Sri Juniarsih: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, Hak Daerah Harus Bermuara pada Kemakmuran
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak

TANJUNG REDEB — Upacara bendera baru saja selesai di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, Senin (17/8). Di tengah suasana peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas membawa satu pesan: kemerdekaan tak cukup dirayakan lewat seremoni.
Baginya, usia 81 tahun Indonesia semestinya menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan bangsa, mensyukuri apa yang telah dicapai, sekaligus merawat persatuan ketika berbagai dinamika terus muncul di tengah masyarakat.
“Dengan hari kemerdekaan yang ke-81 ini, tentu kita harus lebih banyak memaknai dengan segala dinamika yang ada. Kita harus lebih banyak bersyukur, lebih banyak saling mendoakan, serta menjaga persatuan dan kesatuan kita,” ujarnya.
Sri Juniarsih mengatakan tantangan yang muncul saat ini harus dihadapi dengan kepala dingin. Ia menempatkan kebersamaan dan kondisi daerah yang tetap kondusif sebagai bagian penting agar roda pemerintahan dan pembangunan tidak terganggu.
Menurut dia, menjaga ketertiban bukan hanya urusan pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran untuk memastikan berbagai persoalan dapat dilewati tanpa mengorbankan persatuan.
“Tetaplah menjaga kondusivitas. Semoga kita berdoa, apa yang kita lewati saat ini bisa kita lewati bersama-sama untuk berawal yang lebih baik,” katanya.
Pesan tentang kebersamaan itu kemudian bersinggungan dengan persoalan yang lebih luas: perjuangan daerah memperoleh haknya.
Sri Juniarsih mengatakan Pemerintah Kabupaten Berau selama ini terus membuka komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hingga pemerintah pusat. Jalur komunikasi itu dilakukan melalui sejumlah kementerian terkait.
Upaya tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari perjuangan pemerintah daerah agar kepentingan Berau tetap mendapat ruang dalam kebijakan di tingkat provinsi maupun nasional.
“Perjuangan kepala daerah, saya tidak bisa berkomentar, tapi kami sudah banyak melakukan komunikasi-komunikasi dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dengan pemerintah pusat, melalui kementerian-kementerian terkait,” jelasnya.
Berau merupakan salah satu daerah di Kalimantan Timur yang memiliki berbagai potensi sumber daya. Karena itu, Sri Juniarsih berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah di tingkat atas dapat berujung pada kebijakan yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Bagi dia, hak daerah seharusnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan kesejahteraan.
“Mudah-mudahan hak-hak yang dimiliki oleh daerah-daerah yang ada di Indonesia dapat diterima, sesuai dengan apa yang kita miliki bersama-sama. Semuanya adalah demi kemakmuran masyarakat,” kuncinya.
Peringatan kemerdekaan, dalam pandangan Sri Juniarsih, pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu. Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi daerah, semangat kemerdekaan juga berarti kemampuan untuk tetap berdiri bersama, menjaga persatuan, dan memastikan pembangunan bergerak menuju kemakmuran masyarakat. (*afn)
- Penulis: admin
