Gebyar Pajak Tahun 2024, Diharap Dapat mendukung Ekonomi Keuangan di Berau

    Gebyar Pajak Tahun 2024, Diharap Dapat mendukung Ekonomi Keuangan di Berau

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau bekerja sama oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam memberikan apresiasi bagi wajib pajak yang membayar pajak dengan taat. Apresiasi di berikan pada acara Gebyar Pajak Tahun 2024 di Balai Mufakat. Senin, (2/12/2024). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Djupiansyah Ganie, menyampaikan kegiatan Gebyar Pajak Daerah 2024 ini bertujuan untuk memberikan […]

  • Korsleting KWh Picu Kebakaran di Tanjung Redeb

    Korsleting KWh Picu Kebakaran di Tanjung Redeb

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    BERAU — Kebakaran melanda satu unit rumah warga di Jalan Merah Delima, Kecamatan Tanjung Redeb, Minggu (3/5/2026) Pagi. Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik pada KWh meter (token) yang berada di samping rumah. Rumah milik Elias Beda Keraf (72), seorang petani, mengalami kerusakan pada bagian depan bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun […]

  • Pemanfaatan Lahan Menganggur: Kemandirian Pangan Berau Harus Dimulai dari Produksi Sendiri

    Pemanfaatan Lahan Menganggur: Kemandirian Pangan Berau Harus Dimulai dari Produksi Sendiri

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 860
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, kembali menyoroti pentingnya memaksimalkan pemanfaatan lahan menganggur sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia menilai potensi pertanian di Berau masih jauh dari optimal, sehingga pemerintah perlu menjadikannya agenda prioritas. Menurut Sumadi, banyak lahan yang sesungguhnya layak dikelola untuk pertanian, namun hingga kini belum digarap secara serius. […]

  • Tambang Ilegal Bikin Target Pajak Meleset, Bapenda Berau Desak Pemungutan Tak Bergantung pada Izin

    Tambang Ilegal Bikin Target Pajak Meleset, Bapenda Berau Desak Pemungutan Tak Bergantung pada Izin

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 653
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Realisasi pajak sektor mineral bukan logam dan bantuan(MBLB) di Kabupaten Berau hingga akhir September 2025 jauh dari target. Dari total target Rp. 600 juta, baru sekitar Rp49,9 juta yanf berhasil masuk ke kas daerah. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, menyebut rendahnya pencapaian ini dipicu oleh maraknya aktivitas pertambagan tanpa […]

expand_less