Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pembangunan » Akses Mobil Tertutup di Gang Sei Tarum, DPRD Berau Tunggu Kejelasan Status Lahan

Akses Mobil Tertutup di Gang Sei Tarum, DPRD Berau Tunggu Kejelasan Status Lahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 222
  • print Cetak

BERAU – Akses warga di Gang Sei Tarum, RT 11 Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun, kian terjepit setelah proyek semenisasi pada 2024. Jalan lingkungan yang dulu masih bisa dilalui mobil, kini dinilai terlalu sempit untuk kendaraan roda empat. Kekhawatiran soal keselamatan pun mencuat: bagaimana jika terjadi kebakaran atau warga butuh ambulans?

Keluhan itu dibawa langsung warga ke rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Berau, Senin, 25 Mei 2026. Di hadapan anggota dewan, perwakilan warga RT 11, Saiful Nasir Dahlan, memaparkan perubahan kondisi gang mereka setelah pengecoran jalan.

Menurut Saifulnasir, sebelum semenisasi, mobil masih dapat keluar-masuk gang. Namun, alih-alih memperbaiki akses, pengerjaan jalan justru membuat ruang gerak kendaraan menyempit.

“Dulu awalnya mobil masih bisa masuk. Setelah disemenisasi malah jadi sempit. Kami khawatir kalau ada kejadian darurat seperti kebakaran atau ambulans, kendaraan tidak bisa masuk ke dalam gang,” ujarnya dalam forum RDP pada Senin (25/05/2026).

Ia menyebut persoalan ini bukan baru sekali diadukan. Warga telah berulang kali menyampaikan keberatan ke pengurus RT, kelurahan, hingga kecamatan. Namun, sampai kini belum ada solusi yang mereka anggap jelas.

Di hadapan dewan, Saifulnasir juga mempertanyakan status lahan di beberapa titik yang disebut-sebut sebagai pemicu penyempitan jalan. Warga, kata dia, tidak pernah diberi penjelasan gamblang soal batas bidang maupun dokumen kepemilikan lahan di sekitar akses gang tersebut.

Saifulnasir mendesak DPRD Berau turun langsung meninjau lokasi agar dapat menilai sendiri kondisi terkini jalan lingkungan itu.

“Kalau melihat langsung ke lokasi pasti tahu kondisinya seperti apa sekarang. Memang sudah tidak bisa dilewati mobil,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelum dicor, akses ke Gang Sei Tarum hanyalah jalan tanah yang sehari-hari digunakan warga. Masalah mulai muncul ketika proses semenisasi dilakukan pada 2024. Di tengah pekerjaan, pemilik lahan di sekitar gang disebut tidak mengizinkan pelebaran jalan ke area yang diklaim sebagai tanah miliknya. Imbasnya, badan jalan yang disemen mengikuti sisa ruang yang ada dan bukannya diperlebar.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menegaskan lembaganya belum bisa mengambil keputusan apa pun karena status lahan di sepanjang akses jalan itu masih kabur.

Menurut Subroto, hal pertama yang harus dibereskan adalah kejelasan legalitas tanah: apakah benar milik pribadi, sudah pernah dihibahkan, atau sejak awal direncanakan sebagai fasilitas umum untuk jalan.

“Harus dipastikan dulu tanah itu statusnya bagaimana. Apakah memang tanah pribadi atau sudah menjadi jalan untuk masyarakat,” ujarnya.

Subroto menilai persoalan ini sensitif dan berpotensi memicu gesekan baru di tengah warga bila ditangani serampangan. Karena itu, DPRD meminta jajaran di bawah—mulai dari RT, kelurahan, hingga kecamatan—untuk menelusuri dan memastikan kembali dokumen kepemilikan lahan yang kini menjadi akses jalan.

Ia menambahkan, jika nantinya terbukti lahan itu memang milik pribadi, pemerintah daerah perlu menyiapkan beberapa opsi penyelesaian. Salah satunya, mempertimbangkan pembebasan lahan atau membuka jalur alternatif yang tidak bermasalah.

Menurut Subroto, di sekitar gang tersebut masih ada ruas lain yang berpotensi dijadikan akses, hanya saja belum dituntaskan penanganannya.

“Kami sarankan jalan yang tidak ada masalah itu diselesaikan dulu supaya masyarakat tetap punya akses,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, DPRD Berau melalui Komisi II akan melayangkan surat resmi kepada pihak kecamatan. Tujuannya, meminta kecamatan memfasilitasi pertemuan antara warga dengan pihak yang mengklaim kepemilikan lahan.

Subroto mengungkapkan, hingga kini belum pernah ada forum mediasi yang mempertemukan kedua pihak secara langsung. Selama ini, laporan hanya mengalir satu arah dari warga ke lurah dan camat tanpa duduk bersama mencari jalan tengah.

“Harus dipanggil semua pihak supaya jelas maunya bagaimana. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut sementara masyarakat yang terdampak,” pungkasnya. (/tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Dorong Gebrakan Baru UMKM Berau: Bukan Hanya Modal, Tapi Inovasi & Digitalisasi Usaha Daerah

    DPRD Dorong Gebrakan Baru UMKM Berau: Bukan Hanya Modal, Tapi Inovasi & Digitalisasi Usaha Daerah

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Di banyak sudut Berau, dari industri rumahan hingga usaha olahan makanan, UMKM berdiri sebagai denyut usaha masyarakat. Mereka membuka pintu kerja, menjaga perputaran belanja harian, dan menjadi sandaran ekonomi keluarga. Namun bagi Suriansyah, Anggota Komisi II DPRD Berau, sektor ini belum diberi ruang akselerasi yang cukup besar. Ia berharap pemerintah tidak berhenti […]

  • HUT ke-72 Berau Kemungkinan Tanpa Pesta, Pemerintah Alihkan Anggaran ke Manfaat Publik

    HUT ke-72 Berau Kemungkinan Tanpa Pesta, Pemerintah Alihkan Anggaran ke Manfaat Publik

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kabupaten Berau dan ke-215 Kota Tanjung Redeb dipastikan belum bisa digelar sesuai rencana. Seluruh rangkaian kegiatan resmi ditunda menyusul arahan dari Kementerian Dalan Negeri (Kemendagri). Keputusan ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Sangalaki, Setkab Berau, Selasa (2/9/2025), dipimpin Asisten I Setkab Berau, […]

  • Viral! Kapal Tongkang Tabrak Rumah di Muara Muntai, Diduga Tak Kuat Lawan Arus Deras

    Viral! Kapal Tongkang Tabrak Rumah di Muara Muntai, Diduga Tak Kuat Lawan Arus Deras

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA – Sebuah kapal tongkang bermuatan batu koral menabrak rumah warga di bantaran Sungai Mahakam, Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026 itu viral di media sosial setelah rekaman kameranya beredar. Dalam video yang terekam kamera pengawas (CCTV), terlihat tongkang Mahakam Prima 06 menghantam rumah di […]

  • Ketahuan! 3 Agen Sembako di Tanjung Redeb Jual Beras di Atas HET, Kena Blacklist

    Ketahuan! 3 Agen Sembako di Tanjung Redeb Jual Beras di Atas HET, Kena Blacklist

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Beras Bulog SPHP adalah beras yang disediakan oleh Perum Bulog, untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau. Di Kabupaten Berau sendiri, Bulog telah menjalin kerjasama dengan masyarakat dalam penjualannya yakni melalui agen-agen sembako yang ada. Sayangnya, aturan penjualan dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, masih dilanggar beberapa agen. […]

  • Milenial Tanya, Madri Pani Jawab: Pengembangan Bakat dan Tenaga Kerja Jadi Prioritas

    Milenial Tanya, Madri Pani Jawab: Pengembangan Bakat dan Tenaga Kerja Jadi Prioritas

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Ratusan milenial dan gen Z hadir dalam acara tatap muka bersama Madri Pani dan Agus Wahyudi (MPAW) di Dapur Teras, Jalan Ponegoro, Tanjung Redeb, Selasa (8/10/2024) malam. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye MPAW menjelang Pilkada 2024. Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh politik dari partai pengusung dan tim pemenangan MPAW. Dalam kegiatan […]

  • Selisih 696 Suara, Petahana Menangkan Pilkada Berau 2024

    Selisih 696 Suara, Petahana Menangkan Pilkada Berau 2024

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau menggelar rapat pleno terbuka untuk menetapkan hasil rekapitulasi suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur, serta bupati dan wakil bupati Berau, pada hari Selasa (3/12/2024). Rapat yang dihadiri oleh perwakilan pasangan calon (paslon), saksi, serta sejumlah pihak terkait ini berhasil menyimpulkan hasil akhir dari proses pemilihan […]

expand_less