Transportasi ke Biduk-Biduk Masih Minim, DAMRI Digadang Jadi Solusi—Efektifkah?
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Transportasi ke Biduk-Biduk Masih Minim, DAMRI Digadang Jadi Solusi—Efektifkah?
BERAU — Rencana pengoperasian bus DAMRI menuju kawasan pesisir Kabupaten Berau segera direalisasikan. Dinas Perhubungan Berau menyatakan rute layanan tersebut telah melalui tahap survei dan tinggal menunggu implementasi pada tahun ini.
Andi Marewangeng, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan Berau, mengatakan survei rute telah dilakukan sejak akhir 2025 bersama Perum DAMRI dan Kementerian Perhubungan.
“Di akhir tahun 2025 kita sudah survei bersama DAMRI dan Kemenhub sampai ke lokasi. Tahun 2026 ini insya Allah rutenya sudah bisa keluar,” ujarnya saat diwawancarai pada Maret lalu.
Rencana ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi menuju wilayah pesisir, khususnya Biduk-Biduk yang selama ini masih sulit dijangkau kendaraan umum.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia menilai kehadiran DAMRI dapat menjawab kebutuhan transportasi masyarakat.
“Program Bupati kan ada transportasi, itu tinggal dipadukan saja. Kan ada penyediaan transportasi gratis untuk anak-anak sekolah, nanti kita padukan,” ujarnya, Kamis (23/4/26).
Menurut dia, kehadiran transportasi massal menuju pesisir berpotensi meningkatkan kunjungan wisata, mengingat sebagian besar akses jalan sudah memadai.
“Saya sepakat kalau ada DAMRI di pesisir, mudah-mudahan bisa meningkatkan wisata yang menuju ke pesisir. Karena jalannya juga sudah bagus, tinggal beberapa titik yang belum,” katanya.
Ia menilai persoalan utama saat ini bukan hanya infrastruktur, tetapi keterbatasan moda transportasi yang menghambat mobilitas masyarakat dan wisatawan.
“Ada informasi bahwa nyari kendaraan dari Tanjung menuju Biduk-Biduk itu agak susah. Artinya kebutuhan masyarakat sudah semakin tinggi,” ujarnya.
Selain sektor pariwisata, peningkatan kebutuhan transportasi juga dipicu oleh aktivitas industri yang akan berkembang di Berau.
“Apalagi nggak lama lagi Kiani Kertas sudah mau beroperasi. Itu kebutuhan transportasi semakin tinggi,” tambahnya.
Meski mendukung, ia berharap kehadiran DAMRI tidak mematikan usaha transportasi lokal yang telah ada, melainkan menjadi pelengkap.
“Kita mendukung terkait ada DAMRI, mudah-mudahan tidak mengganggu taksi yang ada sekarang. Karena kebutuhan masyarakat semakin tinggi,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah memastikan kebijakan transportasi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan pemerataan akses.
“Kalau ada bus ini langsung kita syukuri supaya bisa meningkatkan pariwisata di daerah Berau,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian realisasi program tersebut.
“Jadi memang saya baca berita terkait itu, tapi untuk realisasinya saya belum mendengar. Apakah itu baru sekadar usulan atau seperti apa?” ujarnya.
Ia menyebut program tersebut kemungkinan berkaitan dengan program unggulan daerah yang sempat dibahas sebelumnya.
“Sepengetahuan kami memang ada program unggulan ya, di periode kedua itu, Berau Trans. Kami bertanya-tanya juga, apakah yang dimaksud dengan Berau Trans itu salah satunya DAMRI ini,” jelasnya. Ia menyatakan pihaknya akan mendukung apabila program tersebut direalisasikan.
“Ya mudah-mudahan lah betul-betul bisa diwujudkan. Kalau tentu pasti mendukung, senang,” pungkasnya. (tnr)
- Penulis: admin
