Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 15 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Bulungan Desak Relokasi Pasar Sore

15 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Bulungan Desak Relokasi Pasar Sore

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 321
  • print Cetak

TANJUNG SELOR — Keberadaan pasar sore di kawasan permukiman Jalan Suprapto, Kabupaten Bulungan, kembali menuai keluhan warga. Selama hampir 16 tahun, aktivitas pasar di tengah lingkungan tempat tinggal itu belum memiliki kepastian relokasi dari pemerintah daerah.

Salah satu warga, Vivy, menyatakan penolakan terhadap keberadaan pasar yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan. Ia menyebut sebagian warga sebenarnya memiliki keberatan serupa, namun enggan menyampaikan secara terbuka.

“Kami sangat menolak keberadaan pasar sore, apalagi ini sudah berjalan sejak lama. Sebagian warga sebenarnya menolak, tapi takut untuk bersuara,” kata Vivy.

Ia juga mengaku pernah mengalami intimidasi dari orang tak dikenal setelah menyampaikan keluhan tersebut. Kondisi itu disebut menambah kekhawatiran warga dalam menyuarakan aspirasi.

Menurut Vivy, hingga kini belum ada kepastian hukum maupun langkah tegas dari pemerintah terkait penataan pasar tersebut. Ia menilai penertiban yang dilakukan belum konsisten.

“Ada ketidakadilan. Di tempat lain pedagang kaki lima bisa ditertibkan, tapi di sini dibiarkan. Kalau pemerintah konsisten dengan perda, warga tidak perlu sampai membuat petisi,” ujarnya.

Selain persoalan ketertiban, warga juga menyoroti dampak lingkungan dari aktivitas pasar. Limbah yang dibuang ke parit, penjemuran ikan asin, serta penjualan bahan bakar di area permukiman menjadi perhatian. Meski kondisi kebersihan disebut mulai membaik, kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang tetap ada.

“Kami takut terjadi konflik dan pencemaran lingkungan dari limbah pedagang. Ini bukan masalah sepele,” kata Vivy.

Ia juga mempertanyakan langkah pemerintah daerah yang dinilai belum tegas dalam menangani persoalan tersebut.

“Kalau disebut sebagai ikon, seharusnya disiapkan pasar yang layak, bukan justru mengorbankan pekarangan warga. Hak kami juga harus dipenuhi,” ujarnya.

Di sisi lain, pedagang mengaku akan mengikuti keputusan pemerintah jika relokasi dilakukan. Salah satu pedagang, Sabar, mengatakan pihaknya siap berpindah lokasi meski masih mempertimbangkan opsi yang tersedia.

“Ya mau tidak mau kita ikut jika dipindahkan pasti kita pindah, cuman kalau saya ini kan jualan buahan nanti mungkin saya akan menyewa di rumah milik warga yang berada di sekitar pasar,” kata Sabar.

Ia mengakui keluhan warga terkait pasar sore sudah berlangsung lama. Namun, pedagang juga menghadapi ketidakpastian terkait lokasi relokasi.

“Kalau ditanya mau atau tidak pindah, ya mau gak harus mau sudah cukup lama juga kita jualan di sini,” ujarnya.

Sabar juga menyebut rencana relokasi ke kawasan depan tambangan Salimbatu dinilai cukup jauh, terutama bagi pedagang dengan kondisi fisik terbatas.

Menanggapi hal itu, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan pemerintah daerah tengah mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan warga dan pedagang.

“Kami memahami keluhan warga, tapi di sisi lain juga harus memperhatikan nasib para pedagang yang sudah lama berjualan di sana. Kita upayakan solusi yang saling menguntungkan,” kata Syarwani.

Ia menambahkan, pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah alternatif lokasi relokasi. Namun hingga kini belum ada keputusan final karena sebagian lahan yang direncanakan bukan milik pemerintah daerah.

“Masih kita bahas lebih lanjut. Tidak semua lahan di lokasi itu milik pemerintah daerah, jadi perlu komunikasi dengan berbagai pihak agar bisa menemukan solusi terbaik,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap pembahasan yang dilakukan dapat menghasilkan solusi yang adil bagi kedua pihak sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman. (TNR)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Berau Dorong Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Transisi Ekonomi Hijau

    Pemkab Berau Dorong Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Transisi Ekonomi Hijau

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.802
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi transisi ekonomi daerah menuju sektor yang lebih berkelanjutan. Komitmen trrsebut disampaikan dalam Lokakarya Menggali Potensi dan Tantangan Ketahanan Pangan Untuk Mendukung Transisi Ekonomi Kabupaten yang digelar oleh Dinas Pangan Berau, Kamis (16/10/2025). Mewakili Bupati Berau, Plt. Asisten Perekonomian dan […]

  • Wakil Bupati Berau Ajak Santri Jaga Persatuan dan Cinta Tanah Air dalam Istighatsah Hari Santri 2026

    Wakil Bupati Berau Ajak Santri Jaga Persatuan dan Cinta Tanah Air dalam Istighatsah Hari Santri 2026

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengajak kalangan santri memperkuat persatuan, menjaga nilai keislaman, dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Pesan itu disampaikannya dalam Istighatsah Malam Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Al Qudwah, Polres Berau, Rabu malam, 21 Oktober 2026. Peringatan Hari Santri yang mengangkat tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” […]

  • Dinas Pendidikan Diminta Jeli dan Dampingi Penerima Beasiswa Tidak Mampu  Hingga Selesai

    Dinas Pendidikan Diminta Jeli dan Dampingi Penerima Beasiswa Tidak Mampu Hingga Selesai

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.344
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemberian beasiswa oleh Pemkab Berau bagi pelajar kurang mampu mendapatkan apresiasi. Namun, beasiswa ini harus didampingi sejak proses pemberian hingga kelulusan. “Agar beasiswa yang disalurkan dapat betul-betul bermanfaat. Khususnya, sampai penerima beasiswa dapat menuntaskan pendidikannya terlebih untuk tingkat dasar (TK, SD dan SMP),” ujar salah satu anggota DPRD Berau, Ratna Kalelembang beberapa waktu […]

  • Bupati Sri Juniarsih Dorong PKL Jadi Mitra Pemerintah: Bersih, Rapi, Ekonomi Tumbuh

    Bupati Sri Juniarsih Dorong PKL Jadi Mitra Pemerintah: Bersih, Rapi, Ekonomi Tumbuh

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menaruh perhatian besar terhadap keberadaan pelaku UMKM yang beroperasi di kawasan Tepian Segah dan Tepian Teratai. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa para pedagang kaki lima (PKL) yang menggerakkan sentra kuliner di tepian sungai bukan hanya penopang ekonomi rakyat, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menciptakan kawasan wisata […]

  • Sri Juniarsih Hadiri Pisah Sambut Kajati Kaltim, Rudy Mas’ud Tekankan Sinergi Penegakan Hukum

    Sri Juniarsih Hadiri Pisah Sambut Kajati Kaltim, Rudy Mas’ud Tekankan Sinergi Penegakan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menghadiri pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dari Assoc. Prof. Dr. Supardi, S.H., M.H. kepada Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H. di Lamin Etam, Samarinda, Jumat malam, (14/8). Pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi Kaltim itu menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melepas Supardi sekaligus menyambut Chatarina Muliana […]

  • Pariwisata Berau Melesat: Pokdarwis Aktif, 19 Desa Wisata Disahkan dan Siap Jadi Motor Ekonomi Kampung

    Pariwisata Berau Melesat: Pokdarwis Aktif, 19 Desa Wisata Disahkan dan Siap Jadi Motor Ekonomi Kampung

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pariwisata Berau terus berkembang, meski pelan namun pasti. Dari total 100 kampung dan 10 kelurahan yang tersebar di Bumi Batiwakkal, baru 19 kampung yang mengantongi Surat Keputusan (SK) sebagai Desa Wisata. Namun angka ini bukanlah tanda pelambatan—melainkan fase bertahap menuju ekosistem wisata berbasis kampung yang matang, stabil, dan berdaya saing. Kepala Bidang […]

expand_less