Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Suara dari Gunung Tabur: Rahmawati Menembus Ajang Protokol Nasional

Suara dari Gunung Tabur: Rahmawati Menembus Ajang Protokol Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • visibility 93
  • print Cetak

BERAU — Mikrofon sudah akrab dengan Rahmawati jauh sebelum ia mengenakan seragam aparatur sipil negara. Sejak remaja di Gunung Tabur, Kabupaten Berau, perempuan yang biasa disapa Wati itu telah terbiasa berdiri di depan orang banyak: membawakan festival warga, peringatan hari besar, hingga Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kecamatan dan kabupaten.

Bertahun-tahun kemudian, suara yang dahulu terdengar di panggung-panggung kampung itu membawanya ke ruang yang lebih luas. Tahun ini, Rahmawati mengikuti Lomba Protokol Upacara Kemerdekaan RI Tingkat Nasional – Skill Up Date 2026 yang berlangsung secara daring.

Ia datang bukan sebagai petugas protokol aktif. Rahmawati kini bekerja di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah atau Bapperida Kabupaten Berau. Namun perpindahan meja kerja rupanya tak memutus hubungannya dengan dunia pembawa acara.

Bagi Rahmawati, kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar keterampilan yang melekat pada jabatan tertentu. Ia menganggapnya sebagai kemampuan yang harus terus diasah.

“Pengalaman adalah guru terbaik dari teori mana pun,” kata Rahmawati.

Panggung yang Mengubah Jalan Karier

Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika Rahmawati masih berstatus calon pegawai negeri sipil di Kecamatan Gunung Tabur.

Saat itu ia mendapat tugas menjadi pembawa acara dalam sebuah peresmian di Maluang yang dihadiri Bupati Berau ketika itu, Makmur HAPK. Kesempatan tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya.

Pada 2009, Rahmawati ditempatkan di Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, unit yang kini dikenal sebagai Protokol dan Komunikasi Pimpinan atau Prokopim.

Di tempat itulah kemampuan yang sebelumnya tumbuh secara alami mulai ditempa secara profesional.

Ia berhadapan dengan acara pemerintahan yang menuntut ketepatan: susunan acara tak boleh keliru, nama dan jabatan harus disebut dengan benar, intonasi harus menyesuaikan suasana, dan seorang pembawa acara mesti mampu menjaga ritme kegiatan.

Rahmawati menjalani pekerjaan tersebut hingga 2017.

Selama periode itu, ia terlibat dalam berbagai agenda pemerintah daerah, termasuk kegiatan berskala besar seperti peresmian Pasar Sanggam Adji Dilayas. Ia juga pernah memperoleh pelatihan keprotokolan dari Kementerian Dalam Negeri.

Pengalaman tersebut menjadi bekal yang terus dibawanya bahkan setelah tak lagi bertugas di bagian protokol.

Pindah Kantor, Tidak Meninggalkan Mikrofon

Sejak 2019, Rahmawati bertugas di Bapperida Berau. Lingkungan kerjanya berubah. Pekerjaan sehari-hari lebih dekat dengan perencanaan pembangunan dibandingkan panggung seremoni.

Tetapi setiap kali sebuah forum membutuhkan orang yang mampu mengendalikan acara, kemampuannya kembali digunakan.

Ia kerap dipercaya membawakan Pra-Musrenbang maupun berbagai forum penyusunan dokumen perencanaan daerah, mulai RPJMD hingga RPJPD.

Sesekali, dunia mikrofon membawanya keluar dari acara pemerintahan. Rahmawati juga masih menerima kesempatan menjadi pembawa acara pernikahan.

Baginya, keterampilan komunikasi justru penting bagi seorang ASN.

Seorang aparatur, kata dia, tak cukup hanya memahami pekerjaan administratif. Kemampuan menjelaskan gagasan kepada masyarakat juga dibutuhkan, terutama ketika tanggung jawab dan jabatan seseorang semakin besar.

“ASN tidak boleh terpaku pada satu bidang saja. Kita harus serba bisa, bekerja jujur, disiplin, dan mampu berbicara di depan umum,” ujarnya.

Pandangan itu yang kemudian mendorong Rahmawati kembali menguji kemampuan yang telah lama ia bangun.

Mengukur Diri di Panggung Nasional

Keputusan mengikuti Skill Up Date 2026 tidak datang tanpa keraguan.

Rahmawati telah cukup lama meninggalkan pekerjaan rutin di bidang keprotokolan. Sementara peserta yang dihadapinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan pengalaman dan karakter masing-masing.

Di sela pekerjaannya sebagai ASN, ia kembali membuka materi, berlatih membaca teks upacara, dan memperhatikan permainan intonasi.

Semua dilakukan secara mandiri saat memiliki waktu luang.

Ia tidak menempatkan perlombaan semata sebagai perburuan gelar. Ada alasan yang lebih sederhana: Rahmawati ingin mengetahui sejauh mana kemampuannya bertahan setelah bertahun-tahun tidak berada di lingkungan protokol.

Kompetisi itu sekaligus menjadi ruang belajar.

Dari peserta lain, ia mengamati bagaimana sebuah teks formal dibaca. Ada jeda yang harus dijaga, tekanan kata yang harus ditempatkan dengan tepat, sampai cara membangun suara agar terdengar tegas tanpa kehilangan kenyamanan bagi pendengar.

Menurut Rahmawati, pengalaman semacam itu penting agar seseorang tidak merasa telah selesai belajar.

“Tidak ada manusia yang sempurna,” ujarnya. “Yang penting bagaimana kita berusaha mendekati kesempurnaan dengan tidak cepat berpuas diri.”

Dukungan suaminya, Taufik, serta keluarga menjadi bagian penting ketika ia memutuskan kembali masuk ke ruang kompetisi.

Bagi ibu dua anak itu, keberanian tampil juga merupakan latihan mental.

Zaman Berubah, Kesempatan Belajar Membesar

Rahmawati masih mengingat masa ketika ia mulai belajar menjadi pembawa acara.

Tak ada video tutorial sebanyak sekarang. Materi public speaking tidak berada dalam genggaman telepon seluler. Untuk meningkatkan kemampuan, seseorang lebih banyak mengandalkan pengalaman langsung dan kesempatan tampil.

Situasinya kini berbeda.

Internet membuka ribuan contoh pembawa acara, materi mengenai pengaturan napas, artikulasi, intonasi, hingga teknik mengelola rasa gugup. Teknologi kecerdasan buatan juga dapat digunakan untuk membantu menyusun teks atau menjadi alat latihan.

Menurut Rahmawati, keadaan tersebut seharusnya menjadi keuntungan besar bagi generasi muda Berau.

Mereka yang tertarik dengan dunia MC dan public speaking tidak lagi harus menunggu sebuah pelatihan formal untuk mulai belajar.

Yang dibutuhkan, menurut dia, adalah keberanian mengambil kesempatan pertama.

“Banyak pemuda Berau yang punya bakat luar biasa,” katanya.

Ia berpesan agar anak-anak muda tidak takut memulai, sekalipun panggung pertama mungkin hanya sebuah kegiatan kecil di lingkungan sekitar.

Sebab kemampuan berbicara, kata Rahmawati, tidak tumbuh dalam satu malam. Ia lahir dari latihan, kesalahan, rasa gugup, lalu keberanian untuk kembali berdiri di depan mikrofon.

“Teruslah mengasah diri, perbanyak jam terbang, dan yang terpenting percaya diri,” ujarnya.

Bagi Rahmawati, mikrofon barangkali tak lagi menjadi bagian utama dari pekerjaannya setiap hari. Tetapi selepas bertahun-tahun berpindah ruang dan tugas, satu hal tak banyak berubah: setiap ada kesempatan untuk belajar dan menguji diri, ia masih bersedia berdiri di depan panggung. (*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Berau Gelontorkan Rp30 Miliar untuk BPJS

    Pemkab Berau Gelontorkan Rp30 Miliar untuk BPJS

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Kebijakan ini menyusul pengalihan tanggung jawab pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke pemerintah kabupaten. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, memastikan sekitar 4.194 peserta tetap akan terakomodasi […]

  • Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

    Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Selain cokelat, kopi menjadi komoditas pertanian kedua yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Berau. Komoditas yang satu ini dianggap mampu memanfaatkan peluang pasar yang sama dengan cokelat Berau yang sudah menembus pasar internasional. Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, mengungkapkan bahwa kopi Berau, khususnya jenis Liberika, memiliki rasa yang unik dan berpotensi […]

  • Bus Gratis Mulai Beroperasi, Siswa SDN 001 Birang Filial Berangkat ke Sekolah Induk

    Bus Gratis Mulai Beroperasi, Siswa SDN 001 Birang Filial Berangkat ke Sekolah Induk

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau mulai merealisasikan kebijakan penggabungan sementara siswa SDN 001 Birang Filial ke sekolah induk dengan menyediakan layanan bus sekolah gratis, Senin. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan penyediaan bus gratis merupakan komitmen pemerintah agar proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa membebani orang tua. “Hari ini kita mulai menggabungkan […]

  • Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

    Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb— Di tengah luasnya lanskap hutan Kalimantan Timur, Kabupaten Berau mulai menata model ekonomi baru yang lebih hijau dan lebih berpihak pada masyarakat. Pemerintah daerah memajukan program perhutanan sosial bukan hanya sebagai kebijakan lingkungan, tetapi sebagai jalan agar masyarakat sekitar hutan dapat hidup sejahtera tanpa menebang hutan yang menjadi pelindung mereka sendiri. Sekretaris Daerah […]

  • Madri Pani Tegaskan Komitmen Bangun Berau dari Pinggiran

    Madri Pani Tegaskan Komitmen Bangun Berau dari Pinggiran

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Tim pemenangan Menyala Abangku untuk Madri Pani dan Agus Wahyudi (MP-AW) menggelar acara peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) Tim Pemenangan MP-AW, di Jalan Diponegoro, Jumat (13/9/2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh partai pengusung Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Berau periode 2024-2029 MP-AW serta seluruh relawan dan simpatisan MP-AW dari berbagai kalangan. Peresmian […]

  • Waspada COVID-19 Naik, Belum Ada Pembatasan Masuk WNA ke Berau

    Waspada COVID-19 Naik, Belum Ada Pembatasan Masuk WNA ke Berau

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 816
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meskipun status waspada COVID-19 sudah kembali dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), namun sampai saat ini belum ada aturan pembatasan khususnya bagi Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia maupun ke Kabupaten Berau. Ditemui Selasa (10/6/2025) pagi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, C.Catur Apriyanto mengatakan jika sampai hari […]

expand_less