Pajak Daerah Berau Raup Rp 35 Miliar di Kuartal Pertama, Kinerja Penerimaan Diapresiasi Bapenda
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

]BERAU — Awal tahun anggaran 2026 dibuka dengan sinyal positif bagi keuangan Pemerintah Kabupaten Berau. Hingga penutupan buku triwulan pertama, per 31 Maret 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat telah menembus Rp 67 miliar. Angka itu setara 15 persen dari target PAD setahun penuh yang dipatok pemerintah daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Berau, Djupi, menilai capaian tersebut masih sepenuhnya selaras dengan desain anggaran kas yang disusun sejak awal. Skema pemungutan PAD memang dibagi ke dalam empat fase triwulanan agar arus kas terjaga dan kinerja penerimaan bisa dipantau secara berkala.
Dalam rencana anggaran kas 2026, target realisasi PAD sengaja diatur menanjak. Pada triwulan pertama, pemerintah daerah hanya membidik 15 persen realisasi. Porsi itu kemudian dinaikkan menjadi 40 persen pada triwulan kedua, melompat ke 75 persen di triwulan ketiga, dan ditargetkan tuntas 100 persen pada akhir triwulan keempat.
“Jika melihat dari realisasi per 31 Maret kemarin yang menyentuh angka 15 persen, berarti capaian kita secara menyeluruh masih masuk dalam target yang dipasang di triwulan pertama. Ritme ini akan terus kita jaga,” ungkap Djupi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026).
Di luar PAD, Djupi juga mengurai gambaran besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau tahun anggaran 2026. Dari sisi pendapatan, total penerimaan daerah dipatok sekitar Rp 2,7 triliun. Dari jumlah itu, PAD murni ditargetkan menyumbang Rp 450 miliar.
Djupi menambahkan, angka keseluruhan APBD tahun ini berada di rentang Rp 3,4 triliun hingga Rp 3,7 triliun. Selisih tersebut muncul karena adanya komponen Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dari tahun anggaran sebelumnya yang ikut menambah ruang fiskal.
Meski begitu, ia menegaskan fokus kerja Bapenda tetap tertuju pada pendapatan murni. Dari pos inilah derajat kemandirian fiskal daerah diukur, sekaligus menjadi indikator seberapa jauh Berau bisa mengurangi ketergantungan pada transfer pusat.
Pada sektor pajak daerah—kontributor utama PAD—pemerintah menetapkan target Rp 168 miliar untuk 2026. Hingga akhir Maret, realisasi penerimaan pajak sudah mencapai Rp 35 miliar atau 20,88 persen dari target sektor tersebut.
Persentase itu melampaui rata-rata target makro kas daerah yang berada di kisaran 15 persen untuk triwulan pertama. Dengan kata lain, kinerja pajak daerah bergerak lebih cepat dibanding proyeksi awal.
Djupi menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Bapenda dan para wajib pajak di Bumi Batiwakkal yang dinilai semakin taat dan kooperatif dalam memenuhi kewajiban. Menurut dia, kombinasi kerja lapangan dan peningkatan kepatuhan menjadi faktor penting di balik capaian pajak yang melampaui ekspektasi triwulan.
Menutup penjelasannya, Djupi menyatakan optimistis tren positif pada tiga bulan pertama ini akan menjadi pijakan kuat menghadapi periode selanjutnya. Bapenda Berau, kata dia, akan terus memaksimalkan pemungutan pada sebelas jenis pajak daerah dan melakukan pemantauan ketat agar target akhir tahun bukan hanya tercapai, tetapi bisa dilampaui demi menopang kelancaran program pembangunan daerah. (tnr)
- Penulis: admin
