Mahasiswa Berusia 21 Tahun Asal Berau Ditemukan Tak Bernyawa di Kos Samarinda, Jenazah Dievakuasi ke RS AWS
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 84
- print Cetak

SAMARINDA – Seorang mahasiswa berinisial AF (21), warga Kabupaten Berau, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Folder Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian korban dengan mengumpulkan keterangan saksi dan sejumlah alat bukti.
Penemuan jenazah tersebut dilaporkan kepada aparat kepolisian yang kemudian langsung mendatangi lokasi bersama Tim Inafis Polresta Samarinda untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah proses identifikasi selesai, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, membenarkan adanya penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar kos.
“Benar, kami menerima informasi adanya seseorang yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos. Tim Polsek bersama Tim Inafis Polresta Samarinda langsung melakukan olah TKP, kemudian jenazah kami evakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, (Sabtu/4/2/7/2026)
Asriadi mengatakan hingga saat ini polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan alat bukti di lokasi kejadian.
“Sementara dari pemeriksaan, kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti lainnya. Dugaan penyebab kematian masih dalam penyelidikan,” katanya.
Korban diketahui berinisial AF, berusia 21 tahun, dan berstatus sebagai mahasiswa yang tinggal seorang diri di kamar kos tersebut.
“Korban berinisial AF, usia 21 tahun. Korban merupakan mahasiswa dan tinggal sendiri di kamar kos,” jelas Asriadi.
Ia menambahkan, korban merupakan warga Kabupaten Berau. Pihak keluarga telah dihubungi dan salah seorang anggota keluarga sudah berada di Samarinda.
“Korban merupakan warga Berau. Keluarga sudah kami hubungi dan salah satu keluarganya sudah berada di sini,” ungkapnya.
Dalam proses evakuasi, petugas turut melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda karena posisi kamar korban berada di lantai dua dengan akses yang cukup sempit.
Komandan Posko 3 Disdamkarmat Kota Samarinda, Tri Indarto, mengatakan pihaknya menerima permintaan bantuan untuk mengevakuasi jenazah dari dalam bangunan kos.
“Kami menerima informasi adanya jenazah di sebuah kos-kosan lantai dua di kawasan Folder Air Hitam. Kami diminta membantu proses evakuasi jenazah,” ujarnya.
Menurut Tri, proses evakuasi dilakukan menggunakan tandu basket dengan metode rolling dari lantai dua menuju lantai dasar agar jenazah dapat diturunkan dengan aman.
“Proses penurunan jenazah kami lakukan dengan sistem rolling menggunakan tandu basket dari lantai dua ke lantai bawah,” jelasnya.
Meski akses menuju lokasi cukup sempit, proses evakuasi berjalan lancar dan tidak mengalami kendala berarti.
“Tidak ada kendala yang signifikan, hanya akses menuju lokasi yang cukup sempit. Proses evakuasi berlangsung sekitar 10 sampai 15 menit,” pungkas Tri Indarto.(*)
- Penulis: admin
