Harhubnas 2026, Ahong Ingatkan Keselamatan Tak Boleh Dikompromikan
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

SURABAYA — Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 menjadi momentum untuk kembali menempatkan keselamatan sebagai bagian utama dalam setiap layanan transportasi, baik darat, laut, maupun udara.
Harhubnas tahun ini mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Tema tersebut menegaskan peran transportasi dalam menghubungkan antarpulau, memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi barang, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Direktur PT Prima Anugerah Sejahterah dan PT Prima Mas Berau, Nugrahi Mawan atau yang akrab disapa Ahong, mengatakan penguatan konektivitas transportasi harus berjalan bersama peningkatan keselamatan, ketertiban, dan kualitas pelayanan.
Hal itu disampaikannya seusai menghadiri acara HUT ASDEKI ke-19 di Surabaya, Kamis, 17 September 2026.
“Transportasi itu bukan hanya tentang kendaraan dan infrastruktur. Transportasi dapat menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, dan sentra produksi dengan pasar. Ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi pada peringatan Harhubnas ke-55 Tahun 2026,” ujar Ahong.
Ahong yang juga menjabat Wakil Bendahara Umum DPP ASDEKI menilai semangat Harhubnas perlu diwujudkan melalui kolaborasi antara insan perhubungan, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Kolaborasi itu, menurut dia, diperlukan agar layanan transportasi tetap aman sekaligus berjalan sesuai ketentuan.
Keselamatan Tak Boleh Dikompromikan
Ahong menekankan operasional transportasi tidak semestinya dipaksakan apabila kondisi di lapangan dinilai membahayakan keselamatan.
Namun, penghentian operasi juga perlu disertai langkah cepat untuk menyediakan alternatif agar pergerakan masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan.
“Ketika kondisi tidak aman, tentu pemangku kepentingan harus berani bertindak tegas menghentikan operasi. Namun, alternatif dan solusi juga harus segera dicari agar mobilitas masyarakat serta distribusi bantuan dan logistik tidak terputus,” katanya.
Menurut Ahong, keselamatan harus menjadi budaya yang diterapkan dalam setiap proses pelayanan transportasi, bukan sekadar standar administratif.
Digitalisasi untuk Memperkuat Pengawasan
Perkembangan teknologi juga dinilai dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi.
Ahong mengatakan transformasi digital perlu diarahkan untuk memperkuat sistem pengawasan sekaligus menciptakan pelayanan yang lebih tertib, aman, dan responsif.
Meski demikian, penggunaan teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Perjalanan harus semakin selamat, kepatuhan semakin baik, dan sistem logistik semakin tertib. Kehadiran teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam pelayanan publik,” ujarnya.
Ia mengatakan kecanggihan teknologi dan pembangunan infrastruktur bukan satu-satunya ukuran keberhasilan transportasi.
Menurut Ahong, keberhasilan pelayanan justru harus terlihat dari manfaat yang benar-benar diterima masyarakat sebagai pengguna layanan.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan transportasi adalah manfaatnya yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Ahong berharap peringatan Harhubnas ke-55 tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Momentum tersebut, kata dia, perlu diikuti upaya nyata untuk menghadirkan transportasi yang semakin aman dan terkoneksi.
Hal itu juga dinilainya penting bagi daerah seperti Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang membutuhkan konektivitas transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
“Semoga peringatan Harhubnas ke-55 Tahun 2026 dapat menjadi momentum menghadirkan transportasi yang aman, terkoneksi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi pada umumnya, khususnya bagi kami di daerah, di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur,” pungkas Ahong.(afn)
- Penulis: admin
