Dari Kelapa Jadi Minyak dan Sabun, Warga Giring-Giring Mulai Raup Nilai Tambah Ekonomi
- account_circle admin
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- visibility 443
- comment 0 komentar
- print Cetak

TANJUNG REDEB — Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, memiliki potensi kelapa dalam yang cukup melimpah. Namun selama ini, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk kelapa butiran tanpa diolah lebih lanjut sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas.
Melalui pendampingan program SIGAP Sejahtera Kabupaten Berau, masyarakat Kampung Giring-Giring mulai mengembangkan hilirisasi komoditas kelapa dalam. Upaya ini diarahkan pada pengolahan hasil panen menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Beberapa produk yang dikembangkan di antaranya minyak goreng kelapa dan sabun batang. Minyak kelapa diproduksi sebagai alternatif kebutuhan dapur rumah tangga yang dinilai lebih sehat dan ekonomis, sedangkan sabun batang dibuat dengan memanfaatkan produk sampingan kelapa sehingga dapat menjadi komoditas baru bagi pelaku usaha mikro di kampung tersebut.
Langkah pengolahan ini dinilai dapat meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat. Selain itu, aktivitas produksi juga diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kampung.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam mengembangkan hilirisasi komoditas kelapa. Menurut dia, upaya tersebut menjadi contoh penguatan ekonomi berbasis potensi lokal yang perlu terus didorong.
“Potensinya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana memastikan kualitas produk tetap terjaga, kemasannya menarik, serta legalitasnya lengkap agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Sri.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap memberikan dukungan agar produk turunan kelapa dari Kampung Giring-Giring dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk tingkat regional.
Menurut Sri, hilirisasi komoditas menjadi langkah penting agar nilai tambah dari sumber daya alam dapat dinikmati masyarakat lokal. Selain itu, upaya tersebut juga dinilai mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan ekonomi kampung secara berkelanjutan.
Program pengembangan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, pihak swasta, dan masyarakat melalui pendampingan program SIGAP Sejahtera. Pendampingan akan terus dilakukan guna menyempurnakan kualitas produk berdasarkan evaluasi di lapangan
Diharapkan, pengembangan produk turunan kelapa dari Kampung Giring-Giring dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Berau. (/*)
- Penulis: admin
