Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Hoaks dan Penolakan Vaksin Picu Kekhawatiran Dinkes Berau soal Campak

Hoaks dan Penolakan Vaksin Picu Kekhawatiran Dinkes Berau soal Campak

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 536
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak menyusul laporan Kementerian Kesehatan mengenai peningkatan kasus secara nasional. Pada 2025, jumlah temuan kasus suspek campak di Indonesia dilaporkan meningkat hingga 147 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Berau, Suhartini, mengatakan pemerintah pusat telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Secara nasional, sejumlah daerah dilaporkan mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak.

Meski demikian, Suhartini menyebut Kabupaten Berau hingga kini tidak termasuk wilayah yang mengalami KLB. “Secara nasional memang terjadi KLB campak. Kami juga sudah menerima surat dari Kementerian Kesehatan. Tetapi untuk Kabupaten Berau tidak termasuk daerah yang mengalami KLB,” kata Suhartini, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurut dia, beberapa daerah lain justru mendapat perhatian lebih untuk meningkatkan cakupan imunisasi, salah satunya Kota Bontang.

Kendati belum masuk kategori KLB, Dinas Kesehatan Berau tetap meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan kasus serta penguatan program imunisasi. Suhartini menekankan pentingnya imunisasi campak untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Ia menjelaskan, setidaknya 80 hingga 90 persen anak harus mendapatkan imunisasi agar penularan virus dapat ditekan.

“Imunisasi campak sangat penting. Anak-anak minimal harus mencapai cakupan sekitar 80 persen agar terbentuk kekebalan komunitas,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Berau, sepanjang 2025 terdapat dua kasus positif campak yang ditemukan di wilayah Batu Putih pada akhir tahun. Selain itu tercatat 105 kasus suspek campak dalam periode yang sama.

Sementara pada 2026, sejak Januari hingga Maret, sudah tercatat 42 kasus suspek campak. Sebagian besar berasal dari wilayah Kecamatan Sambaliung.

“Jika dibandingkan, tahun lalu ada 105 suspek dalam satu tahun. Sekarang baru tiga bulan sudah 42 suspek,” kata Suhartini.

Meski jumlahnya meningkat, seluruh kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah benar positif campak atau tidak.

“Kami berharap dari kasus suspek yang diperiksa tidak ada yang positif,” ujarnya.

Suhartini juga mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi secara lengkap serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan seperti posyandu.

Menurut dia, campak sebenarnya merupakan penyakit yang telah lama dikenal. Namun penurunan cakupan imunisasi membuat penyakit tersebut kembali berpotensi muncul.

“Untuk membentuk kekebalan kelompok, cakupan imunisasi minimal harus mencapai sekitar 90 persen,” katanya.

Penanggung Jawab Program Imunisasi Dinas Kesehatan Berau, Adi, mengatakan penurunan cakupan imunisasi mulai terasa sejak masa pandemi COVID-19. Dalam tiga tahun terakhir, angka imunisasi di Berau dilaporkan terus menurun bahkan berada di bawah 70 persen.

“Sejak pandemi COVID-19 cakupan imunisasi mulai turun. Dalam tiga tahun terakhir berada di bawah 70 persen,” ujar Adi.

Menurut dia, rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari persepsi masyarakat hingga meningkatnya kelompok yang menolak vaksin. Selain itu, informasi yang tidak akurat di media sosial juga turut memengaruhi keputusan sebagian orang tua.

“Sebagian masyarakat lebih percaya informasi dari media sosial yang belum tentu benar, termasuk hoaks tentang imunisasi,” kata Adi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Berau terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas dan tenaga kesehatan di lapangan. Upaya sosialisasi juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

“Kami terus melakukan edukasi setiap bulan melalui tenaga kesehatan dan bekerja sama dengan berbagai pihak agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi,” ujar Adi.(*/tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

    M2F 2026: Ketika Musik Menjadi Suara Alam Maratua

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Maratua — Dentuman musik tak selalu hanya menghadirkan hiburan. Di Pulau Maratua, alunan nada justru menjadi pengingat bahwa alam adalah panggung utama yang harus dijaga bersama. Melalui Maratua Music Festival (M2F) 2026, Event Organizer Mata Sanggam Production menghadirkan wajah festival yang berbeda. Selain menyuguhkan hiburan, budaya lokal, dan promosi pariwisata, M2F juga mengajak seluruh peserta, […]

  • Disbudpar Berau Dorong Event Budaya Masuk Kharisma Event Nusantara

    Disbudpar Berau Dorong Event Budaya Masuk Kharisma Event Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 690
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus berupaya memperkuat posisi event-event budaya daerah agar dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) — program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang menyeleksi dan mempromosikan event terbaik dari seluruh Indonesia. Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan bahwa langkah awal yang akan […]

  • LUTD Terangi 234 Rumah, Pemerintah & PLN Mantapkan Pemerataan Akses Energi untuk Warga Berau

    LUTD Terangi 234 Rumah, Pemerintah & PLN Mantapkan Pemerataan Akses Energi untuk Warga Berau

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Senyum warga kampung yang kini bisa menyalakan lampu tanpa harus berbagi sambungan listrik seolah menjadi gambaran nyata bagaimana listrik bukan sekadar cahaya—tetapi harapan. Melalui program Light Up The Dream (LUTD) yang digagas PLN, lebih dari dua ratus warga Berau kini resmi teraliri listrik tanpa biaya pemasangan. Sebuah langkah sederhana, namun efeknya panjang: […]

  • Jangan Biarkan Silpa Hampiri Anggaran 2024

    Jangan Biarkan Silpa Hampiri Anggaran 2024

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Memasuki triwulan ketiga atau triwulan akhir tahun anggaran 2024, maka serapan anggaran setiap OPD harus dimaksimalkan. Hal ini agar tidak terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) seperti di tahun anggaran sebelumnya. “Jangan sampai ada terjadi lagi yang namanya Silpa, seperti di tahun 2023 yang Silpanya mencapai hampir […]

  • MPAW Tekankan Pendidikan Gratis dan Pemulihan Ekonomi, Warga Maluang Berikan Dukungan

    MPAW Tekankan Pendidikan Gratis dan Pemulihan Ekonomi, Warga Maluang Berikan Dukungan

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 988
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Ribuan masyarakat memadati lapangan sepak bola Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, untuk bertatap muka langsung dengan pasangan calon (paslon) nomor 1, Madri Pani-Agus Wahyudi. “Menyala abangku” terus menggema saat sosok bakal calon bupati dan wakil bupati itu menyapa warga. Masyarakat antusias ingin mengobrol dan mendengarkan program-program unggulan yang disampaikan oleh Madri Pani […]

  • Verifikasi Bantuan Kebakaran Teluk Bayur Berlanjut, Dinsos Pastikan Sesuai Prosedur

    Verifikasi Bantuan Kebakaran Teluk Bayur Berlanjut, Dinsos Pastikan Sesuai Prosedur

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Hingga kini, Dinas Sosial (Dinsos) Berau masih memverifikasi jumlah bantuan materiil yang akan diberikan kepada korban kebakaran di Sungai Kuyang Kecamatan Teluk Bayur beberapa waktu lalu. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kadinsos Berau Iswahyudi menjelaskan jika jumlah bantuan diberikan nantinya mengikuti aturan yang sudah ada, yakni bantuan khusus untuk bencana. “Ada yang namanya […]

expand_less