TKD Dipangkas, Alokasi Dana Kampung Berau Turun dari Rp320 Miliar Jadi Rp145 Miliar
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menghadapi penyempitan ruang fiskal pada 2026 menyusul kebijakan efisiensi dan pemangkasan Transfer Keuangan Daerah atau TKD.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan kondisi itu berdampak pada sejumlah pos anggaran daerah. Salah satu yang mengalami penurunan cukup besar adalah Alokasi Dana Kampung atau ADK.
ADK Kabupaten Berau yang pada 2025 mencapai Rp320 miliar turun menjadi Rp145 miliar pada 2026. Dengan demikian, terjadi pengurangan sekitar Rp175 miliar.
Sri Juniarsih menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb di Gedung DPRD Berau, Senin, 14 September 2026.
Menurut dia, kondisi fiskal tersebut mengharuskan pemerintah daerah menyesuaikan sejumlah kebijakan pembangunan. Meski demikian, pembangunan tetap diarahkan pada kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Pemkab, kata Sri Juniarsih, tetap memprioritaskan pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
APBD Kabupaten Berau 2026 ditetapkan sebesar Rp3,42 triliun.
Di tengah keterbatasan anggaran itu, pemerintah juga masih menjalankan sejumlah program unggulan. Di antaranya bantuan angkutan pelajar dan mahasiswa, pendidikan gratis tingkat TK hingga SMP, pembebasan BPHTB bagi masyarakat tidak mampu, pengembangan Trans Berau, pembangunan fasilitas olahraga, serta penguatan pusat ekonomi desa.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan Berau Creative Hub sebagai salah satu fasilitas untuk mendorong kegiatan ekonomi kreatif.
Sri Juniarsih mengatakan arah pembangunan Berau tetap mengacu pada visi “Mewujudkan Berau yang Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera.”
Visi tersebut diterjemahkan melalui enam misi, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, perbaikan tata kelola pemerintahan, pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi kreatif, serta pengembangan sektor pariwisata dan UMKM.
Di tengah penyesuaian fiskal tersebut, pemerintah daerah juga mendorong transformasi ekonomi agar Berau tidak hanya bergantung pada sektor-sektor konvensional.
Pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi sektor yang diproyeksikan semakin besar perannya dalam perekonomian daerah.
Sri Juniarsih meminta seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat menjaga kondisi daerah agar berbagai agenda pembangunan tetap berjalan.
“Kondusivitas adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya. (Adv/afn)
- Penulis: admin

