Destinasi Makin Padat, Disbudpar Akui Toilet Masih Jadi Titik Lemah
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

BERAU— Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau menyoroti keterbatasan fasilitas toilet di sejumlah destinasi wisata seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan kebutuhan toilet menjadi salah satu aspek mendasar yang harus segera ditingkatkan, terutama saat lonjakan pengunjung pada musim ramai.
“Ketika peak season, fasilitas yang ada belum mencukupi. Ini yang menjadi perhatian kami untuk segera ditingkatkan,” ujarnya.
Selain penambahan unit, perbaikan fasilitas yang telah ada juga menjadi fokus. Beberapa toilet di lokasi wisata dilaporkan mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitasi.
Menurut Samsiah, pengelola destinasi diharapkan dapat memanfaatkan pendapatan yang ada untuk mendukung peningkatan fasilitas dasar tersebut.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga membuka peluang penganggaran untuk penambahan maupun perbaikan toilet, baik melalui anggaran perubahan maupun tahun berikutnya.
“Kalau memungkinkan, akan kami dorong penganggarannya. Karena ini kebutuhan utama wisatawan di setiap destinasi,” katanya.
Staf Teknis dan Pengawasan Kepariwisataan Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, menegaskan bahwa toilet merupakan bagian dari amenitas dasar yang wajib tersedia di kawasan wisata.
“Itu bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi kebutuhan dasar,” ujarnya.
Ia menyebutkan, peningkatan jumlah pengunjung berdampak langsung pada kebutuhan fasilitas. Karena itu, pihaknya telah mengusulkan perbaikan toilet, terutama di kawasan Labuan Cermin, sebagai prioritas dalam APBD perubahan.
Dalam kondisi normal, fasilitas yang ada dinilai masih mencukupi. Namun saat terjadi lonjakan pengunjung, kapasitas yang tersedia tidak lagi memadai.
Selain Labuan Cermin, peningkatan fasilitas serupa juga menjadi perhatian di destinasi lain, termasuk kawasan pemandian air panas di Kecamatan Biatan.
Samsiah menegaskan, sektor pariwisata tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, termasuk dalam pemenuhan amenitas dasar di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Dengan perbaikan fasilitas dan dukungan anggaran, pemerintah daerah berharap kualitas layanan di destinasi wisata Berau dapat meningkat dan berdampak pada pertumbuhan kunjungan wisatawan. (TNR)
- Penulis: admin
