Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Keselamatan Pengendara Terancam, Rambu Roboh di Sejumlah Titik Jalan Berau

Keselamatan Pengendara Terancam, Rambu Roboh di Sejumlah Titik Jalan Berau

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 734
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Sejumlah rambu lalu lintas di beberapa titik jalan di Kabupaten Berau terpantau roboh dan terbengkalai sejak beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memicu keluhan warga karena dinilai mengganggu fungsi fasilitas keselamatan jalan dan berpotensi membahayakan pengguna kendaraan.

Di Jalan Mangga III, misalnya, sebuah rambu penanda persimpangan terlihat tergeletak di sisi jalan. Tiangnya penyok, papan penunjuknya miring, dan sebagian badan rambu nyaris tertutup rumput liar. Tak ada tanda-tanda perbaikan.

Zaki, salah seorang pengendara yang kerap melintas di kawasan itu, mengatakan rambu tersebut sudah roboh berbulan-bulan. “Memang sudah lama jatuh dan tidak ada yang mendirikan kembali. Kondisinya juga sudah penyok,” ujarnya (2/3).

Menurut Zaki, keberadaan rambu di titik persimpangan sangat penting, terutama bagi pengendara dari luar kawasan yang belum mengenal karakter jalan. Tanpa penanda yang jelas, risiko kecelakaan meningkat, apalagi pada malam hari atau saat arus lalu lintas padat.

Keluhan serupa juga datang dari warga di titik lain. Beberapa rambu dilaporkan miring, pudar, bahkan hilang. Sebagian diduga terdampak proyek pengerjaan jalan dan galian utilitas.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, Aidil Hamka, membenarkan bahwa perbaikan dan pemeliharaan rambu merupakan tanggung jawab instansinya. Namun, ia mengungkapkan adanya kendala koordinasi di lapangan.

Menurut Aidil, salah satu penyebab utama rambu roboh adalah aktivitas proyek jalan atau galian yang dilakukan pihak ketiga maupun instansi lain tanpa pemberitahuan ke Dinas Perhubungan.

“Biasanya ada galian dari pihak PU tanpa koordinasi ke kami. Kami pun tidak tahu. Tiba-tiba ada laporan masyarakat bahwa rambu sudah roboh,” kata Aidil.

Ia menjelaskan, setiap pekerjaan yang berpotensi mengganggu fasilitas keselamatan jalan seharusnya dikoordinasikan sejak tahap perencanaan. Dengan begitu, Dishub dapat melakukan pengawasan teknis, termasuk memastikan rambu dilepas sementara dengan prosedur yang benar dan dipasang kembali sesuai standar.

“Seandainya ada koordinasi dari pemborong, kami pasti akan cek. Kalau pemasangannya tidak sesuai teknis, tentu akan kami tegur,” ujarnya.

Selain persoalan koordinasi, minimnya laporan juga menjadi hambatan. Aidil mengakui, tidak semua kerusakan langsung terdeteksi petugas di lapangan. Ia berharap masyarakat lebih aktif melapor apabila menemukan rambu atau fasilitas jalan yang rusak.

“Kalau ada laporan, kami bisa segera tindak lanjuti. Ini demi keselamatan bersama,” kata dia.

Secara normatif, rambu lalu lintas merupakan bagian dari perlengkapan jalan yang berfungsi memberikan peringatan, larangan, perintah, maupun petunjuk kepada pengguna jalan. Ketika rambu tidak berfungsi, maka sistem informasi keselamatan di ruang publik ikut terganggu.

Hingga awal Maret ini, Dishub Berau menyatakan akan melakukan pendataan ulang terhadap rambu-rambu yang rusak, terutama di titik yang terdampak proyek pekerjaan jalan. Instansi itu juga membuka ruang koordinasi dengan dinas teknis lain agar kasus serupa tidak berulang.

Bagi warga seperti Zaki, yang dibutuhkan bukan sekadar imbauan, melainkan tindakan nyata. “Kalau dibiarkan terus, lama-lama orang anggap biasa. Padahal ini soal keselamatan,” ujarnya.(*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berau Mulai Ajarkan Bahasa Banua di SMP, SD Ditargetkan Menyusul pada 2027

    Berau Mulai Ajarkan Bahasa Banua di SMP, SD Ditargetkan Menyusul pada 2027

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menerapkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Peluncuran penerapan kurikulum muatan lokal Bahasa Banua dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar […]

  • Cegah Sampah Seremonial, Bupati Berau Ajak Warga Pakai Tumbuhan Bukan Bunga Palsu

    Cegah Sampah Seremonial, Bupati Berau Ajak Warga Pakai Tumbuhan Bukan Bunga Palsu

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Berau, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, untuk mengganti buah tangan seperti karangan bunga menjadi tanaman hidup. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan dan menanggulangi persoalan sampah. Menurutnya, kebiasaan memberikan karangan bunga dalam berbagai acara, […]

  • Raup Omzet Puluhan Juta Per Hari, UMKM di Berau Masih Gunakan Elpiji Subsidi

    Raup Omzet Puluhan Juta Per Hari, UMKM di Berau Masih Gunakan Elpiji Subsidi

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 652
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Penggunaan gas melon bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat golongan tertentu diduga disalahgunakan oleh salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Berau. Hal ini terungkap setelah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, melaporkan adanya dugaan penimbunan gas bersubsidi oleh UMKM yang beromzet puluhan juta per hari. Bahkan UMKM tersebut disebutkan telah […]

  • 389 Guru Non-ASN di Berau Tak Bisa Ikut PPPK, Disdik Berjuang Carikan Jalan Keluar

    389 Guru Non-ASN di Berau Tak Bisa Ikut PPPK, Disdik Berjuang Carikan Jalan Keluar

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dinas Pendidikan Kabupaten Berau memperjuangkan nasib 389 guru non-ASN yang belum memenuhi masa kerja dua tahun dan tidak masuk dalam database pemerintah daerah maupun seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebelumnya. Kelompok guru tersebut tidak dapat mengikuti seleksi PPPK karena tidak terdata dalam sistem resmi pemerintah daerah. Nama mereka juga tidak […]

  • Festival Kuliner Jadul, Jalan Baru Merawat Warisan Rasa dan Menggerakkan UMKM Berau

    Festival Kuliner Jadul, Jalan Baru Merawat Warisan Rasa dan Menggerakkan UMKM Berau

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Di antara ramainya tren kuliner kekinian, Berau masih memiliki sesuatu yang lebih dalam dan lebih hangat untuk ditawarkan: jajanan tempo dulu. Kue yang pernah memenuhi meja kayu nenek, manisnya yang sederhana, hingga aroma masa kecil yang tiba-tiba kembali. Dan bagi Elita Herlina, Anggota Komisi II DPRD Berau, warisan rasa itu tak boleh […]

  • Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

    Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.343
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Berau diwajibkan untuk mengonsumsi beras produksi lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pertanian setempat. Namun, jumlah beras yang wajib dikonsumsi mengalami penyesuaian, dari sebelumnya 10 kilogram menjadi 5 kilogram per bulan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini diambil […]

expand_less