50 KK Terdampak Karhutla di Kampung Merasa Terima Bantuan Rp500 Juta
- account_circle admin
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

KELAY – Sebanyak 50 kepala keluarga terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, menerima bantuan senilai Rp500 juta, Rabu (9/9/2026).
Penyaluran bantuan tersebut disaksikan Wakil Bupati Berau Gamalis. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang terdampak langsung karhutla, terutama petani yang mengalami kerugian terhadap aset produktif dan sumber penghasilan.
Bantuan tersebut merupakan dukungan yang diinisiasi Raffi Ahmad bersama sejumlah host dalam rangka peringatan ulang tahun SCTV.
Gamalis menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut membantu masyarakat Kampung Merasa. Menurut dia, bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus membantu proses pemulihan setelah kebakaran.
“Atas nama Pemkab Berau, kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini sedikit mengurangi beban masyarakat yang terdampak karhutla,” ujar Gamalis.
Karhutla yang terjadi tidak hanya menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kualitas udara. Sejumlah warga juga kehilangan aset produktif yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga.
Tanaman perkebunan seperti kakao dan kelapa sawit menjadi sebagian aset warga yang terdampak kebakaran.
Karena itu, Gamalis berharap bantuan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pemulihan kegiatan ekonomi.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu masyarakat, khususnya di Kampung Merasa,” katanya.
Selain bantuan tunai, warga juga menerima paket sembako dan peralatan pertanian. Peralatan tersebut nantinya akan digunakan bersama melalui kelompok tani di Kampung Merasa.
Pemkab Berau menilai dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat memulihkan kehidupan dan aktivitas produktif setelah terdampak karhutla.
Pemerintah daerah juga akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap. (adv/afn)
- Penulis: admin

