Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 15 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Bulungan Desak Relokasi Pasar Sore

15 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Bulungan Desak Relokasi Pasar Sore

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 253
  • print Cetak

TANJUNG SELOR — Keberadaan pasar sore di kawasan permukiman Jalan Suprapto, Kabupaten Bulungan, kembali menuai keluhan warga. Selama hampir 16 tahun, aktivitas pasar di tengah lingkungan tempat tinggal itu belum memiliki kepastian relokasi dari pemerintah daerah.

Salah satu warga, Vivy, menyatakan penolakan terhadap keberadaan pasar yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan. Ia menyebut sebagian warga sebenarnya memiliki keberatan serupa, namun enggan menyampaikan secara terbuka.

“Kami sangat menolak keberadaan pasar sore, apalagi ini sudah berjalan sejak lama. Sebagian warga sebenarnya menolak, tapi takut untuk bersuara,” kata Vivy.

Ia juga mengaku pernah mengalami intimidasi dari orang tak dikenal setelah menyampaikan keluhan tersebut. Kondisi itu disebut menambah kekhawatiran warga dalam menyuarakan aspirasi.

Menurut Vivy, hingga kini belum ada kepastian hukum maupun langkah tegas dari pemerintah terkait penataan pasar tersebut. Ia menilai penertiban yang dilakukan belum konsisten.

“Ada ketidakadilan. Di tempat lain pedagang kaki lima bisa ditertibkan, tapi di sini dibiarkan. Kalau pemerintah konsisten dengan perda, warga tidak perlu sampai membuat petisi,” ujarnya.

Selain persoalan ketertiban, warga juga menyoroti dampak lingkungan dari aktivitas pasar. Limbah yang dibuang ke parit, penjemuran ikan asin, serta penjualan bahan bakar di area permukiman menjadi perhatian. Meski kondisi kebersihan disebut mulai membaik, kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang tetap ada.

“Kami takut terjadi konflik dan pencemaran lingkungan dari limbah pedagang. Ini bukan masalah sepele,” kata Vivy.

Ia juga mempertanyakan langkah pemerintah daerah yang dinilai belum tegas dalam menangani persoalan tersebut.

“Kalau disebut sebagai ikon, seharusnya disiapkan pasar yang layak, bukan justru mengorbankan pekarangan warga. Hak kami juga harus dipenuhi,” ujarnya.

Di sisi lain, pedagang mengaku akan mengikuti keputusan pemerintah jika relokasi dilakukan. Salah satu pedagang, Sabar, mengatakan pihaknya siap berpindah lokasi meski masih mempertimbangkan opsi yang tersedia.

“Ya mau tidak mau kita ikut jika dipindahkan pasti kita pindah, cuman kalau saya ini kan jualan buahan nanti mungkin saya akan menyewa di rumah milik warga yang berada di sekitar pasar,” kata Sabar.

Ia mengakui keluhan warga terkait pasar sore sudah berlangsung lama. Namun, pedagang juga menghadapi ketidakpastian terkait lokasi relokasi.

“Kalau ditanya mau atau tidak pindah, ya mau gak harus mau sudah cukup lama juga kita jualan di sini,” ujarnya.

Sabar juga menyebut rencana relokasi ke kawasan depan tambangan Salimbatu dinilai cukup jauh, terutama bagi pedagang dengan kondisi fisik terbatas.

Menanggapi hal itu, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan pemerintah daerah tengah mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan warga dan pedagang.

“Kami memahami keluhan warga, tapi di sisi lain juga harus memperhatikan nasib para pedagang yang sudah lama berjualan di sana. Kita upayakan solusi yang saling menguntungkan,” kata Syarwani.

Ia menambahkan, pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah alternatif lokasi relokasi. Namun hingga kini belum ada keputusan final karena sebagian lahan yang direncanakan bukan milik pemerintah daerah.

“Masih kita bahas lebih lanjut. Tidak semua lahan di lokasi itu milik pemerintah daerah, jadi perlu komunikasi dengan berbagai pihak agar bisa menemukan solusi terbaik,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap pembahasan yang dilakukan dapat menghasilkan solusi yang adil bagi kedua pihak sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman. (TNR)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Berau Tegaskan Rumah Sakit 24 Jam Harus Layani Pasien Secara Maksimal

    Bupati Berau Tegaskan Rumah Sakit 24 Jam Harus Layani Pasien Secara Maksimal

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan seluruh rumah sakit di Kabupaten Berau yang telah ditetapkan beroperasi selama 24 jam wajib memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya pada Kamis (08/01), menyusul masih adanya keluhan terkait pelayanan rumah sakit yang dinilai belum optimal. “Saya tidak mau lagi mendengar ada rumah […]

  • Saat Berbagi Kebaikan, Kasat Lantas Berau Malah Ditabrak Pengendara Diduga Mabuk

    Saat Berbagi Kebaikan, Kasat Lantas Berau Malah Ditabrak Pengendara Diduga Mabuk

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 934
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Kasat Lantas Polres Berau, AKP Wulyadi menjadi korban tabrak lari pengendara roda dua, di Jalan Durian II, Kelurahan Tanjung Redeb, Kamis (25/7/2024). AKP Wulyadi, saat dikonfirmasi mengungkapkan, bahwa saat itu, pihaknya memang sedang melaksanakan giat untuk berbagi makanan ringan dan helm kepada anak-anak serta pengguna kendaraan bermotor yang tidak menggunakan helm. […]

  • Klaim Konsesi PT TRH Diprotes, Petani Minta Lahan Garapan dan Tanaman Dikembalikan

    Klaim Konsesi PT TRH Diprotes, Petani Minta Lahan Garapan dan Tanaman Dikembalikan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    BERAU – Ratusan petani dari Kelompok Tani Gurimbang dan Suaran turun ke jalan di Kabupaten Berau, Selasa, 12 Mei 2026. Mereka menggelar aksi damai menentang penggusuran lahan dan tanaman yang selama ini mereka garap, namun diklaim sebagai bagian dari konsesi PT Tanjung Redeb Hutani (TRH). Sebelum berorasi di lapangan dan bergerak ke kantor DPRD Berau, […]

  • Sri Juniarsih Soroti Pentingnya Sinergi TNI-Polri dan Pemkab dalam Menjaga Stabilitas Berau

    Sri Juniarsih Soroti Pentingnya Sinergi TNI-Polri dan Pemkab dalam Menjaga Stabilitas Berau

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    BERAU — Malam pergantian komando di Kodim 0902/Berau, Sabtu, 23 Mei 2026, berubah menjadi panggung pesan tentang stabilitas, kolaborasi, dan tantangan pembangunan daerah. Di hadapan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, organisasi perempuan, perwakilan perusahaan, dan tamu undangan lain, tongkat komando Dandim resmi berpindah dari Kolonel Infanteri Wirahady Harahap kepada Letkol Infanteri Muhammad […]

  • Makali Pastikan Tidak Ada Calon Gagal Saat Musprov ke-II SMSI Kaltim

    Makali Pastikan Tidak Ada Calon Gagal Saat Musprov ke-II SMSI Kaltim

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Jakarta–Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Makali Kumar angkat bicara soal pendapat miring yang mewarnai proses menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-II SMSI Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan berlangsung pada Minggu, 11 Mei 2025, mendatang. 

Dari balik telepon selulernya, Makali justru menegaskan bahwa tahapan menuju Musprov ke-II SMSI Kaltim menunjukkan semangat demokrasi yang positif di […]

  • Karrap Fest 2025 Hadir Lagi: Ruang Baru, Energi Baru, Panggung Kreativitas Anak Berau

    Karrap Fest 2025 Hadir Lagi: Ruang Baru, Energi Baru, Panggung Kreativitas Anak Berau

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Panggung seni dan kreativitas Berau kembali bersiap menyala. November 2025, Karrap Fest akan hadir dengan format terbaru, energi lebih besar, dan ruang yang lebih terbuka. Festival yang sebelumnya hidup di sepanjang Tepian Sungai Segah, kini berpindah ke Amphiteater dan Taman Sanggam—ruang yang lebih lapang, hijau, dan strategis untuk menampung antusiasme masyarakat yang […]

expand_less