Cuma 13 Orang, Penghulu di Berau Harus “Lari” dari Satu Akad ke Akad Lain
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak

Cuma 13 Orang, Penghulu di Berau Harus “Lari” dari Satu Akad ke Akad Lain
BERAU — Ketersediaan penghulu di Kabupaten Berau menjadi sorotan. Hingga 2026, jumlah penghulu tercatat belum bertambah, tetap 13 orang—setara dengan jumlah kecamatan yang ada.
Kondisi ini membuat setiap kecamatan hanya memiliki satu penghulu. Beban kerja pun dinilai cukup tinggi, terutama di wilayah dengan volume pernikahan yang padat.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Berau, Kabul Budiono, mengatakan belum ada penambahan tenaga penghulu baru tahun ini.
“Untuk di 2026 belum ada. Yang terakhir kemarin 2025 yang CPNS,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut terdapat tiga CPNS formasi 2025 yang saat ini tengah menjalani pelatihan sebagai penghulu.
Di lapangan, jumlah tersebut diakui berada pada batas minimal. Namun, pelayanan kepada masyarakat masih berjalan tanpa kendala berarti.
Ia menjelaskan, para penghulu masih mampu mengatur jadwal. Dalam satu hari, seorang penghulu bahkan dapat menangani hingga empat prosesi pernikahan, termasuk di wilayah dengan jarak tempuh cukup jauh.
Di sejumlah kecamatan dengan akses terbatas, pelaksanaan akad nikah terkadang melibatkan imam kampung sebagai pengganti penghulu.
“Di beberapa wilayah, kalau lokasinya cukup jauh dan ada imam kampung, maka pelaksanaan akad bisa dilakukan oleh imam setempat,” katanya, Jumat (24/4/2026).
Namun demikian, mekanisme tersebut tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada ketentuan yang harus dipenuhi, terutama terkait wali nikah.
“Kasus seperti itu sebenarnya jarang terjadi, karena sejauh ini wilayah kita masih bisa dijangkau dan relatif aman,” ucapnya.
Kemenag Berau juga memastikan belum ada informasi terkait penambahan penghulu melalui skema mutasi dari luar daerah.
Meski jumlah saat ini dinilai masih mencukupi, peluang penambahan tenaga tetap terbuka, terutama untuk wilayah dengan intensitas pernikahan tinggi, seperti kawasan perkotaan.
“Saat ini masih bisa dibilang cukup, tapi kalau ke depan ada penambahan tentu kami siap menerima,” tuturnya.
Dengan kondisi tersebut, distribusi dan beban kerja penghulu di Berau menjadi tantangan tersendiri, khususnya dalam menjaga kualitas pelayanan di wilayah dengan karakter geografis yang beragam. (tnr)
- Penulis: admin
