Curhat Jalan Rusak ke Menhut, Warga Tumbit Dayak Minta Aspal Disambung
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

BERAU – Keluhan soal kondisi jalan mencuat di tengah kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke wilayah Kampung Merasa dan Tumbit Dayak, Kabupaten Berau, Rabu (26/8).
Agenda yang semula berfokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla itu berubah menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Dalam dialog bersama masyarakat, Raja Juli meminta warga ikut menjaga kawasan hutan dan lahan di sekitar kampung. Partisipasi masyarakat dinilai penting sebagai langkah awal mencegah munculnya titik api, terutama pada musim kering.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga kawasan hutan sekaligus melindungi sumber mata pencaharian warga dari ancaman kebakaran.
“Jadi ini amanah ya pak tolong di jaga lahan dan hutannya” ucapnya. Rabu (26/8/2026)
Di sela pembahasan mengenai karhutla, seorang warga Tumbit Dayak kemudian menyampaikan persoalan akses jalan di wilayah mereka. Warga mengeluhkan kondisi pengaspalan yang belum tersambung secara menyeluruh.
“Tolong pak untuk jalan kami diperbaiki karena aspalnya putus putus, karena itu ada kawasan pak” ucap salah satu warga
Aspirasi tersebut langsung mendapat respons dari rombongan Kementerian Kehutanan. Meski pembangunan dan perbaikan jalan bukan menjadi kewenangan teknis kementerian, persoalan itu diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Berau.
Raja Juli kemudian mengarahkan keluhan warga tersebut kepada Wakil Bupati Berau yang turut mendampingi kunjungan di lapangan. Pemerintah daerah diharapkan dapat menindaklanjuti persoalan jalan sesuai kewenangannya.
Kunjungan itu sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan masyarakat di sekitar kawasan hutan tidak hanya berkaitan dengan konservasi dan pencegahan karhutla. Infrastruktur dasar, terutama akses jalan, masih menjadi kebutuhan yang disuarakan warga.
Perbaikan akses tersebut juga dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat tanpa mengesampingkan upaya menjaga kawasan hutan di sekitar Tumbit Dayak dan Kampung Merasa. (*afn)
- Penulis: admin
