Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Suara dari Gunung Tabur: Rahmawati Menembus Ajang Protokol Nasional

Suara dari Gunung Tabur: Rahmawati Menembus Ajang Protokol Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • visibility 79
  • print Cetak

BERAU — Mikrofon sudah akrab dengan Rahmawati jauh sebelum ia mengenakan seragam aparatur sipil negara. Sejak remaja di Gunung Tabur, Kabupaten Berau, perempuan yang biasa disapa Wati itu telah terbiasa berdiri di depan orang banyak: membawakan festival warga, peringatan hari besar, hingga Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kecamatan dan kabupaten.

Bertahun-tahun kemudian, suara yang dahulu terdengar di panggung-panggung kampung itu membawanya ke ruang yang lebih luas. Tahun ini, Rahmawati mengikuti Lomba Protokol Upacara Kemerdekaan RI Tingkat Nasional – Skill Up Date 2026 yang berlangsung secara daring.

Ia datang bukan sebagai petugas protokol aktif. Rahmawati kini bekerja di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah atau Bapperida Kabupaten Berau. Namun perpindahan meja kerja rupanya tak memutus hubungannya dengan dunia pembawa acara.

Bagi Rahmawati, kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar keterampilan yang melekat pada jabatan tertentu. Ia menganggapnya sebagai kemampuan yang harus terus diasah.

“Pengalaman adalah guru terbaik dari teori mana pun,” kata Rahmawati.

Panggung yang Mengubah Jalan Karier

Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika Rahmawati masih berstatus calon pegawai negeri sipil di Kecamatan Gunung Tabur.

Saat itu ia mendapat tugas menjadi pembawa acara dalam sebuah peresmian di Maluang yang dihadiri Bupati Berau ketika itu, Makmur HAPK. Kesempatan tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya.

Pada 2009, Rahmawati ditempatkan di Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, unit yang kini dikenal sebagai Protokol dan Komunikasi Pimpinan atau Prokopim.

Di tempat itulah kemampuan yang sebelumnya tumbuh secara alami mulai ditempa secara profesional.

Ia berhadapan dengan acara pemerintahan yang menuntut ketepatan: susunan acara tak boleh keliru, nama dan jabatan harus disebut dengan benar, intonasi harus menyesuaikan suasana, dan seorang pembawa acara mesti mampu menjaga ritme kegiatan.

Rahmawati menjalani pekerjaan tersebut hingga 2017.

Selama periode itu, ia terlibat dalam berbagai agenda pemerintah daerah, termasuk kegiatan berskala besar seperti peresmian Pasar Sanggam Adji Dilayas. Ia juga pernah memperoleh pelatihan keprotokolan dari Kementerian Dalam Negeri.

Pengalaman tersebut menjadi bekal yang terus dibawanya bahkan setelah tak lagi bertugas di bagian protokol.

Pindah Kantor, Tidak Meninggalkan Mikrofon

Sejak 2019, Rahmawati bertugas di Bapperida Berau. Lingkungan kerjanya berubah. Pekerjaan sehari-hari lebih dekat dengan perencanaan pembangunan dibandingkan panggung seremoni.

Tetapi setiap kali sebuah forum membutuhkan orang yang mampu mengendalikan acara, kemampuannya kembali digunakan.

Ia kerap dipercaya membawakan Pra-Musrenbang maupun berbagai forum penyusunan dokumen perencanaan daerah, mulai RPJMD hingga RPJPD.

Sesekali, dunia mikrofon membawanya keluar dari acara pemerintahan. Rahmawati juga masih menerima kesempatan menjadi pembawa acara pernikahan.

Baginya, keterampilan komunikasi justru penting bagi seorang ASN.

Seorang aparatur, kata dia, tak cukup hanya memahami pekerjaan administratif. Kemampuan menjelaskan gagasan kepada masyarakat juga dibutuhkan, terutama ketika tanggung jawab dan jabatan seseorang semakin besar.

“ASN tidak boleh terpaku pada satu bidang saja. Kita harus serba bisa, bekerja jujur, disiplin, dan mampu berbicara di depan umum,” ujarnya.

Pandangan itu yang kemudian mendorong Rahmawati kembali menguji kemampuan yang telah lama ia bangun.

Mengukur Diri di Panggung Nasional

Keputusan mengikuti Skill Up Date 2026 tidak datang tanpa keraguan.

Rahmawati telah cukup lama meninggalkan pekerjaan rutin di bidang keprotokolan. Sementara peserta yang dihadapinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan pengalaman dan karakter masing-masing.

Di sela pekerjaannya sebagai ASN, ia kembali membuka materi, berlatih membaca teks upacara, dan memperhatikan permainan intonasi.

Semua dilakukan secara mandiri saat memiliki waktu luang.

Ia tidak menempatkan perlombaan semata sebagai perburuan gelar. Ada alasan yang lebih sederhana: Rahmawati ingin mengetahui sejauh mana kemampuannya bertahan setelah bertahun-tahun tidak berada di lingkungan protokol.

Kompetisi itu sekaligus menjadi ruang belajar.

Dari peserta lain, ia mengamati bagaimana sebuah teks formal dibaca. Ada jeda yang harus dijaga, tekanan kata yang harus ditempatkan dengan tepat, sampai cara membangun suara agar terdengar tegas tanpa kehilangan kenyamanan bagi pendengar.

Menurut Rahmawati, pengalaman semacam itu penting agar seseorang tidak merasa telah selesai belajar.

“Tidak ada manusia yang sempurna,” ujarnya. “Yang penting bagaimana kita berusaha mendekati kesempurnaan dengan tidak cepat berpuas diri.”

Dukungan suaminya, Taufik, serta keluarga menjadi bagian penting ketika ia memutuskan kembali masuk ke ruang kompetisi.

Bagi ibu dua anak itu, keberanian tampil juga merupakan latihan mental.

Zaman Berubah, Kesempatan Belajar Membesar

Rahmawati masih mengingat masa ketika ia mulai belajar menjadi pembawa acara.

Tak ada video tutorial sebanyak sekarang. Materi public speaking tidak berada dalam genggaman telepon seluler. Untuk meningkatkan kemampuan, seseorang lebih banyak mengandalkan pengalaman langsung dan kesempatan tampil.

Situasinya kini berbeda.

Internet membuka ribuan contoh pembawa acara, materi mengenai pengaturan napas, artikulasi, intonasi, hingga teknik mengelola rasa gugup. Teknologi kecerdasan buatan juga dapat digunakan untuk membantu menyusun teks atau menjadi alat latihan.

Menurut Rahmawati, keadaan tersebut seharusnya menjadi keuntungan besar bagi generasi muda Berau.

Mereka yang tertarik dengan dunia MC dan public speaking tidak lagi harus menunggu sebuah pelatihan formal untuk mulai belajar.

Yang dibutuhkan, menurut dia, adalah keberanian mengambil kesempatan pertama.

“Banyak pemuda Berau yang punya bakat luar biasa,” katanya.

Ia berpesan agar anak-anak muda tidak takut memulai, sekalipun panggung pertama mungkin hanya sebuah kegiatan kecil di lingkungan sekitar.

Sebab kemampuan berbicara, kata Rahmawati, tidak tumbuh dalam satu malam. Ia lahir dari latihan, kesalahan, rasa gugup, lalu keberanian untuk kembali berdiri di depan mikrofon.

“Teruslah mengasah diri, perbanyak jam terbang, dan yang terpenting percaya diri,” ujarnya.

Bagi Rahmawati, mikrofon barangkali tak lagi menjadi bagian utama dari pekerjaannya setiap hari. Tetapi selepas bertahun-tahun berpindah ruang dan tugas, satu hal tak banyak berubah: setiap ada kesempatan untuk belajar dan menguji diri, ia masih bersedia berdiri di depan panggung. (*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelabuhan Berau Sudah Kondusif dan Guyub, APBMI Tuntut PT Mitra Samudera Kreasi Patuhi Komitmen Awal terhadap Kearifan Lokal

    Pelabuhan Berau Sudah Kondusif dan Guyub, APBMI Tuntut PT Mitra Samudera Kreasi Patuhi Komitmen Awal terhadap Kearifan Lokal

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.840
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kabupaten Berau menyatakan penolakan terhadap sosialisasi pengusahaan wilayah tertentu di perairan Muara Pantai yang dilakukan oleh PT Mitra Samudera Kreasi (MSK). Penolakan ini disampaikan melalui surat resmi tertanggal 12 Maret 2026. Dalam surat bernomor 007/DPC-APMI Berau/III/2026 itu, APBMI Berau menyebut sosialisasi yang difasilitasi […]

  • Tewas Usai Duel Mabuk, Pria di Tanjung Selor Dianiaya Teman Sendiri

    Tewas Usai Duel Mabuk, Pria di Tanjung Selor Dianiaya Teman Sendiri

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 516
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Seorang pria berinisial JI (32 tahun) ditemukan tewas usai terlibat perkelahian dengan temannya sendiri di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu sore, 1 Juni 2025. Kasi Humas Polresta Bulungan, Ipda Magdalena Lawai, membenarkan bahwa insiden tersebut menyebabkan satu korban jiwa. “Ya, benar […]

  • Kurangnya Dukungan Dana untuk MTQ Berau Disorot DPRD

    Kurangnya Dukungan Dana untuk MTQ Berau Disorot DPRD

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    BERAU – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, H. Sumadi, menyampaikan keprihatinannya atas minimnya dukungan dari sejumlah kalangan terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 di daerah tersebut. Ia menyoroti khususnya lemahnya kontribusi dalam aspek pendanaan yang dinilainya cukup memprihatinkan. Dalam keterangannya kepada media, Sumadi mengungkapkan bahwa masih banyak proposal permohonan bantuan yang tidak mendapatkan […]

  • Gedung Kesenian Berau, Kolaborasi Tradisi dan Modernitas dalam Satu Atap

    Gedung Kesenian Berau, Kolaborasi Tradisi dan Modernitas dalam Satu Atap

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.831
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pembangunan Gedung Kesenian atau Berau Creative Hub menjadi salah satu program strategis yang diusulkan dalam 8 program prioritas Pemerintah Kabupaten Berau. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berinovasi. Gedung kesenian ini dirancang sebagai ruang inklusif, yang […]

  • Konflik Global Berdampak pada Kunjungan Wisatawan Eropa

    Konflik Global Berdampak pada Kunjungan Wisatawan Eropa

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis mengungkapkan adanya perubahan tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya wisatawan asal Eropa mendominasi sejumlah destinasi unggulan, kini kunjungan lebih banyak berasal dari negara-negara Asia. Menurut Gamalis, wisatawan dari Belanda, Italia, dan Prancis masih berkunjung ke Berau, namun jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan […]

  • Kasus Dugaan Pelecehan Perawat di RSUD Soemarno Diproses Polisi, Manajemen Tunggu Hasil Hukum

    Kasus Dugaan Pelecehan Perawat di RSUD Soemarno Diproses Polisi, Manajemen Tunggu Hasil Hukum

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 653
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR — Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Bulungan, dr. Widodo DS, Sp.Jp, angkat bicara terkait kasus dugaan pelecehan terhadap seorang perawat yang belakangan viral di media sosial. Widodo menegaskan manajemen rumah sakit berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi pasien maupun tenaga kesehatan. “Kami berkomitmen untuk menciptakan suasana kerja yang aman […]

expand_less