Tanpa Data Valid, Pembangunan Desa Bisa Melenceng
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau menekankan pentingnya akurasi data dalam pengolahan Indeks Desa (ID) 2026. Hal itu disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Ruang Sangalaki, Selasa,(21/4), dengan melibatkan sekitar 100 kepala seksi pemerintahan kampung.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengatakan data yang diinput harus mencerminkan kondisi riil di lapangan. Menurut dia, ketepatan data akan berpengaruh langsung terhadap arah kebijakan pembangunan.
“Data harus valid dan bisa dipertanggungjawabkan, karena akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan,” kata Said.
Penekanan itu sejalan dengan penerapan Indeks Desa sebagai indikator tunggal pembangunan desa sejak 2025, menggantikan Indeks Desa Membangun (IDM). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Berau, Tentram Rahayu, menjelaskan indeks tersebut mencakup enam dimensi utama, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan.
Menurut Tentram, seluruh data akan dikumpulkan ke Kementerian Desa melalui tahapan pengukuran, verifikasi, dan validasi hingga 30 Juli 2026.
Pemerintah daerah menilai penerapan indeks berbasis data terintegrasi ini dapat membuat pembangunan kampung lebih terarah. Sejumlah indikator juga menunjukkan perkembangan, di antaranya penurunan jumlah desa berkembang dari 39 menjadi 30, peningkatan desa maju dari 42 menjadi 47, serta desa mandiri dari 19 menjadi 22. Sejak 2024, tidak ada lagi desa berstatus tertinggal di Berau.
Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan status sejumlah kampung, di antaranya Kampung Suaran dan Giring-Giring menjadi desa mandiri, serta Kampung Merancang Ilir, Samburakat, dan Teluk Sumbang naik menjadi desa maju.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyoroti tantangan berkurangnya alokasi dana kampung. Pemerintah kampung didorong untuk mengoptimalkan potensi lokal guna menjaga keberlanjutan pembangunan di wilayah masing-masing. (tnr)
- Penulis: admin
