Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bongkar 665 Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp1,2 Triliun

Bongkar 665 Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp1,2 Triliun

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 346
  • print Cetak

JAKARTA — Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG bersubsidi dalam kurun waktu 2025 hingga awal 2026.

Mengutip CNN Indonesia, total terdapat 665 kasus yang berhasil dibongkar, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,2 triliun.

Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifudin, menyebut angka kerugian tersebut berasal dari praktik penyalahgunaan subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

“Tindak kejahatan penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi telah mengakibatkan potensi kebocoran keuangan negara mencapai Rp1,26 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (7/4/2026).

Ia merinci, kerugian dari penyalahgunaan BBM subsidi mencapai sekitar Rp516,8 miliar, sementara LPG bersubsidi mencapai Rp749,2 miliar.

Menurutnya, angka tersebut tergolong signifikan dan menjadi perhatian serius karena menyangkut hak masyarakat yang seharusnya menerima subsidi.

“Seharusnya barang subsidi ini dimanfaatkan oleh masyarakat yang tidak mampu, tetapi justru disalahgunakan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Moh Irhamni, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 terdapat 568 kasus yang berhasil diungkap dengan 583 tersangka.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti, di antaranya 1,1 juta liter solar, 127 ribu liter pertalite, serta puluhan ribu tabung LPG berbagai ukuran.

Sedangkan pada periode awal 2026, polisi telah mengungkap 97 kasus dengan 89 tersangka.

Barang bukti yang disita antara lain 112.663 liter solar, ribuan tabung LPG 3 kilogram hingga 50 kilogram, serta 79 unit kendaraan yang digunakan dalam praktik ilegal tersebut.

Irhamni menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penindakan untuk mencegah kebocoran subsidi yang merugikan negara dan masyarakat.

“Direktorat Tipidter dan jajaran akan terus berupaya melakukan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM dan LPG oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Delapan Aturan Baru SPBU di Berau: Mobil Maksimal 25 Liter, Hotline Pengaduan Wajib Tersedia

    Delapan Aturan Baru SPBU di Berau: Mobil Maksimal 25 Liter, Hotline Pengaduan Wajib Tersedia

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan PT Pertamina Patra Niaga menetapkan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan kelangkaan sekaligus mendorong pemerataan distribusi bahan bakar minyak atau BBM di Kabupaten Berau. Ketetapan bersama tersebut berlaku bagi SPBU dan Pertashop di seluruh wilayah Kabupaten Berau. Salah satu poin yang menjadi perhatian […]

  • Sumber Agung Dorong UMKM Bahari

    Sumber Agung Dorong UMKM Bahari

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meski kampung tak memiliki aset laut, potensi kekayaan laut menjadi harapan sekaligus masa depan yang baik untuk diolah sebagai sumber penghidupan. Hal ini pun diterapkan di Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih. Potensi mulai dari berbagai jenis ikan, potensi lain dari laut juga mulai dilirik. Kini mereka tengah mengembangkan rumput laut sebagai […]

  • DPRD Berau Soroti SiLPA Rp 893 Miliar, Tuding Lemahnya Perencanaan dan Serapan Anggaran

    DPRD Berau Soroti SiLPA Rp 893 Miliar, Tuding Lemahnya Perencanaan dan Serapan Anggaran

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Komisi II DPRD Kabupaten Berau menyoroti membengkaknya angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Berau Tahun Anggaran 2024 yang mencapai Rp 893 miliar. Angka ini dinilai terlalu besar dan mencerminkan lemahnya koordinasi, perencanaan, serta rendahnya serapan anggaran oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ketua Komisi II DPRD […]

  • Sinergi UMKM dan Swalayan di Berau, Solusi Pendistribusian Bahan Pokok yang Efektif

    Sinergi UMKM dan Swalayan di Berau, Solusi Pendistribusian Bahan Pokok yang Efektif

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), menggelar acara Diseminasi Toko Swalayan, Waralaba Nasional, dan UMKM di Kabupaten Berau pada Rabu, 6 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pola kerja sama dalam pendistribusian barang pokok dengan melibatkan berbagai pelaku usaha, mulai dari swalayan hingga UMKM. Dalam sambutannya, Kepala […]

  • BMKG Berau Peringatkan Warga Waspadai Hujan Lebat dan Potensi Banjir di Sejumlah Wilayah

    BMKG Berau Peringatkan Warga Waspadai Hujan Lebat dan Potensi Banjir di Sejumlah Wilayah

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 2.123
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Berau menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir, genangan air, hingga tanah longsor di beberapa wilayah. ‎Imbauan ini disampaikan menyusul curah hujan ekstrem yang melanda sejak kamis malam hingga jumat (24/10). Kepala BMKG Beray, Ade Heryadi, menjelaskan hujan dengan […]

  • Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 860
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (gas melon) kembali menjadi keluhan bagi masyarakat, terutama pedagang kecil. Salah satunya, Idawati, seorang pedagang kaki lima yang mengaku seringkali kesulitan mendapatkan pasokan gas melon untuk menjalankan usahanya. “Sering sekali saya harus mencari gas ke beberapa pangkalan, tapi seringkali habis. Kalau pun ada di tingkat pengecer, harga sudah […]

expand_less