Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pembangunan » Rp38 Miliar Digelontorkan ke Derawan-Maratua

Rp38 Miliar Digelontorkan ke Derawan-Maratua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 339
  • print Cetak

TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau mengalokasikan anggaran lebih dari Rp38 miliar pada 2026 untuk merekonstruksi jalan di dua destinasi wisata unggulan, Pulau Derawan dan Pulau Maratua.

Kebijakan ini tidak sekadar menyasar penguatan sektor pariwisata, tetapi juga memicu harapan masyarakat terhadap dampak langsung bagi aktivitas harian. Rekonstruksi jalan dilakukan secara menyeluruh, tidak lagi bersifat tambal sulam, dengan konstruksi yang dirancang lebih tahan lama.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Bambang Sugianto, mengatakan pendekatan tersebut dipilih untuk menjawab tantangan lingkungan pesisir.

“Sesuai DPA, jalan sepanjang 3,7 kilometer akan dibangun dengan pengerasan beton agar lebih awet dan mampu bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Di Pulau Derawan, proyek sepanjang 3,7 kilometer itu menelan anggaran Rp18,8 miliar dan ditargetkan rampung dalam tahun ini. Adapun di Pulau Maratua, pemerintah daerah mengalokasikan Rp19,2 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan jalur utara yang menjadi akses vital penghubung antarwilayah.

Meski berfokus pada kawasan wisata, pembangunan ini dinilai memiliki dampak yang lebih luas. Infrastruktur jalan tidak hanya menunjang mobilitas wisatawan, tetapi juga menjadi jalur utama distribusi logistik serta aktivitas ekonomi warga.

Bambang menyebutkan pengembangan infrastruktur di wilayah kepulauan merupakan bagian dari strategi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

“Fokus kami pada kawasan wisata. Di Maratua, jalur utara terus kami dorong agar konektivitas semakin baik dan merata,” katanya.

Sejumlah warga berharap proyek ini dapat menekan biaya distribusi barang yang selama ini relatif tinggi akibat keterbatasan akses jalan. Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur diyakini membuka peluang usaha baru, mulai dari transportasi hingga pengembangan homestay dan usaha mikro lainnya.

“Dengan akses yang semakin memadai, wisatawan lebih mudah menjangkau destinasi unggulan. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Berau mengingatkan agar tidak terjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang besar.

    Madri Pani Tekankan Pentingnya Perencanaan dalam Pelaksanaan Proyek APBD Berau

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Beraunews.id,Tanjung Redeb — Ketua DPRD Berau, Madri Pani memberi Peringatan Keras kepada seluruh OPD maupun Penyelenggara Proyek yang menggunakan APBD Berau, untuk segera menyelesaikan seluruh pekerjaan sebelum Masa Anggaran berakhir. “Cuma mau mengingatkan, ini sudah mau berakhir Tahun Anggaran Murni dan sudah mau masuk ke Anggaran Perubahan. Yang belum selesai, segera dituntaskan,” ungkapnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (4/7/2024). Madri menyebut setiap proyek khususnya Pembangunan Infrastruktur harus dilakukan dengan Perhitungan Dan Perencanaan yang baik, […]

  • Perbaikan Tersandera Status Aset

    Perbaikan Tersandera Status Aset

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BERAU – Kawasan tracking mangrove di Teluk Semanting ditutup sementara akibat kerusakan yang dinilai cukup parah dan berpotensi membahayakan pengunjung. Hingga kini, upaya perbaikan belum dapat dilakukan karena terkendala status aset serta keterbatasan anggaran daerah. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Hj. Samsiah, mengatakan penutupan dilakukan demi menjaga keselamatan wisatawan. Kondisi jalur tracking yang rusak […]

  • Optimalisasi Aset Daerah, Subroto: Jangan Sampai Mubazir

    Optimalisasi Aset Daerah, Subroto: Jangan Sampai Mubazir

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 646
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Hingga kini masih banyak aset Pemkab yang belum terdata bahkan belum jelas. Hal ini mendapat sorotan dari Waka I DPRD Berau, Subroto. Ditemui beberapa waktu lalu, politisi dari Partai Golkar ini menyebut jika Pemkab harus lebih memperhatikan aset daerah, agar bisa dimanfaatkan. “Masih banyak aset daerah yang belum terakomodir secara keseluruhan oleh […]

  • Dari Studio RRI Jakarta, Bupati Berau Tawarkan Potensi Wisata dan Investasi

    Dari Studio RRI Jakarta, Bupati Berau Tawarkan Potensi Wisata dan Investasi

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia (SDM) pelaku wisata, hingga pengembangan destinasi yang berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam dialog interaktif yang berlangsung di studio Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, […]

  • Heboh Kasus Penggelapan Pupuk di Talisayan, DTPHP Berau Luruskan Fakta

    Heboh Kasus Penggelapan Pupuk di Talisayan, DTPHP Berau Luruskan Fakta

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 860
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Adanya kasus penggelapan pupuk yang terjadi di Talisayan bahkan hingga ke ranah hukum, menjadi perbincangan masyarakat khususnya para petani. Namun, ketika dikonfirmasi soal ini, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau menegaskan jika pupuk tersebut bukanlah jenis pupuk subsidi dari pusat. “Yang diamankan itu jenis pupuk NPK Granul 13-5-27-4, yang bukan […]

  • Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

    Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Beberapa hari terakhir, cuaca panas yang melanda Kabupaten Berau memicu terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sistem informasi Sipongi yang dikembangkan oleh Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi acuan utama dalam pemantauan titik api di Indonesia. Sipongi berfungsi […]

expand_less