Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi dan Budaya

Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi dan Budaya

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
  • visibility 1.112
  • print Cetak

Gunung Tabur – Peringatan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-215 Kota Tanjung Redeb diwarnai tradisi ziarah ke makam raja pertama Kerajaan Berau, Baddit Dipattung bergelar Aji Raden Surya Nata Kusuma. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 13 September 2025, itu dipusatkan di Kampung Merancang Hulu, Kecamatan Gunung Tabur.

Rombongan ziarah dipimpin Ketua Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur, Pangeran Hadingrat, bersama Sultan Gunung Tabur, Adji Awang Idris. Hadir pula Ketua Lembaga Pemangku Adat, Endin Supandi, Bupati Berau Sri Juniarsih, Wakil Bupati Gamalis, Sekda, jajaran Forkopimda, perwakilan TNI-Polri, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga warga sekitar.

Baddit Dipattung dikenal sebagai raja pertama sekaligus pendiri awal Kesultanan Berau yang berkuasa pada 1377–1401. Makamnya di Merancang Hulu menjadi simbol penting perjalanan panjang sejarah masyarakat Berau sejak abad ke-14. “Ziarah ini bukan sekadar ritual, tapi pengingat agar kita tidak melupakan akar sejarah. Setiap tahun kegiatan ini kami tetapkan menjadi bagian resmi dari rangkaian peringatan hari jadi,” kata Bupati Sri Juniarsih.

Pemerintah Kabupaten Berau juga menyiapkan rencana penataan kawasan makam agar lebih representatif. Master plan pembangunan telah disusun, meliputi penataan taman, penyediaan fasilitas peziarah, serta pemasangan narasi sejarah mengenai peran Baddit Dipattung dalam kepemimpinan Berau.

“Saya ingin semua yang datang ke sini paham siapa beliau, apa perannya, dan bagaimana beliau memimpin. Untuk itu camat dan lurah Gunung Tabur saya minta segera merancang narasi sejarah tersebut,” ujar Sri Juniarsih.

Ke depan, kawasan makam tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga destinasi wisata sejarah dan religi. Program penataan akan melibatkan Dinas Pariwisata, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kampung setempat.

Sri Juniarsih menegaskan, pembangunan kawasan makam adalah bentuk penghargaan kepada tokoh adat yang telah menjaga keberlangsungan masyarakat di masa lampau. Meski dengan keterbatasan sarana di zamannya, Baddit Dipattung memimpin selama 32 tahun hingga wafat pada 1401. “Semoga kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah,” tambahnya.

Tradisi ziarah tahunan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah, kesultanan, dan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa warisan leluhur harus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.(suci/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • MP-AW Sampaikan Hasil Pemeriksaan Kesehatan: Sehat Lahir Batin

    MP-AW Sampaikan Hasil Pemeriksaan Kesehatan: Sehat Lahir Batin

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 629
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN- Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Berau, Madri Pani-Agus Wahyudi (MP-AW) telah usai mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan sejak 31 Agustus lalu.  MP-AW dalam konferensi pers pada Minggu (1/9/2024) mengatakan kondisi kesehatan keduanya sangat prima dan bugar, meski sebelumnya melalui perjalanan darat ke Balikpapan pada Jumat (30/8/2024) lalu.  “Walaupun […]

  • Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

    Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.180
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Beberapa hari terakhir, cuaca panas yang melanda Kabupaten Berau memicu terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sistem informasi Sipongi yang dikembangkan oleh Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi acuan utama dalam pemantauan titik api di Indonesia. Sipongi berfungsi […]

  • Gedung Baru RSUD Abdul Rivai Belum Difungsikan, FLPD Tekankan Percepatan Operasional

    Gedung Baru RSUD Abdul Rivai Belum Difungsikan, FLPD Tekankan Percepatan Operasional

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 589
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meskipun pembangunan fisik bangunan gedung RSUD Abdul Rivai atau gedung Walet sudah selesai, namun sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan mulai difungsikan. Hal ini juga menjadi salah satu topik pembahasan yang dibawa dalam rapat terbatas Forum Lintas Perangkat Daerah (FLPD) Tematik Pembangunan Tahun 2025-2029. Pembahasan ini muncul lantaran sektor kesehatan […]

  • Kampanye di Pulau Derawan, Madri Pani Siap Atasi Kelangkaan LPG dan Dukung Pariwisata

    Kampanye di Pulau Derawan, Madri Pani Siap Atasi Kelangkaan LPG dan Dukung Pariwisata

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    Derawan — Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Berau nomor urut 1, Madri Pani dan Agus Wahyudi (MP-AW), terus menggalang dukungan melalui rangkaian kampanye di berbagai wilayah Kabupaten Berau. Pada Kamis (17/10/2024), Madri Pani menyapa warga di Pulau Derawan dan Pegat Batumbuk, sementara Agus Wahyudi menggelar kampanye di Kampung Tanjung Batu. Kehadiran mereka disambut […]

  • Dedikasi Guru Honorer Berau: Mengajar di Tengah Badai Kebijakan Baru

    Dedikasi Guru Honorer Berau: Mengajar di Tengah Badai Kebijakan Baru

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Di tengah ketegangan terkait larangan pengangkatan tenaga honorer baru, 197 tenaga honorer yang mengajar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tetap melanjutkan tugas mereka. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor pendidikan sempat menghadapi kekhawatiran atas kekurangan tenaga pengajar. Namun, hingga […]

  • Pulau Maratua Kembali Jadi Panggung Jazz Internasional pada 2026

    Pulau Maratua Kembali Jadi Panggung Jazz Internasional pada 2026

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Pulau Maratua, salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur, kembali bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Maratua Jazz 2026. Festival yang akan digelar pada Juni 2026 tersebut dirancang tidak hanya sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai sarana promosi pariwisata berbasis konservasi dan budaya lokal. Dikenal sebagai salah satu destinasi bahari unggulan Indonesia, Pulau Maratua […]

expand_less