Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Hoaks dan Penolakan Vaksin Picu Kekhawatiran Dinkes Berau soal Campak

Hoaks dan Penolakan Vaksin Picu Kekhawatiran Dinkes Berau soal Campak

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 558
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak menyusul laporan Kementerian Kesehatan mengenai peningkatan kasus secara nasional. Pada 2025, jumlah temuan kasus suspek campak di Indonesia dilaporkan meningkat hingga 147 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Berau, Suhartini, mengatakan pemerintah pusat telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Secara nasional, sejumlah daerah dilaporkan mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak.

Meski demikian, Suhartini menyebut Kabupaten Berau hingga kini tidak termasuk wilayah yang mengalami KLB. “Secara nasional memang terjadi KLB campak. Kami juga sudah menerima surat dari Kementerian Kesehatan. Tetapi untuk Kabupaten Berau tidak termasuk daerah yang mengalami KLB,” kata Suhartini, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurut dia, beberapa daerah lain justru mendapat perhatian lebih untuk meningkatkan cakupan imunisasi, salah satunya Kota Bontang.

Kendati belum masuk kategori KLB, Dinas Kesehatan Berau tetap meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan kasus serta penguatan program imunisasi. Suhartini menekankan pentingnya imunisasi campak untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Ia menjelaskan, setidaknya 80 hingga 90 persen anak harus mendapatkan imunisasi agar penularan virus dapat ditekan.

“Imunisasi campak sangat penting. Anak-anak minimal harus mencapai cakupan sekitar 80 persen agar terbentuk kekebalan komunitas,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Berau, sepanjang 2025 terdapat dua kasus positif campak yang ditemukan di wilayah Batu Putih pada akhir tahun. Selain itu tercatat 105 kasus suspek campak dalam periode yang sama.

Sementara pada 2026, sejak Januari hingga Maret, sudah tercatat 42 kasus suspek campak. Sebagian besar berasal dari wilayah Kecamatan Sambaliung.

“Jika dibandingkan, tahun lalu ada 105 suspek dalam satu tahun. Sekarang baru tiga bulan sudah 42 suspek,” kata Suhartini.

Meski jumlahnya meningkat, seluruh kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah benar positif campak atau tidak.

“Kami berharap dari kasus suspek yang diperiksa tidak ada yang positif,” ujarnya.

Suhartini juga mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi secara lengkap serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan seperti posyandu.

Menurut dia, campak sebenarnya merupakan penyakit yang telah lama dikenal. Namun penurunan cakupan imunisasi membuat penyakit tersebut kembali berpotensi muncul.

“Untuk membentuk kekebalan kelompok, cakupan imunisasi minimal harus mencapai sekitar 90 persen,” katanya.

Penanggung Jawab Program Imunisasi Dinas Kesehatan Berau, Adi, mengatakan penurunan cakupan imunisasi mulai terasa sejak masa pandemi COVID-19. Dalam tiga tahun terakhir, angka imunisasi di Berau dilaporkan terus menurun bahkan berada di bawah 70 persen.

“Sejak pandemi COVID-19 cakupan imunisasi mulai turun. Dalam tiga tahun terakhir berada di bawah 70 persen,” ujar Adi.

Menurut dia, rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari persepsi masyarakat hingga meningkatnya kelompok yang menolak vaksin. Selain itu, informasi yang tidak akurat di media sosial juga turut memengaruhi keputusan sebagian orang tua.

“Sebagian masyarakat lebih percaya informasi dari media sosial yang belum tentu benar, termasuk hoaks tentang imunisasi,” kata Adi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Berau terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas dan tenaga kesehatan di lapangan. Upaya sosialisasi juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

“Kami terus melakukan edukasi setiap bulan melalui tenaga kesehatan dan bekerja sama dengan berbagai pihak agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi,” ujar Adi.(*/tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampus Lokal Jadi Pilar Peningkatan SDM dan Akses Pendidikan Tinggi

    Kampus Lokal Jadi Pilar Peningkatan SDM dan Akses Pendidikan Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Berau, Sumadi, menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan perguruan tinggi yang ada di Berau. Menurutnya, saat ini perguruan tinggi di Bumi Batiwakkal sudah cukup baik dalam memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam resesnya yang dilaksanakan pada Rabu (3/12/2025) dengan sejumlah tokoh masyarakat, Sumadi […]

  • Sri Juniarsih Ikuti Rakor Kemendagri, Tegaskan Komitmen Jaga Kondusifitas Berau

    Sri Juniarsih Ikuti Rakor Kemendagri, Tegaskan Komitmen Jaga Kondusifitas Berau

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menghadiri rapat koordinasi (rakor) nasional yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Sabtu sore, 30 Agustus 2025. Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi dan kondisi di berbagai daerah sekaligus langkah antisipasi menjaga stabilitas menjelang dinamika politik dan sosial terkini. Rakor dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian […]

  • Perketat Izin Pelaku Bisnis Poperti

    Perketat Izin Pelaku Bisnis Poperti

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    (17/11/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina, mengingatkan para pelaku usaha properti atau pengembang perumahan untuk secara teliti memeriksa izin mendirikan bangunan sebelum memulai proses pembangunan. Diketahui bahwa Kabupaten Berau saat ini sedang mengalami lonjakan pembangunan rumah dan gedung baru, tidak hanya terbatas di wilayah perkotaan, tetapi juga menyebar hingga […]

  • Libur Sekolah Dimanfaatkan BAZNAS Berau Gelar Khitan Massal bagi 350 Anak

    Libur Sekolah Dimanfaatkan BAZNAS Berau Gelar Khitan Massal bagi 350 Anak

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    BERAU – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Berau menggelar khitan massal gratis bagi 350 anak dari keluarga kurang mampu dalam rangka menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah dan masa libur sekolah. Kegiatan dipusatkan di Rumah Sehat BAZNAS, Ahad, 5 Juli 2026. Program tersebut merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah di sektor kesehatan. […]

  • Atlet Berprestasi PON 2024 Bakal Diganjar Bonus Istimewa

    Atlet Berprestasi PON 2024 Bakal Diganjar Bonus Istimewa

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.214
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Besaran jumlah bonus atlet peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 hingga saat ini belum diketahui. Pasalnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Amiruddin belum bisa menyebutkan nilai bonus yang disebut-sebut lebih besar dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 silam. Meski demikian, Amir mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Berau, […]

  • Peta Politik Berau Bisa Berubah pada 2029

    Peta Politik Berau Bisa Berubah pada 2029

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BERAU – Peta pertarungan politik di Kabupaten Berau berpeluang berubah pada Pemilu 2029. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Berau telah menyusun simulasi pembagian wilayah menjadi lima daerah pemilihan atau dapil, dari empat dapil yang digunakan pada Pemilu 2024. Perubahan itu berpotensi berjalan beriringan dengan bertambahnya jumlah kursi DPRD Berau. Pertumbuhan penduduk yang telah menembus lebih dari […]

expand_less