Kemenag Berau Perkuat Juleha, Modal Berani Saja Tak Cukup untuk Sembelih Kurban
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

BERAU – Kementerian Agama Kabupaten Berau memperkuat pembinaan juru sembelih halal (Juleha) menjelang Iduladha 2026. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kurban di masjid berjalan sesuai syariat Islam.
Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono, mengatakan dukungan pihaknya terhadap pelaksanaan kurban lebih difokuskan pada pembinaan sumber daya manusia dibandingkan pemberian bantuan hewan maupun peralatan.
Menurut dia, pembinaan dilakukan melalui pelatihan juru sembelih halal bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dan organisasi Islam lainnya. Sasaran pelatihan tersebut adalah para pengurus masjid di berbagai kecamatan di Berau.
“Jadi kalau kita di Kemenag ini memang jujur tidak bisa memberikan bantuan kepada seluruh masjid, baik hewan maupun peralatan. Tetapi kita melakukan pembinaan kepada pengurus masjid melalui pelatihan juru sembelih halal,” ujarnya saat ditemui It-news.id, Selasa, 5 Mei 2026.
Kabul mengatakan kemampuan menyembelih hewan kurban tidak dimiliki semua orang. Karena itu, pelatihan diperlukan agar proses penyembelihan sesuai dengan ketentuan syariat.
“Tidak semua orang bisa dan berani menyembelih. Ada yang bisa tapi tidak berani, ada juga yang berani tapi tidak bisa. Karena itu kita latih mereka,” katanya.
Ia menyebutkan, melalui program tersebut setiap kecamatan di Berau kini telah memiliki tenaga Juleha yang dapat membantu pelaksanaan kurban di masjid-masjid.
Selain pembinaan tenaga penyembelih halal, Kemenag Berau juga melakukan pengawasan terhadap penjualan hewan kurban. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual memenuhi syarat kesehatan dan tidak memiliki cacat fisik.
Menurut Kabul, menjelang Iduladha biasanya banyak pedagang musiman yang menjual hewan kurban sehingga perlu pengawasan lebih ketat.
“Kalau yang sudah lama berjualan mungkin relatif aman, tapi yang musiman ini yang perlu kita awasi bersama,” ujarnya.
Kemenag Berau, kata dia, akan berkoordinasi dengan dinas peternakan, satgas halal, dan tim Juleha untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi penjualan hewan kurban.
Adapun terkait pelaksanaan kurban terpusat di Masjid Agung, Kabul mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah daerah.
“Kita masih menunggu informasi dari pemerintah daerah karena belum ada rapat lanjutan. Biasanya memang dilakukan di Masjid Agung setelah salat Iduladha,” pungkasnya. (tnr)
- Penulis: admin
